Ikhlas dan Bersyukur Mendatangkan Nikmat Tidak Terduga
Tiga tahun lalu, saya sempat resgin dari kantor karena ingin mencari kerja di tempat lebih baik. Dalam proses pencarian kerja tersebut, Covid -19 pun datang menghantam perekonomian keluarga dan diri saya. Lamanya Covid-19 menghantam Indonesia mengakibatkan sektor perekonomian terganggu. Tak hanya itu, sektor perkantoran pun juga merasakan dampak dari wabah tersebut. Ramai PHK besar-besaran dan sulitnya lowongan kerjaan menyelimuti hari-hari saya waktu itu, hingga saya pun ikut sulit mencari pekerjaan.
Suatu ketika kucing saya terkena virus Feline Panleukopenia. Virus mematikan yang bahkan sampai saat ini belum ada obatnya. Saya bertanya dengan diri sendiri tentang musibah yang menimpa saat itu. Apakah baiknya saya diamkan saja kucing ini atau saya bawa kedokter dengan uang seadanya? Tentu, saya takut akan hukuman Allah jika saya membiarkan makhluk bernafas dibiarkan mati tanpa ikhitar. Dengan bergegas saya meminta bantuan kepada paman saya untuk membawa kucing saya ke dokter. Sesampainya di sana kucing saya langsung mendapat perawatan langsung. Sembari kucing saya mendapatkan perawatan, saya menyelesaikan administrasi pembayaran. Saat itu, saya cukup nekat dan memberanikan diri untuk membayar pengobatan kucing saya. Namun, saat akan melakukan transaksi ternyata saldo yang saya miliki tidak cukup, seketika itu saya bingung dan kalut.
Di tengah kebingungan dan kekalutan saya, sang dokter yang tengah merawat kucing saya, datang dan menghampiri saya.
“Tidak apa-apa nanti saja bila kamu sudah ada rezeki, yang penting kucing kamu selamat dulu,” ucapannya mengiris kalbu karena masih ada dokter di dunia ini yang rendah hati dan baik.
Dan sampai saat itu, saya berikhtiar untuk mendapatkan penghasilan dengan menjadi drop ship kerudung dan juga baju gamis. Dengan mengandalkan circle pertemanan, kami saling bahu membahu. Hingga pada saat itu terdapat perkumpulan mahasiswa di kampus yang memberikan saya modal, teman yang lama menghilang membayar hutangnya, juga mendapatkan bantuan dana dari program pemerintah. Dari semua itulah saya usaha. Mulai dari sedikit, hingga lama-lama berkembang. Dari dropship hingga stok barang sendiri (resseler) dan punya onlineshop sendiri sampai merambah jual snack homemade, dan minuman homemade.
Merasa ini sebuah balasan dari Allah, ketika titik rasa down itu muncul Allah seperti menyentuh saya seraya berkata, “Semua akan baik-baik saja, kamu percayalah pada-Ku sebagaimana Aku adalah Tuhan yang Maha Menyanyangi hamba yang mencintai kasih sayang.”
Dahulu para sahabat Rasulullah pernah bertanya, “Apakah bagi kami dalam berbuat baik pada hewan itu ada pahala?” Rasulullah menjawab, “(Berbuat baik) kepada setiap makhluk hidup itu berpahala.” (HR Imam Bukhari)
Intisari dari hadis tersebut meliputi dua hal. Pertama perilaku menolong seekor binatang adalah perbuatan terpuji di hadapan Allah Swt., dan karenanya Allah Swt. beri ampunan. Kemudian perbuatan baik kepada binatang juga bernilai pahala. Sebab itu menjaga dan berbuat baik kepada binatang perlu kita lakukan.
Ketika kita berbuat baik kepada mahluk di muka bumi, Allah secara tidak langsung membalas berkali-kali lipat yang tidak bisa dinalar oleh kalkulator manusia. Jika kita hanya mengharap bantuan manusia, kita tidak akan mendapatkan bantuan sebesar yang Allah berikan. Napi bila mengharapkan bantuan Allah, pasti Ia akan ada pertolongan sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 155.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Dalam proses saya membangun usaha, rasa bersyukur saya kepada Allah Swt. tidak berubah, bahkan makin-makin dan terus ingin berbuat baik dan bersedekah. Sampai suatu ketika, usaha pun down karena saya kena penipuan dan dana usaha yang harus disetorkan lalu dibelanjakan oleh orang kepercayaan saya. Akan tetapi saya tidak menyerah, saya merasa yakin Allah sedang menguji keimanan saya, bahkan sampai saya harus kehilangan salah satu kucing kesayangan saya terkena Calici. Tentu berat, tetapi ini bukanlah hal yang harus saya sedihi, karena setiap ada pertemuan akan ada perpisahaan. Yang abadi hanyalah Allah, maka kita harus terus menambah rasa cinta kita kepada Allah, Sang Maha Agung, Maha Perkasa, Binjaksana, dan Penyayang pada mahluk di seluruh alam semesta.
Pada tahun 2 kedua saya memulai bisnis, saya kembali sambil bekerja. Sembari membangun bisnis lagi, saya berniat, “Ya Allah, semoga dengan adanya berdiri usaha ini, saya bisa membantu mahluk yang tak berdaya di muka bumi-Mu ya Allah.”
Tak terduga, nikmat pun muncul tiada henti. Pada tahun 2023 ini Allah seperti memberi kejutan dengan apa yang saya usahakan, mulai dari apply kamaran kerja hingga usaha tekun yang saya lakukan. Rezeki memang tidak ada yang menduga. Salah satunya panggilan di kantor lama dan kantor baru.
Dari hal ini, saya semakin memahami jika ikhlas itu tidak terbilang. Karena jika kita terus tekun berusaha dan percaya kepada Allah, kita akan Ia bantu. Ucapakanlah akan ada hasil yang manis, dan bila kita percaya bahwa ujian bukanlah rasa benci-Nya kepadamu tetapi Allah ingin melihat rasa ketulusanmu kepada-Nya. Sebagaiman Allah memberi semua kepadamu tanpa hitung-hitungan tetapi sering kali kita lupa bahwa kita selalu hitung-hitungan kepada Allah.
Bahkan sering kita menyakti mahluk lain, tidak hanya manusia, tetapi kepada hewan, tanaman dan bahkan menyakiti bumi dengan pencemaran lingkungan. Tetapi bila dirasa kita ada rasa berkasih sayang dan rasa itu ada di setiap mahluk basah (hidup) balasan akan ada tanpa kita sadari. Namun, bila kita menyakiti, tanpa sadari dalam hidup kita akan ada balasan kejahatan apa yang kita lakukan. Agar tidak mendapat azab pedih di muka bumi dan akhirat, kita harus selalu menerapkan dalam diri kita habluminannas, habluminallah dan hablum minal alam.
Seorang Journalis Politik yang mengenyam pendidikan Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka. Instagram : @pearl.anagram.
