f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
timbal stunting

Kasus Kontaminasi Timbal di Desa Pesarean: Prioritas Pemahaman Pencemaran Lingkungan dalam Penanggulangan Stunting

Di tengah upaya penanggulangan stunting, pemahaman tentang pencemaran lingkungan harus menjadi prioritas. Kasus di Desa Pesarean, Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa hambatan pertumbuhan anak disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dan pemahaman rendah tentang kesehatan lingkungan.

Pesarean sebelum direlokasi oleh pemerintah setempat pada 2009 lalu adalah sebuah desa dengan aktivitas utama warganya sebagai pelebur logam. Kegiatan peleburan logam skala rumahan ini menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga dari tahun 70-80 an. Bukan tanpa sebab, pendapatan dari aktivitas peleburan logam pun tak sedikit. Mayoritas warga pun dapat dibilang sejahtera secara finansial. Kendaraan bermotor roda 2 dan 4 banyak terparkir dan berseliweran di tengah perkampungan mereka.

Namun karena aktivitasnya yang tak mengindahkan kesehatan dan keselamatan kerja, dampak jangka panjang mulai terasa dan berakibat hingga hari ini. Dari aktivitas peleburan logam dan bahan baku aki di desa ini, kontaminasi timbal terhadap warga dan keluarganya menjadi masalah selanjutnya. Menurut riset di tahun 2011, 88% dari 400 orang pelebur logam memiliki kadar timbal dalam darah di atas 10 mg/dL. Dari hasil itu, ditemukan juga bahwa 16% di antaranya memiliki kadar timbal dalam darah di atas 45 mg/dL.

Melihat kasus kontaminasi timbal pada orang dewasa yang cukup memprihatinkan, kasus serupa akan jauh lebih mengkhawatirkan ketika menjangkiti anak-anak. Bayi dan anak kecil menyerap 4-5 kali lebih besar timbal masuk tubuh mereka ketimbang orang dewasa. Anak-anak yang terbiasa bermain di ruang yang terkontaminasi timbal juga memiliki risiko lebih besar. Kontaminasi dapat masuk melalui debu dan tanah tercemar yang digunakan tempat bermain anak-anak, atau seperti bayi yang suka merangkak di permukaan lantai.

Baca Juga  Perkawinan Anak dan Ancaman Terhadap Generasi Emas

Tim dosen ITS melakukan kunjungan ke Desa Pesarean untuk studi beberapa tahun lalu. Mereka mengatakan bahwa suasana desa tersebut tidak seperti desa yang asri pada umumnya. Meskipun masih ada penghijauan, sawah, dan ladang yang luas, terasa adanya paparan hawa panas dari tanah yang mereka pijak di desa itu. Kami yakin bahwa timbal mencemari tanah di sekitar desa tersebut. Limbah sisa peleburan logam berupa debu dan serbuk-serbuk kecil digunakan sebagai bahan baku bangunan serta pengganti pasir dan tanah.

Melihat fakta di tempat kejadian, maka jelas bahwa anak akan memiliki kerentanan yang jauh lebih besar untuk terkontaminasi timbal di area tersebut. Seperti yang kita ketahui, timbal merupakan unsur yang sangat beracun, dan dapat menyerang hampir setiap organ dalam tubuh anak. Kadar timbal dalam darah yang rendah saja sudah dapat membahayakan sistem reproduksi, neurologis, dan kardiovaskular. Bahkan ada tingkat paparan yang sangat tinggi, timbal dapat menyebabkan ensefalopati yang mengancam nyawa, mengakibatkan kejang, kebutaan, keterbelakangan mental, dan bahkan kematian.

Menurut studi dari Unicef, Eeek timbal yang paling membahayakan pada anak-anak adalah pada sistem saraf yang sedang berkembang. Anak-anak yang terpapar timbal bahkan pada tingkat yang sangat rendah berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif, penurunan skor IQ, penurunan prestasi akademik, dan masalah perilaku.

Anak-anak dengan kadar timbal dalam darah 5 mg/dL mendapat skor 3–5 poin atau lebih rendah pada tes kecerdasan dibandingkan teman sebaya mereka yang tidak mengalami peningkatan kadar timbal dalam darah. Temuan ini dan sejumlah temuan lain mendukung konsensus ilmiah kuat bahwa kandungan timbal dalam darah sekecil apa pun dapat berdampak pada kesehatan anak-anak dan orang dewasa.

Baca Juga  Istri dan Anakku, Ada Hikmah Pandemi bagi Fitrah Ekologi dan Kemanusiaan (1)

Berkaca pada kasus ini, stunting akibat kurangnya asupan makanan bergizi baik sebagai penghambat pertumbuhan generasi ke depan tak hanya menjadi satu-satunya alasan. Banyaknya masyarakat yang mengabaikan kesehatan lingkungannya juga faktor penghambat lahirnya generasi yang lebih unggul.

 

Perlu diperhatikan orang-orang yang tinggal di tempat yang tidak layak, bukan hanya mereka yang mengalami kesulitan mendapatkan makanan. Masih banyak masyarakat yang tinggal di tempat tercemar dan tidak sehat, bahkan di tengah aktivitas sehari-hari yang menghasilkan limbah berbahaya. Kawasan tambang, pinggiran sungai, dan tempat-tempat yang jauh dari kata sehat menjadi contohnya.

Menyadarkan dan mencerdaskan masyarakat luas akan kesehatan lingkungan memang bukan perkara mudah yang bisa cepat terselesaikan. Akan banyak tantangan dan kenyataan sosial dan ekonomi yang menjadi penyebab poin ini selalu terabaikan. Namun bila tak segera di sadarkan dan terus di sampaikan, kapan kita akan tersenyum memastikan generasi penerus benar-benar telah terselamatkan.

Bagikan
Post a Comment