f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kawan

Simfoni Pandemi

Berpagi,
berduyun para ibu dengan gelang di tangan menuju suatu tempat
dengan bergerombol

Berduyun,
riuh rendah cengkerama mereka memenuhi jalan setapak desa
merasa gembira

Tak lepas,
wajah mereka tampak lebih cantik dari biasanya
rupanya bedak yang terpoles di pipi pun menjadi aktor euforia bersama

Tak lupa,
olesan tipis gincu di bibir pun menyerta
berayun mengikuti pola gerak saat para empunya lincah berbicara tanpa jeda

Konon kabar,
balai desa kini penuh sesak padahal pemerintah menganjurkan untuk menghindari kerumunan
tampak wajah sumringah

Sedemikan banyak orang ternetra
Kerumunan pun beralih ke pasar
Riuh rendah tawar menawar terdengar
Diiringi candaan bahwa semua berkat corona

Ada yang mengangkut lemari bercorak ragam gambar kartun
Tampaknya untuk tempat menata baju anak-anak
Keranjang, kotak, ember, semua dari bahan plastik
Banyak terangkut dari sebuah kios peralatan rumah tangga
Hilir mudik becak melewati depan rumah
Berisi ibu-ibu muda atau paruh baya dengan barang bawaan
Ramai jalanan dengan lalu lalang becak dan delman
Bagaikan esok hari akan datang lebaran

O,
Ada dana yang dibagikan di balai desa sedari pagi
Pantas saja beberapa tetangga sempat menyapa dengan wajah berseri
Walau tak harus memperlihatkan deretan gigi
Sudah bisa ditebak mereka sedang senang hati

Semakin meninggi matahari
Hiruk pikuk pun tampak ikut berhenti
Hanya ada satu dua saja yang masih hilir mudik

Terkesima dengan pemandangan tadi pagi
melupakan seorang yang ada di perigi
sedari subuh tampak sibuk gosok-gosok bersih-bersih
saat dihampiri dan ditanya dengan hati-hati,
“Mengapa kau tak ikut pergi,
seperti orang-orang tadi?”

Jawabannya cukup mengiris hati
“tak pernah ada untukku walaupun sekali,
dipanggil ke balai desa untuk hanya sekedar antri,
padahal foto kopi KTP dan KK selalu dimintai,
namun hal yang seperti itu belum pernah menjadi rezeki”

Baca Juga  Catatan Malam

Tak punya luang untuk mendengarkan kata-katanya lagi
karena ingatan telah cepat berpaling
pada gelang emas yang terlihat mengiringi para langkah kaki
pada bedak yang terpapar lembut di kedua pipi
pada gincu merah penyerta tawa yang menampakkan geligi

Jika rezeki merupakan karunia Tuhan,
mengapa kartu identitas menjadi sebuah taruhan
bagi papa yang tertimpa ketidakmerataan
apakah hak membagi adalah kehendak kuasa seseorang?

Saat uang rakyat memang menjadi bahan rebutan

A_Kar
Tasikmalaya, 041120

Bagikan
Post a Comment