Dungu Cinta Atau Cinta Dungu
Katanya cinta membuatmu dungu
Hingga akalmu hilang begitu saja karenanya
Beberapa kali kau terbentur kata patah hati
Hingga kau kira dengan yang sekarang adalah penyembuh dan satu-satunya
Kau menutup telinga akan penilaian orang tentangnya
Mencoba memberikan hatimu yang sedang penuh angan tentang kata kita
Dungu Cinta Atau Cinta Dungu
Kau masih saja mencintainya
Meski luka yang terasa amat sangat perih
Bayangkan saja, dalam sekejap kata manis berubah menjadi pisau
Menusuk berkali-kali menuai pilu
Dunia mungkin menertawakan sikap macam apa itu
Yang dalam sekejap dari kesayangan menjadi permusuhan
Bolehkah aku mengambing hitamkan sesuatu
Namanya adalah ego, dia hadir sebagai pemicu akan semuanya
Ego tidak mau kalah, dibandingkan mempertahankan lebih baik sudahan
Sekali lagi, dungu cinta atau cinta dungu
Sudah tau rasa tersakiti masih saja menanti kembalinya “mantan” kekasih
Atau jangan-jangan cinta membuat semua terlihat dungu
Menukarkan emas dengan jerami, memilih luka daripada diam
Masalah hati memanglah rumit, sangatlah
Besok, ku tak mau lagi mengalami hal ini
Sejuta tanya dalam diriku tentang sekelibat kengerian ini
Hampir sudah menghilangkan kelogisanku akan memutuskan sesuatu kembali soal hati
Tetap mencintai dalam kesadaran luka, memulihkan bersama
Namun sangat mungkin akan menyayat lagi luka lama, sehingga ragu mulai bertamu kembali
Tuhan, doaku untuk dia yang masih ingin kucinta namun takut dalam memulai kembali.
Semoga, dungu cinta atau cinta dungu hanyalah menjadi sederet kata yang tak bermakna buat kau dan aku.
Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Sukoarjo

Muhammad Taufiq Ulinuha
Keren yunda
Lanjutkan 🙂