f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kita memilih

Jeritan Rakyat Saat Pilkada Mulai Tiba

Di sebuah pemukiman tua yang terkepung hutan dan sawah
Anak-anak kecil di sana, menghadapi hidup dengan tawa-tawa
Mereka tak mengenal politik, kebijakan publik apalagi laston dan mall
Bukan hanya itu. Mereka juga tak kenal remuneras, grasi dan naik banding.
Pilkada mulai tiba, nyamuk-nyamuk akan hidup  dengan gemuk
Berdampingan dengan hidup mereka yang lugu
Namun mereka tak mengenal soal bantuan dana kesehatan
Soal kebijakan dana penanganan diare, malaria apalagi virus corona.
Jika petugas  pajak datang, orang tua mereka tergesa membayar
Sebab diancam melawan Negara jika tak membayar
Dan tanahnya akan diambil alih Negara dan disulap jadi pabrik yang perkerjanya tenaga asingu.
Jika musim kampanye seperti ini, orang-orang pintar dari kota menitipkan tanda gambar, mengajar menusuk kertas di atas angka
Lalu memberinya sebungkus mie instan dan sebilah sabit.

Bukan hanya 1 orang pintar, bukan hanya 10.
Tapi, pernah mencapai 30 dan 35
Dan anak-anak di desa yang terkepung hutan dan sawah
Tetap saja tak tahu baca, tak tahu tulis dan mengenal Negara
Sudah demikian itu sejak lama, sangat lama
Desa yang terkepung hutan dan sawah.
Puisi macam ini banyak sudah rupanya
Soal kemakmuran, keadilan, dan kesejahteraan
Bahkan dalam pancasila dan pidato-pidato politik
Dan kita belum pernah bisa sampai kesejahteraan dengan aman.
Semua masih sibuk memilih dan membaca tanda gambar
Dengan bimbang
Baliho dengan besar visi misi layaknya cuma wacana
Dengan bimbang
Politik, dusta macam apalagi ini?
Beri saja wacana itu
Untuk menimpukimu dalam sejarah peradaban yang dusta ini
Dengan bimbang
Rakyat menangis.
Bagikan
Baca Juga  Sekolah di Masa Pandemi
Post a Comment