Hidup Super Ngirit, Miskonsepsi Gaya Hidup Minimalis
Akhir-akhir ini banyak milenial yang tergiur untuk mengikuti gaya hidup minimalis; konsep minimalism atau gaya hidup minimalis banyak diusung kaum milenial karena dianggap dapat memberikan kedamaian dan konsentrasi dalam menjalani kehidupan. Kepopuleran gaya hidup minimalis ini semakin marak dan menjadi viral saat muncul berbagai buku tentang gaya hidup minimalis seperti buku karya Marie Kondo yang judul Marie Method. Adapula beberapa publik figur hingga influencer yang menerapkan gaya hidup minimalis dalam kehidupannya, misalnya Raditya Dika dan Dena Haura.
Namun ada sebagian juga yang menolak dengan anggapan bahwa hidup minimalis itu sama dengan ngirit, pelit dan membosankan. Dengan begitu apa sih arti minimalis sebenarnya? Baik tidak apabila diterapkan dalam kehidupan?
Dalam pengertianya menurut Calleb Backe seorang Business and Walness Expert berpendapat bahwa minimalis adalah cara hidup untuk focuses on what really matters; artinya fokus pada hal-hal yang sangat penting. Oleh karenanya hal-hal yang dianggap kurang penting harus dibuang dan dihindari. Pendapat lain dari Fumio Sasaki dalam bukunya yang berjudul Goodbye Things tentang gaya hidup minimalis ala orang Jepang; ia berpendapat bahwa gaya hidup minimalis adalah seseorang yang betul-betul mengetahui tentang sesuatu yang penting bagi dirinya sendiri dan tetap mempertahankan hal-hal tersebut untuk dirinya sendiri.
Sederhananya gaya hidup minimalis adalah gaya hidup dengan memprioritaskan kebutuhan yang paling penting dan meninggalkan segala hal yang tidak penting bagi dirinya sendiri. Orang bisa dibilang minimalis ketika ia menyingkirkan sesuatu yang tidak penting dan membeli; memiliki atau melakukan sesuatu yang lebih penting bagi dirinya sendiri. Dalam jangka panjang manfaat gaya hidup minimalis menurut Fumio Sasaki memiliki dampak yang jauh lebih besar; dibandingkan rasa bersalah akibat membeli atau menyimpan banyak barang yang tidak dibutuhkan.
Sayangnya masih banyak orang yang belum sepenuhya tepat dalam mengartikan gaya hidup minimalis. Perilaku super hemat sering kali dikaitkan dengan gaya hidup frugal (hemat) atau minimalis. Apakah kemudian menerapkan gaya hidup super hemat dalam konsep minimalis itu salah? Sebenarnya tidak ada masalah, misalnya dengan menerapkan perilaku super hemat dalam beberapa kasus orang justru lebih memilih untuk membatasi jumlah, kualitas dan harga barang. Namun sebenarnya dalam menerapkan gaya hidup minimalis bukan pada masalah jumlah barang atau kualitasnya. Namun ada pada masalah kebutuhan diri sendiri dan yang dianggap lebih penting.
Kesalahan umum lainnya mengenai penerapan gaya hidup minimalis adalah tidak ada kata self reward, hidup tanpa sosial media dan sebagainya. Namun kenyataan hidup tidak hanya tentang kebutuhan namun juga kepada keinginan, dan keinginan bentuknya adalah subjektif; mungkin jika kita sekarang berada di level masih sebagai pelajar atau masih memilki penghasilan yang sedikit maka kita cukup memenuhi kebutuhan saja. Namun tidak juga dipungkiri ketika level kita naik dengan gaji yang lebih besar; maka setelahnya kita bisa memenuhi keinginan dengan fokus utama keinginan yang berdampak positif.
Konsep utama yang diterapkan dalam gaya hidup minimalis sebenarnya bukan untuk mempersulit keadaan; justru tujuan utamanya adalah sebagai tolls seseorang dalam mencapai ketenangan, kebahagiaan dan terhindar dari sifat overthinking karena terbatasi oleh gaya hidup yang super irit.
Lalu bagaimana cara menjalani gaya hidup minimalis sebenarnya? Jawabannya adalah dengan menjalani kehidupan bermakna untuk diri sendiri. Salah satu buku tentang bagaimana menjalani kehidupan bermakna adalah dari buku Minimalism Live a Meaningfull Life karya Joshua Fields Millburn.
Millburn dulunya merupakan seorang pegawai dengan gaji menjanjikan, tetapi pada akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerkerjaanya; baginya ini merupakan keputusan yang tepat. Karena menurutnya, pekerjaan pada masa itu tidak mendatangkan kebahagiaan. Ia kemudian lebih memilih mengembangkan passionya dalam bidang menulis dan merumuskan lima aspek dalam menjalani kehidupan yang lebih bermaka dalam bukunya.
Pertama adalah health (kesehatan) seseorang harus memiliki kadaan mental, jiwa dan fisik yang sehat. Kedua adalah relationship atau hubungan, mulai dari hubungan dengan keluarga, pasangan, rekan kerja maupun dengan orang lain. Ketiga passion, seseorang harus memiliki hobi atau minat terhadap sesuatu. Setelah menemukan passion selanjutnya adalah growt atau mengembangkan diri, belajar untuk bagaimana agar diri sendiri mampu berkembang setiap harinya secara konsisten. Aspek terakhir yaitu contribution, kontribusi ini dapat berupa material atau non-material.
Memahami konsep kehidupan minimalis menurut Joshua Fields Millburn kita diberikan pandangan bahwa dalam menjalani kehidupan memilki banyak barang dan karir gemilang bukan menjadi satu-satunya hal untuk bisa bahagia. Pada intinya gaya hidup minimalis adalah kita lebih bisa menghargai dan menilai apa yang sudah kita miliki dengan cara mengurai hal-hal yang tidak penting; karena hal yang tidak penting itu akan menjadi distraksi dan menghalangi fokus kita dalam memaknai dan menjalani hidup.
Mahasiswa fakultas Tarbiah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang asal Banyuwangi. Instagram : nnimwakindiyaa Facebook : nimas yuhyih.
