f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
angkutan

Kisah Sepeda Butut Kala Pandemi

Ketika manusia memiliki akal, tentu dengan akal ia bisa mengatasi masalahnya, bahkan lebih dari itu bisa melakukan sesuatu untuk kebaikan hidupnya. Pandemi covid 19 telah memberi dampak yang begitu terasa dalam kehidupan. Tentu saja hal ini bisa menjadi bahan renungan, adanya ujian bukan untuk dikeluhkan tetapi sebagai manusia berakal bagaimana berjuang dan bekerja keras berusaha untuk melewati ujian itu secara baik. Salah satunya melalui kisah sewa sepeda butut.

Benar ketika itu, saat PSBB berlaku di kotaku, sama seperti PPKM Darurat banyak orang yang terbatasi aktivitasnya sehingga tak bisa kemana-mana. Namun bagi anak-anak, jika komplek perumahan ditutup, jalan-jalan disekat atau gang-gang tak bisa dimasuki orang dari luar, tak membuatnya harus terdiam pasrah. Mereka harus menikmati waktunya dengan bermain dan banyak cara yang bisa mereka lakukan untuk menyenangkan hatinya.

Hal itu ternyata menjadi inspirasi bagi ayahku yang kini menginjak usia 72 tahun. Dia termasuk orang yang terbilang happy di saat menjalani kehidupannya. Keenam anaknya adalah laki-laki semua dan empat orang sudah menikah hingga ia memiliki cucu delapan orang. Hobinya adalah bersepeda. Walau setua itu tetapi ia menikmatinya, sehingga dua kali seminggu masih mampu mengayuh sepeda. Sedikit keahliannya bisa menyervis sepeda dan bersama ibuku akhirnya memilih menyewakan sepeda untuk anak-anak kala itu. Dia pun  melakukan bisnis jual beli sepeda.

***

Semuanya bermula dari sepeda butut milik anakku. Sepeda itu sih sebenarnya masih bisa berfungsi untuk bersepeda. Sayang, anak-anakku sudah tak mau menggunakan sepeda itu lagi. Ayahku meminta isteriku agar mau memberikan sepeda itu untuk disewakan kepada anak-anak sekitar. Isteriku mengiyakan dan dua sepeda itu dibetulkan dan kemudian bisa disewakan untuk anak-anak. Terlihat rasa senang di wajah anak-anak itu hingga kabar ada penyewaan sepeda menyebar juga kepada anak-anak yang lain.

Baca Juga  Anak Pendeta yang Jasadnya Dimandikan Malaikat

Ternyata konsumennya bukan anak-anak sekitar saja melainkan datang juga dari beberapa RW lain. Anak-anak tersebut antusias bersepeda untuk membunuh kejenuhan dan kebosanan setelah belajar daring. Harga sewa satu jam Rp 4000,- dan tiga puluh menit Rp 2000,- membuat mereka tak kemahalan untuk menyewa sepeda tersebut. Tentunya dengan banyaknya anak-anak yang menyewa sepeda itu menambah penghasilan kedua orangtuaku sehingga perlahan tapi pasti bisa menambah jumlah sewa sepeda. Sepeda-sepeda butut itu bisa terbeli tetangga atau di pasar loak dengan harga Rp 75.000,- sampai Rp 100.000,-.

Tentu saja usaha sewa sepeda ini bukan tanpa resiko, sebab anak-anak yang menyewa sepeda tidak semuanya tertib terhadap waktu. Mereka kadang ada yang sewa satu jam, waktunya bisa menjadi dua jam karena dia keliling bersepeda ke tempat yang jauh. Akibatnya kedua orantgtuaku harus mencari-cari sepeda itu dan menngingat-ingat anak yang menyewa sepeda itu dengan cara menanyakan kepada anak-anak lain yang menyewa sepeda itu. Khususnya pada saat bulan Ramadan 2020, di sanalah waktu yang paling ramai penyewaan sepeda karena banyak anak-anak yang ngabuburit. Tidak hanya menjelang maghrib, tetapi usai Shalat Subuh pun banyak pula anak yang sudah menyewa sepeda tersebut.

***

Namun pendapatan dari sewa sepeda itu terbilang menguntungkan dengan banyaknya anak-anak yang menyewa sepeda itu. Ya, harus kuakui setidaknya ada bagian untuk anak-anakku sehari dua puluh ribu untuk jajan kedua anakku. Jika lagi ramai maka keuntungan sewa sepeda itu bisa menghasilkan uang sampai serratus ribu lebih tetapi jika tidak terlalu ramai maka enam puluh ribu pun itu tetap rezeki dari Allah.

Realita tersebut setidaknya bisa membantu kedua orangtuaku yang tidak memilki penghasilan tetap, walaupun ibuku sendiri mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Uniknya, penghasilan dari penyewaan sepeda itu lebih besar daripada dengan jual beli sepeda walaupun saat itu tren bersepeda sedang ramai dan banyak orang yang membutuhkan sepeda. Namun anehnya, justru ada sepeda yang hampir delapan bulan ada di rumah orangtuaku sulit terjual. Tentu saja jika melihat kondisi ini maka ternyata sepeda-sepeda butut itulah yang sungguh sudah untuk menghasilkan uang.

Baca Juga  Sifat Cemburu Aisyah binti Abu Bakar

Dari awalnya dari dua sepeda butut ternyata kini ada sekitar delapan sepeda. Kendati memang hari-hari ini jelas penghasilannya menurun karena mungkin anak-anak itu sendiri sudah bosan. Namun aktivitas sewa sepeda itu tetap masih bisa orangtuaku lakukan karena memang menjadi sumber penghasilan mereka berdua. Tentu saja ini menjadi sebuah realita, umur tua tak menjadikan diri harus selalu terdiam tetapi jika mau berikhtiar sudah tentu rezeki Allah berikan. Sepeda-sepeda butut itu ternyata bisa menjadi sumber rezeki.

***

Adanya aktivitas itu membuat kedua orangtuaku merasa enjoy menikmati kehidupannya. Tak ada gurat-gurat beban hidup dan kesedihan di wajah keduanya padahal ketika anak-anaknya masih sekolah hidupnya terpuruk secara ekonomi. Namun ketika tua, Alhamdulillah anak-anaknya walau tidak hidup lebih namun setidaknya tidak menjadi beban bagi kehidupannya. Bahkan ayahku mengingatkan kepada anak-anaknya agar senantiasa bersilaturahmi dengan siapapun untuk mendatangkan rezeki. Karena terlalu banyak diam di rumah takkan pernah terbuka pintu rezeki karena walaupun rezeki itu langsung dari Allah tetapi sebabnya berasal dari hubungan antar manusia.  

Seorang rekan mengatakan salut dengan apa yang ayahku lakukan. Katanya di saat orang lain mengeluh dengan keadaan tetapi dengan keyakinannya ia mau melakukan sesuatu yang tak orang lain lakukan. Buktinya, biar tidak besar tetapi ada penghasilan yang didapatkannya. Di sini ada pelajaran jika mau berusaha maka Allah akan menurunkan rezekinya. Biarpun sepedanya butut tetapi ternyata bisa menghasilkan rezeki dan itu patut disyukuri. Sekali lagi, ternyata peluang untuk bisa menjemput siapaun dapat melakukannya walau harus dilakukan lelaki yang sudah tua.

Maka jika ada kemauan, sesuatu itu pasti bisa tercapai. Yakinlah kepada Allah. Saat ada kesulitan dan kita yakin mengatasinya maka Allah akan memudahkan kita keluar dari kesulitan itu. Intinya, berusahalah karena Allah menyukai orang-orang yang mau berusaha sekuat tenaga dengan kemampuannya mengais rezeki dan tidak suka kepada orang yang menyerah lantas mengeluh dan menjadikan mengemis sebagai hal yang justru menurunkan harga diri seseorang.

Bagikan
Post a Comment