f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
jenang dodol

Romantisme Tradisi Jenang Dodol dalam Pernikahan

Menikah adalah impian terbesar setiap pasangan. Pernikahan merupakan sesuatu yang sangat sakral, sebab dari pernikahan tersebutlah setiap manusia akan benar-benar merasakan pahit manisnya kehidupan. Maka dari itu, tak sedikit pula yang mengharapkan agar prosesi pernikahannya berjalan dengan sempurna. Dan hanya terjadi satu kali seumur hidupnya yaitu bersama seseorang yang ia cintai.

Di beberapa daerah terdapat perbedaan dalam menggelar acara pernikahan. Mulai dari tradisi siraman, tradisi pingitan, hingga makanan yang disajikan pun juga memiliki keunikan tersendiri. Salah satu makanan atau pun jajanan yang umumnya kita jumpai saat acara pernikahan adalah rawon, jaddah, wajik maupun jenang dodol. Makanan-makanan tersebut seakan menjadi pelengkap bahkan menjadi simbol. Karena di balik semua makanan tersebut nengandung makna, harapan, dan doa yang sangat dalam bagi pernikahan kedua insan tersebut.

Salah satu jajanan yang paling khas dan menjadi penanda dari digelarnya acara pernikahan adalah jenang dodol. Makanan yang terbuat dari tepung ketan, santan, dan gula jawa ini mengandung makna doa yang sangat dalam bagi kedua mempelai. Oleh sebab itu jenang dodol di beberapa daerah menjadi tradisi yang tidak boleh ditinggalkan. Sebab mereka percaya kalau harapan dan doa mereka akan lebur bersama manis gurihnya perpaduan antara tepung ketan dan santan kelapa tersebut.

Tekstur dari jenang dodol yang lengket tersebut merupakan sebuah harapan dari kedua mempelai sendiri maupun keluarga besar dari keduanya. Di mana mereka berharap dan berdoa agar hubungan pernikahan antara keduanya bisa awet dan selengket jenang dodol tersebut. Makna tersebut pastinya akan selalu menjadi sebuah harapan besar tersendiri bagi setiap pengantin. Sebab siapa pun pasti menginginkan memiliki hubungan yang langgeng dan selalu harmonis dalam sepanjang hidupnya bersama seseorang yang ia cintai.

Baca Juga  Masalah Pernikahan yang Berujung Perceraian

Namun, kita tahu proses pembuatan jenang dodol tidaklah mudah. Banyak tenaga yang harus dikeluarkan untuk dapat menyajikan makanan tersebut. Maka dari itu, tak jarang biasanya sang pemilik hajat akan mengumpulkan kaum laki-laki yang ada di lingkungan sekitarnya untuk membantu mengaduk jenang dodol tersebut. Maka dari itu, tradisi jenang dodol saat acara pernikahan pun dapat dijadikan sebagai sebuah kegiatan yang dapat mempererat tali persaudaraan dengan tetangga sekitar.

Dari proses jenang dodol yang lumayan lama dan membutuhkan tenaga yang ekstra tersebut juga memberi makna yang dalam. Bahwasannya untuk mendapatkan sebuah hubungan yang manis, langgeng, dan harmonis maka diperlukan waktu dan perjuangan yang tidak hanya dalam hitungan jari. Artinya dalam setiap pernikahan, perselisihan itu pasti ada dan di situlah hubungan antara keduanya diuji. Ketika mereka mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang ada serta mampu melewati ujian-ujian tersebut. Maka sudah pasti hubungan pernikahan antara keduanya akan dapat langgeng hingga maut memisahkan. Sebab di antara keduanya sama-sama mau berjuang demi tali pernikahan yang telah mereka ikat.

Selain jenang dodol, biasanya jajanan-jajanan tradisional yang berbahan dasar ketan juga kerap dijadikan sebagai simbol dalam sebuah acara pernikahan. Kita tahu bahwa ketan memiliki tekstur yang lengket, atas dasar tersebutlah jajanan tersebut seakan menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan saat menggelar pesta pernikahan. Mulai dari jaddah, wajik, lemper, rangginan, tape ketan dan semacamnya seakan sudah menjadi tradisi tersendiri yang wajib dilaksanakan. Selain untuk hidangan tamu undangan, jajanan tersebut juga mewakili harapan dan doa dari kedua mempelai sendiri maupun kedua keluarga besar mempelai.

Di balik proses pembuatan dari jajanan tersebut yang bisa di bilang juga cukup rumit. Maka diperlukanlah bantuan dari orang lain terlebih tetangga sekitar. Sehingga selain melestarikan tradisi nenek moyang, prosesi pembuatan jajanan-jajanan tersebut secara tidak langsung juga akan lebih memperat tali silaturrahmi dan persaudaraan antar sesama manusia. Hubungan antar tetangga pun jadi lebih harmonis karena adanya tindakan berupa saling tolong menolong terhadap tetangganya yang sedang memiliki hajat.

Baca Juga  Sosiologi Sebagai Ajang Pemilihan Pasangan Ideal

Sebagaimana firman Allah yang tertuang dalam Qur’an Surah al-Maidah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” Pada dasarnya sendiri manusia merupakan makhluk sosial yang artinya akan selalu membutuhkan kehadiran dan bantuan orang lain dalam kehidupannya. Sehingga ketika ada saudara kita yang sedang mengalami kesusahan atau sedang memiliki hajat, wajib bagi kita untuk membantu meringankan beban mereka. Dengan begitu, hubungan kita dengan sesama manusia pun akan lebih erat. Ketika hubungan itu erat, rekat, dan harmonis bukan kah tidak mungkin akan lebih memudahkan kita untuk meminta tolong kepada mereka, sebab sudah tidak ada lagi perasaan canggung karena tidak saling mengenal dengan akrab.

Bagikan
Post a Comment