Penghujung Ramadan
Oleh : Destita Mutiara
Tanpa banyak berkata Suasana yang sudah berbeda Benda yang sangat kecil mengancam dunia Entah kapan akhirnya
Tergambar peluh keringat garda depan Rakyat yang kesulitan makan Pekerjaan yang penuh dengan tekanan Manusia yang meringis kesakitan Ternyata tidak ada yang lebih baik dari sapa dan pertemuan
Sampai pada bulan istimewa nan baik datang juga pada dunia Tahun ini engkau datang dengan berbeda Sampai penghujung bulan tiba suasana masih berbeda
Tidak terdengar kanak-kanak bercanda mengisi hari Di pelataran musala yang tidak mengenal lelah Sekarang ibadah harus dilakukan di rumah Kalau bisa semua baiknya dilakukan virtual saja Berkumpul keluarga Berbuka bersama Tidak ada bertatap muka Semua virtual saja
Sore mentari sudah memperlihatkan jingganya Bulan istimewa nan baik sudah berkemas Terlihat bersiap melambai pada dunia Namun si kecil wabah belum juga segera usai
Bulan baik nan istimewa Sampaikan salam kami pada Pencipta Kami ingin bertemumu lagi Bulan baik nan istimewa Sebentar lagi engkau pergi Jika kita diizinkan-Nya berjumpa lagi Jangan biarkan lagi sepanjang hari di bulanmu sepi Tanpa gema lantunan ayat suci dipenjuru kampung Tanpa gema takbir menghiasi
Selalu bersyukur di tengah kondisi Terus berupaya memperbaiki diri Namun begitu, kami ikhlas melepasmu pergi asal kita bertemu kembali
*) Destita Mutiara adalah alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2020. Andil dalam menulis Buku Cuap di Bilik Bising di Publik.
Destita Mutiara memiliki keinginan menjadi pengamat media. Sesekali menulis. Bisa ditemui di Instagram dmutiaraa dan Twitter @D_Mutiaraa

Nisfatul Izzah
Good