f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
doa orang tua ayah ibu

Ayah Ibu, Hati-Hati dengan Doamu

Ketika kami masih kecil, tidak sedikit orang tua yang mengatakan kepada anaknya ketika mendapati anaknya main beras. “Jangan main beras, nanti tanganmu keriting lho”, atau ucapan-ucapan lain yang senada dengan itu. Kalau jaman sekarang, ada juga orang tua yang mengatakan,”Kamu itu nakal sekali seperti setan.” Bagaimana pandangan Islam terhadap ucapan-ucapan seperti itu ?

Ucapan adalah Doa

Betul, memang beginilah adanya. Ucapan seseorang itu terkadang tanpa disadari akan menjadi doa dan mensugesti seseorang untuk melakukan apa yang orang-orang ucapkan kepadanya. Setidaknya, setiap kali ada orang yang menstigma sesuatu kepada orang lain, akan menjadikan perasaan dan hati orang lain tersebut melakukan atau berfikir sebagaimana yang orang-orang sugestikan. Terlebih bagi orang tua, ucapan yang terkadang tidak dimaksudkan untuk doa, bisa menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah.

Dalam hal ini, ada sebuah hadis riwayat Imam Al Bukhari dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita. Dulu, di zaman Bani Israil ada seorang pemuda yang bernama Juraij sangat gemar melakukan ibadah kepada Allah. Suatu saat, ibunya datang kepada Juraij dan memanggilnya. Karena pada saat itu Juraij sedang salat, ia bimbang antara melanjutkan salat atau mengiyakan panggilan ibunya. Juraij pun lebih memilih untuk melanjutkan salatnya daripa mengiyakan panggilan ibunya.

Melihat hal itu, ibunya berkata,”Ya Allah, jangan kamu cabut nyawa Juraij sampai Engkau pertemuan ia dengan para pezina.” Hingga akhirnya, ada seorang perempuan pezina yang ingin menguji iman Juraij. Perempuan itu menawarkan dirinya kepada Juraij supaya sudi melakukan zina bersama. Juraij pun menolak mentah-mentah ajaran perempuan itu. Perempuan itu tidak kurang akal. Ia akhirnya datang kepada salah seorang penggembala kambing dan mengajaknya berzina. Dari hasil zina perempuan dan penggembala itu, lahirlah seorang anak laki-laki. Ketika anak itu lahir, perempuan tukang zina itu mengatakan kepada seluruh penduduk bahwa anak itu adalah anaknya Juraij.

Baca Juga  Islam dan Kemandirian Perempuan

Mendengar hal itu, penduduk kampung itu naik pitam dan tidak menyangka bahwa Juraij sang ahli ibadah melakukan hal yang tidak senonoh itu. Mereka pun mengepung tempat ibadah Juraij, menghancurkannya dan membawa Juraij di hadapan bayi dan perempuan pezina itu. Sebelum Juraij memberikan klarifikasi atas kejadian itu, ia meminta waktu untuk dapat berwudhu dan melakukan salat terlebih dahulu. Selesai salat, Juraij mendekati bayi itu dan bertanya kepadanya,”Wahai bayi, siapa ayahmu ?” Seketika itu, sang bayi menjawab,”Ayahku ialah penggembala kambing itu.”

Karena terbukti tuduhan perempuan pezina itu salah, maka para penduduk kampung itu pun juga merasa bersalah karena sudah menuduh dan menghancurkan rumah ibadah Juraij. Sebagai permintaan maaf, penduduk itu ingin membangun kembali tempat ibadah Juraij dengan emas. Namun ia menolak dan hanya ingin dibangunkan rumah ibadah seperti semula yang terbuat dari tanah liat.

Cerita yang sangat panjang ini, memberikan gambaran kepada kita bagaimana doa seorang ibu atau ayah meskipun terkadang tidak serius, bisa diijabahi oleh Allah. Imam Al Ainiy ketika menerangkan hadits itu menjelaskan (Umdatul Qari, 13/39):

أَنَّ دُعَاءَ الْأُمِّ أَوِ الْأَبِ عَلَى وَلَدِهِ، إِذَا كَانَ بِنِيَّةٍ خَالِصَةٍ، قَدْ يُجَابُ، وَإِنْ كَانَ فِي حَالِ الضَّجْرِ

“Doa buruk seorang ibu atau ayah kepada anaknya ketika niatnya benar, terkadang diijabahi oleh Allah meskipun tujuannya untuk menghardik atas apa yang dilakukan anak.”

Dalam kasus Juraij di atas, sang ibu karena jengkel tidak segera mendapatkan respon yang baik dari anaknya yang sedang salat, ia mendoakan supaya ia tidak meninggal sampai bertemu dan diuji dengan perempuan pezina. Ternyata doa itu benar-benar terjadi. Namun, Juraij bisa melewati ujian yang ia alami dengan baik dan bahkan mendapatkan apresiasi yang sempurna dari masyarakat.

Baca Juga  Kopi Paling Nikmat
Doakan Kebaikan untuk Anak

Karena doa orang tua itu lebih berpotensi untuk diijabahi oleh Allah, maka jangan lupa untuk selalu mendoakan kebaikan kepada anak. Bisa jadi, doa kebaikan itu akan diijabahi oleh Allah sesegera mungkin. Namun, tidak menutup kemungkinan, Allah akan mengijabahi doa-doa baik yang dilantukan orang tua, satu tahun, dua tahun atau bahkan berabad-abad setelahnya. Al Qur’an sudah mencontohkan bagaimana doa yang baik dari orang tua juga akan berimbas kebaikan kepada anak. Dalam surat Al Baqarah ayat 128 dan 129, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pernah berdoa :

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ () رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ()

“Wahai Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepadamu dan keturunan kami (menjadi) suatu umat yang berserah diri kepadamu. Tunjukkanlah kepada kami tata cara ibadah kami dan berikanlah taubat kepada kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. Wahai Tuhan kami, dan utuslah dari mereka seorang Rasul yang membacakan ayat-ayatmu kepada mereka …”

Kedua ayat itu berisi doa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail supaya Allah menjadikan anak turun mereka berdua sebagai orang-orang muslim dan meminta kepada Allah supaya ada dari salah satu keturunan mereka yang menjadi Nabi spesial. Untuk doa yang pertama, Allah benar mengijabahi doa itu dengan segera. Keturunan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim pada awalnya adalah orang-orang yang benar berserah diri kepada Allah.

Namun, doa yang kedua yaitu minta supaya ada Nabi spesial dari keturunan Nabi Ismail, baru diijabahi setelah sekian abad lamanya dengan diutusnya Nabi Muhammad. Artinya, apabila doa itu baik, Allah akan mengijabahi doa baik itu. Namun untuk waktunya, Allah yang lebih tahu, kita sebagai orang tua hanya mengharapkan waktu yang tepat untuk doa kebaikan itu. []

Bagikan
Post a Comment