f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
birth ball

Menurunkan Potensi Nyeri Persalinan dengan Latihan Birth Ball

Pada proses persalinan, nyeri persalinan merupakan salah satu masalah bagi ibu bersalin. Rasa nyeri tersebut dapat menjadi rintangan besar dalam persalinan; jika tidak diatasi akan mengakibatkan kemajuan persalinan yang lambat dan kesejahteraan janin terganggu. Oleh karena itu, perlu upaya untuk menghilangkan rasa nyeri persalinan. Salah satu teknik relaksasi dalam penanganan nyeri saat persalinan dengan menggunakan birth ball; yang juga dikenal sebagai fitball, swiss ball, dan petzi ball dalam senam pilates. Birth ball adalah bola berbahan dasar lateks berisi udara yang menyerupai gym ball, tetapi ukurannya lebih besar yang dimanfaatkan untuk membantu kemajuan persalinan.

Penggunaan birth ball merupakan salah satu metode non-farmakologis dalam mengatasi nyeri persalinan. Menurut Reeder (2011), metode ini terdiri dari 3 sistem, yaitu sistem motivasional-afektif, sistem kognitif-evaluatif, dan sistem sensori-diskriminatif. Adapun latihan dengan birth ball sebagai pereda nyeri mencakup 2 dari 3 sistem tersebut; di antaranya ialah sistem kognitif-evaluatif dan sistem sensori-diskriminatif.

Birth ball sebagai pereda nyeri persalinan dengan sistem kognitif-evaluatif karena dapat memberikan kepada ibu rasa memiliki kemampuan untuk mengendalikan nyeri dan menurunkan pikiran negatif terhadap nyeri melalui teknik pengalihan perhatian dan pergerakan fisik yang berpola.

Penggunaan birth ball ini memfasilitasi ibu bersalin untuk melakukan gerakan fisik yang berpola dengan pelvic rocking (menggoyangkan panggul searah putaran). Menurut Sahtria (2013), pelvic rocking dapat memperkuat otot-otot perut dan pinggang, mengurangi tekanan pada pinggang; membantu ibu relaks sehingga dapat mengurangi ketegangan yang berdampak pada pengurangan nyeri persalinan yang ibu rasakan. Sedangkan pada sistem sensori-diskriminatif, penerapannya melalui pengaturan posisi untuk mengurangi persepsi ibu terhadap nyeri.

Dengan penggunaan birth ball ini, ibu akan memiliki pergerakan yang bebas di atas birth ball dengan posisi ibu yang tetap duduk dengan tegak. Oleh karena itu, bentuk gerakan yang dilakukan dengan penggunaan birth ball ialah duduk dengan posisi tegak dan menggoyangkan panggul perlahan selama kontraksi berlangsung. Gerakan tersebut akan menambah ukuran pelvis pada ibu bersalin sehingga dilatasi serviks dapat terjadi lebih cepat.

Baca Juga  Kenali Gejala dan Penyebab Kolik pada Bayi

Latihan birth ball sendiri dapat ibu lakukan dari trimester I sampai trimester III, sesuai dengan kebutuhan dan atas rekomendasi dari tenaga kesehatan. Dengan kondisi yang mendukung, dapat dilakukan latihan 30 menit persesi latihan sebanyak 2 kali selama 60 menit pada kala I fase aktif persalinan (pembukaan 4-7cm).

Manfaat yang ibu dapatkan dengan menggunakan birth ball selama persalinan adalah dapat mengurangi rasa nyeri; meningkatkan mobilitas panggul ibu hamil; membantu mempercepat proses penurunan kepala janin; mengurangi durasi persalinan kala I; memfasilitasi peregangan perineum dengan optimal; mengoptimalkan aliran oksigen dan sirkulasi darah ke janin; mengurangi kecemasan; serta meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan ibu.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, dapat menggunakan beberapa tips penggunaan birth ball; antara lain atur bola untuk tidak mengembang secara maksimal agar lebih nyaman digunakan; duduk di atas bola dengan talapak kaki rata di lantai; dan rentangkan kaki membentuk tripod, serta posisikan duduk dengan tegak di atas bola. Lakukan juga gerakan duduk di atas bola sambil mendorong seperti ayunan atau menggoyangkan panggul dengan perlahan tetapi pasti.

Melakukan latihan dengan menggunakan birth ball saat mulai memasuki kala I persalinan sangat dianjurkan; karena pada masa itulah nyeri persalinan akibat kontraksi uterus berlangsung secara reguler dengan intensitas yang semakin lama semakin kuat dan semakin sering (adekuat). Jika latihan fisik dengan birth ball ini dilakukan dengan baik dan teratur maka rasa nyeri akan terasa berkurang; dan dapat menimbulkan rasa nyaman karena elastisitas dan lengkungan bola merangsang reseptor di panggul yang bertanggung jawab untuk mensekresi endorfin.

Birth ball mungkin belum banyak digunakan oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti memerlukan biaya untuk membeli birth ball dan latihan dengan pendamping, memerlukan waktu luang yang banyak untuk melakukannya; atau karena ibu hamil malas berolahraga. Padahal seperti yang sudah dijelaskan tadi, latihan birth ball ini sangatlah banyak manfaatnya.

Baca Juga  PMS; Si Syndrome yang Dibenci Perempuan

Pada salah satu penelitian, awalnya terdapat 7 dari 20 responden mengalami nyeri menjadi 0 dari 20 responden mengalami nyeri. Kemudian, pada penelitian yang lain menunjukkan bahwa lama persalinan kala I pada ibu bersalin yang diberikan terapi birth ball waktunya lebih cepat yaitu 6,81 jam dibandingkan dengan responden yang tidak diberikan terapi birth ball dengan lama waktu 8,53 jam.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa birth ball merupakan salah satu alat atau media yang baik untuk memfasilitasi mobilisasi dan dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri persalinan dengan cara non-farmakologi. Diharapkan bidan atau tenaga kesehatan yang membantu persalinan dapat menggunakan latihan birth ball sebagai media untuk penerapan asuhan sayang ibu pada kala I fase aktif. Bila perlu, ibu bersalin diberi pendampingan dalam pelaksanaan teknik latihan birth ball. Kepada para ibu hamil juga hendaknya mencari informasi lengkap mengenai persalinan dengan metode birth ball ; dan mempertimbangkan penggunaan birth ball untuk alternatif pengurang rasa nyeri akibat persalinan.

Bagikan
Post a Comment