Keterlibatan Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak
Dewasa ini banyak orang membicarakan isu kesehatan mental. Salah satunya adalah kesehatan mental pada remaja. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) melakukan penelitian tentang gangguan mental pada remaja usia 10-17 tahun. Hasilnya menyatakan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental.
Populasi remaja di Indonesia mencapai hampir 20% dari jumlah total penduduk Indonesia dan mereka berusia 10-19 tahun. Seharusnya remaja saat ini memiliki pertumbuhan yang bagus dari segala aspek. Namun yang terjadi saat ini adalah remaja justru memiliki berbagai masalah mental.
Masalah mental yang paling banyak diderita remaja adalah gangguan kecemasan, depresi berat, gangguan stres pasca trauma (PTSD), serta gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).
Mengenali Karakteristik Generasi Zoomers
Generasi zoomers atau popular dengan sebutan Gen Z adalah ia yang lahir pada tahun 1997 sampai 2012. Ciri khas gen z yang umumnya banyak orang tahu adalah bahwa mereka tumbuh dengan kemajuan akses internet dan teknologi digital.
Orang tua memiliki peran yang sangat penting agar kesehatan mental remaja tetap terjaga. Untuk menjaga kesehatan mental anak, orang tua perlu mengenali kondisi apa saja yang saat ini melanda gen z. Ada beberapa karakteristik gen z, yaitu:
1. Terbiasa menerima banyak informasi
2. Terlihat lebih individualistis
3. Kompetitif, percaya diri, dan cinta kebebasan
4. Terbiasa bekerja dan hidup melibatkan dunia digital
5. Ingin cepat dan praktis
6. Keinginan untuk mendapatkan pengakuan
Peran Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak
Berangkat dari karakteristik gen z, maka orang tua memiliki peran yang penting agar mental remaja terjaga keseimbangannya. Tugas orang tua tidak hanya memantau sejauh mana anak bertumbuh dan berkembang selayaknya remaja pada umumnya, melainkan ada beberapa hal yang perlu orang tua terapkan agar paham dan dapat menjadi tempat pulang bagi anak. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
1. Orang tua perlu peduli terhadap tugas-tugas sekolah anak
2. Orang tua mendengarkan dan memahami masalah psikologis yang sedang dihadapi anak
3. Orang tua mengarahkan remaja dalam menggunakan waktu luang yang ada
Ketika orang tua melakukan beberapa hal tersebut, maka seorang remaja dalam rumahnya akan merasa diperhatikan dan semakin terbuka dengan orang tua. Hal ini dapat membuat anak mampu untuk menceritakan kondisi-kondisi yang sedang terjadi pada diri dan lingkungannya.
Sikap Orang Tua yang Berpengaruh terhadap Kesehatan Mental Remaja
Pemahaman yang perlu dibangun ketika seseorang sudah memiliki anak remaja adalah bagaimana persoalan menjaga kesehatan mental anak menjadi tugas bersama antara ibu dan ayah. Jangan sampai orang tua hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan anak secara fisik, namun bagian mental terbengkalai. Terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian besar bagi orang tua berkaitan dengan kesehatan mental remaja, yaitu:
1. Orang tua menjadi sumber masalah pada remaja
a. Orang tua memiliki masalah psikologis pribadi
b. Model pengasuhan yang tidak tepat
c. Lingkungan keluarga yang tidak sehat
d. Hubungan yang buruk dengan keluarga
2. Orang tua yang lari dari masalah remaja
a. Menyerahkan masalah remaja pada profesional atau instansi tertentu saja
b. Orang tua yang menginginkan solusi singkat
c. Tidak mampu mengarahkan dan memiliki alternatif solusi bagi masalah
3. Menunjukkan kerja sama yang aktif dalam menyelesaikan masalah remaja
a. Orang tua bersedia menerima tugas mereka dalam menuntaskan masalah remaja
b. Mampu membantu remaja saat mengambil keputusan
c. Menginisisasi remaja untuk memeriksakan diri saat bermasalah
d. Orang tua bersedia mengikuti konseling bila dibutuhkan
Hal ini menyadarkan kita untuk semakin peduli terhadap persoalan remaja. Calon orang tua maupun orang tua yang sudah memiliki anak remaja, perlu berangkat dari pemahaman yang sama berkaitan kesehatan mental remaja.
Beberapa hal tersebut menjadi suatu misi tanggung jawab yang besar. Namun pada pelaksanaannya, hal ini bergantung pada kondisi keluarga dan lingkungan masing-masing. Ketika orang tua sudah menyadari pentingnya kesehatan mental anak ketika memasuki masa remaja, setidaknya beberapa hal di atas perlu untuk menjadi komitmen bagi orang tua untuk melaksanakannya.
Kebiasaan Baik untuk Menjaga Kesehatan Mental Remaja
Kebiasaan orang tua dalam mendidik, mengarahkan, serta mengomunikasikan sesuatu pada anak menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membentuk kepribadian mereka dari akarnya. Ketika sudah memasuki usia remaja, mungkin saja remaja akan terpengaruh oleh lingkungannya. Namun, kebiasaan baik yang ditumbuhkan orang tua dalam mendidik akan tertanam kuat dalam diri seorang anak.
Memiliki anak yang memasuki usia remaja mungkin saja menjadi dilema para orang tua. Ibarat memegang telur dengan segenggam tangan, digenggam erat akan pecah, dibiarkan saja pun akan terjatuh dan pecah.
Mendidik remaja mungkin saja sulit, namun setidaknya kita perlu sadar bahwa anak adalah titipan Allah dan kita memiliki tanggung jawab untuk membentuknya menjadi pribadi yang sehat secara fisik maupun mental. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai orang tua agar anak remaja memiliki mental yang kuat:
1. Memperhatikan bentuk komunikasi yang dibutuhkan remaja, seperti:
a. Lebih memperbanyak dialog daripada instruksi
b. Lebih sering mengucapkan pernyataan dan pertanyaan terbuka daripada pertanyaan tertutup
c. Menghindari perdebatan, kecurigaan, dan permusuhan
d. Berkomunikasi dengan anak remaja tidak hanya ketika bermasalah saja
e. Mengapresiasi perubahan sederhana yang sesuai dengan arahan
2. Mengajarkan makna tanggung jawab
a. Memberikan tugas rutin atas kesepakatan bersama
b. Memberikan konsekuensi, bukan hukuman
c. Ketika menghadapi masalah, orang tua memberikan arahan, kemudian beri ruang bagi remaja untuk memilik bentuk solusi yang akan dia jalankan
d. Jika keputusannya kurang tepat, orang tua menunjukkan cara melakukan dengan benar
3. Membantu mengasah kemampuan dalam meregulasi emosi
a. Menuntun remaja mengenali emosinya pada setiap situasi
b. Menuntun remaja untuk mengambil tindakan terbaik saat merasakan emosi tertentu
c. Menuntun remaja agar fokus pada masalah, bukan pada emosinya
d. Menuntun remaja untuk menunjukkan ekspresi emosi yang sesuai dengan situasi yang terjadi
4. Membantu mengasah kecerdasan sosial remaja
a. Menuntun agar memilih teman terbaik bagi dirinya
b. Mendukung agar anak mau mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah
c. Berdiskusi mengenai cara-cara agar dapat menjalin relasi yang sehat dengan lingkungannya
5. Mengasah kesadaran diri bahwa mereka hidup sebagai hamba Allah SWT.
a. Orang tua perlu mengingat bahwa landasan agar memiliki keluarga Sakinah adalah tauhid
b. Mengingatkan remaja memiliki tanggung jawab sebagai manusia baligh
c. Orang tua mengontrol pelaksanaan ibadah
d. Mengajarkan makna-makna ibadah yang dilakukan
Agar orang tua mampu menjalankan tugas-tugas tersebut, orang tua perlu belajar sehingga kelak memiliki ilmu bagaimana menjadi orang tua yang tidak hanya saleh untuk pribadi, namun juga mampu saleh dan mensalehkan keluarga. Tidak hanya sukses memenuhi kebutuhan anak secara lahir, namun juga mampu memenuhi kebutuhan anak secara batin. Tidak hanya fisik yang dipandang anggun, namun mental juga kuat dan sehat jika orang tua bisa menuntun.
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Nadzira
Masyaallah