f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
tabah

Melatih Tabah di Tengah Wabah

Oleh: Rakyan Mahardika*

Sejak kasus corona pertama tercatat di Indonesia terjadi pada awal Maret lalu di Depok; kasus positif terus meningkat begitupun dengan kasus meninggal dan gugurnya tenaga medis. Dampak corona juga dirasakan di aspek lain seperti aspek ekonomi Indonesia. Sudah kita lihat banyak pegawai yang dirumahkan bahkan di-PHK, usaha-usaha yang terpaksa tutup, diiringi pula naiknya harga barang. 

Di tengah situasi ini, harapan seakan menjelma jadi sebuah barang mewah. Tak sedikit yang kian putus asa di tengah perang melawan corona ini. Sialnya, corona pun tidak tampak ancang-ancang untuk berhenti. Dengan demikian, ketabahan seharusnya menjadi teman yang paling sering menemani hari-hari kita sepanjang melawan corona. Tabah dalam menghadapi wabah ini adalah dengan memastikan bahwa kita sadar ada hal yang bisa kita kendalikan dan ada hal di luar kendali kita. 

Bersikap tabah berarti juga menyadari bahwa dari pada mencemaskan hal yang di luar kendali kita; lebih baik memusatkan energi pada hal yang bisa kita kendalikan, yaitu pola pikir dan keinginan kita. Untuk mengendalikan pola pikir dan keinginan kita, dapat dimulai dari memiliki pikiran yang tenang dan rasional. Dari pikiran yang tenang, kita bisa mengarahkan diri untuk melakukan aktivitas yang dapat mencegah penularan corona; sesuai anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia seperti:

  • Melakukan physical distancing
  • Senantiasa membiasakan pola hidup bersih dan sehat salah satunya dengan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara benar atau dengan cairan antiseptik jika tidak ada
  • Menghindari keramaian dan kontak fisik dengan orang lain
  • Tetap di rumah dan tidak bepergian kecuali mendesak dan senantiasa memakai masker
  • Mengikuti kebijakan Work From Home/Study From Home jika memungkinkan
  • Jika sakit bisa memakai layanan kesehatan online sebelum ke rumah sakit
Baca Juga  Karena Kau yang Terindah

Tabah dan Wabah

Menjadi tabah di tengah wabah ini mungkin akan terasa susah karena mungkin kita tidak terbiasa terus terkungkung di rumah. Mendekam berjam-jam di depan layar tanpa ada interaksi sosial yang nyata. Mungkin kita ingin pergi ke restoran favorit kita. Mungkin kita kehabisan uang. Atau mungkin kita hanya terlalu bosan di rumah saja.  

Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa hal yang dapat kita coba untuk mengatasi kebosanan selama masa PSBB dapat berupa berbagai hal, seperti:

Self-care

Banyak hal yang bisa kita lakukan sendiri di rumah, seperti mencoba resep masakan baru. Kebosanan biasanya akan berujung mencari makan, maka kita bisa mengisinya dengan membuatnya sendiri dan bereksperimen dengan resep baru. Lalu, jika merasa sering makan selama PSBB, kita dapat melakukan olahraga rutin untuk membakar lemak berlebih. Mungkin tidak seasyik saat berolahraga bersama teman atau di gym; tapi berolahraga mandiri sangat mungkin dilakukan seperti melalui aplikasi atau kanal Youtube. 

Hiburan

Untuk hiburan, bisa dari mana saja; seperti menonton film atau serial yang belum pernah kita tonton di televisi atau di kanal streaming. Hiburan juga bisa didapat dengan bermain video gim ataupun bermain musik dan mendengarkan podcast. Membaca komik atau novel yang kita punya juga merupakan hiburan yang bagus. 

Pengembangan diri

Kesempatan belajar dan mengembangkan diri terbuka lebar dengan adanya PSBB. Misalnya kita bisa menggambar bebas dan mengirimnya di media sosial. Kita juga bisa mencoba alat musik yang baru maupun berlatih supaya lebih mahir. Selain itu, cukup banyak kelas-kelas gratis secara daring yang dapat dicoba ataupun belajar bahasa baru dengan bantuan aplikasi seperti Duolingo. 

Baca Juga  Hoax Covid-19 Membuat Situasi Semakin Runyam
Berinteraksi

Masa PSBB jelas memotong interaksi dengan teman dan keluarga. Namun dengan bantuan teknologi, silaturahmi dapat dilakukan dengan bantuan internet seperti; chatting melalui aplikasi seperti Whatsapp atau Line, berinteraksi di Twitter, dan melakukan panggilan video melalui aplikasi seperti Skype. 

Belajar dan bekerja

Kampus, sekolah, dan kantor ditutup. Gantinya, kegiatan akademik dan kerja dapat dilakukan via daring seperti belajar dengan Google Classroom, mengikuti kelas via webinar, dan meeting via website.

***

Pada akhirnya, kita memang harus realistis. Situasi yang tidak dapat kita kendalikan seperti masa pandemi akan mengurangi interaksi, menjatuhkan keuangan, dan membuat hidup kita lebih buruk untuk sementara. Bersikap tabah dan penuh harapan di masa ini jelas susah, namun setidaknya kita bisa melatih pengendalian diri dan pikiran. 

Secara umum, menjadi tabah dan terus berharap akan membuat kita sedikit menikmati hal baik yang terjadi di sekitar kita; sambil terus mengingat bahwa semua hal yang buruk akan berlalu dan suatu saat keadaan akan menjadi normal lagi. Tabahlah dan terus berharap suatu saat vaksin corona akan ditemukan dan dilakukan imunisasi masal untuk menangkal virus ini di masa depan. Tabahlah dan terus berharap suatu hari nanti Presiden Joko Widodo akan mengumumkan; tidak ada lagi pasien corona karena kita telah memenangi perang ini. 

Mari bersama menjaga kesehatan, mari tetap menjaga kemanusiaan. Mari terus tabah dan penuh harap. (Ananul)

*Penulis adalah mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada

Bagikan
Post a Comment