f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pendidikan karakter

Pandemi Covid-19 Mengingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter

Pandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia. Bahkan, jumlah kasus akhir-akhir ini malah meningkat drastis. Tanggal 9 Juli, pemerintah menyampaikan kasus terkonfirmasi positif mencapai angka 2.455.912 jiwa; sembuh 2.023.548 jiwa, dan sebanyak 64.631 jiwa meningal karena Covid-19. Hari demi hari, kasus bertambah hingga dua kali lipat.

Kini, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yakni PPKM Darurat. Aktivitas industri-ekonomi-pariwisata yang mulai normal, kini mendadak ditutup. Berbagai lokasi wisata kembali ditutup. Bahkan jalan-jalan penghubung beberapa ditutup pemerintah lokal. Kantor-kantor pun ikut ditutup. Segala kegiatan masyarakat kembali diperketat.

Salah satu yang perlu kita soroti adalah aktivitas belajar mengajar, atau sekolah. Dunia pendidikan tidak jadi tatap muka. Meski begitu, kegiatan belajar mengajar tetap harus kita laksanakan, yakni dengan metode daring. Sampai sekarang, metode ini masih menjadi alternatif pilihan, mulai di Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan tinggi. Metode daring termasuk metode baru bagi para guru di Indonesia.

Metode daring merupakan metode pembelajaran secara online, yakni segala kegiatan belajar mengajar dengan menggunakankan kecanggihan teknologi dan media internet. Bagi sebagian guru, ini merupakan hal yang sulit; apalagi bagi mereka sudah masuk masa pensiun dan sudah tua. Belum lagi, masalah jaringan internet yang belum menyebar baik di seluruh wilayah Indonesia. Tentu, ini menjadi kendala serius di dunia pendidikan Indonesia.

Namun bukan berarti orang tua tidak memiliki peran penting dalam pendidikan. Hanya saja, pemerintah dan guru adalah dua mata uang yang tidak boleh bergerak sendiri di bidang pendidikan. Orang tua biasanya sudah pasrahkan anak kepada guru, sehingga orang tua lebih memilih banting tulang mengais rezeki.

Fokus pendidikan karakter

Selama ini, sekolah selalu mengutamakan pendidikan karakter pada anak. Bisa dilihat ketika anak masuk sekolah wajib menerapkan 5S: salam, sapa, senyum, sopan, dan santun. Bagaimana kabar anak-anak saat ini, yang tidak bisa masuk sekolah? Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hanya mampu mengakomodir sebagian pendidian karakter. Kini orang tua yang berperan mendampingi anak selama pembelajaran, meski faktanya tidak semua orang tua bisa melakukan hal itu.

Baca Juga  Mengapa Disiplin Diri Menjadi Penting?

PJJ juga menurunkan konsentrasi anak. Belum lagi, waktu pembelajaran berkurang dari waktu normal biasanya. Ditambah guru tidak mampu melihat sekaligus mengawasi secara langsung perkembangan anak, sehingga nilai akumulatif diberikan dengan ‘bayang-bayang’ kepribadian anak sebelum ada pandemi. Kelas online memang tidak menjadi solusi untuk pembentukan karakter anak.

Pendidikan karakter adalah prioritas utama kurikulum pendidikan. Anak memiliki ilmu yang tinggi, banyak, luas, tetapi tanpa karakter yang baik anak menjadi kurang terlihat bagi masyarakat. Setiap hari bisa menjadi buah bibir masyarakat karena perilaku yang tidak sesuai norma masyarakat itu. Sebaliknya, meski bodoh, tetapi akhlaknya bagus, sesuai norma-norma di masyarakat, maka akan lebih diterima dan dipandang sebagai orang baik. Alangkah baik lagi, anak itu pintar dan berakhlak mulia.

Bagi umat muslim, semua mengetahui bahwa Nabi Muhammad Saw diutus untuk menyempurnakan akhlak. Ilmu, kepintaran, kepandaian, tidak akan ada artinya jika tidak dihiasi dengan akhlak yang baik. Sebab itu, akhlak lebih utama daripada ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad saw dikenal sebagai orang yang buta huruf. Akan tetapi, masyarakat sangat mengenal beliau karena kepribadian yang sangat baik: suka menolong, sopan, ramah, dan sebagainya.

*

Dewasa ini, semua orang mempunyai dua dunia: maya dan nyata. Jika kita cermati dunia maya, banyak orang intelektual tetapi tidak berakhlak. Contoh yang pernah terjadi: seseorang dengan kepintarannya membuat akun ‘gambar monyet’ lalu seenaknya mencemooh ulama, kiai, menghujat sana-sini. Faktor yang memengaruhi rendahnya akhlak seseorang salah satunya yakni perkembangan zaman, alias kemajuan teknologi, media sosial, dan lingkungan baik dunia maya maupun nyata.

Di sinilah ‘PR’ dalam dunia pendidikan di Indonesia. Baik sewaktu belum muncul kasus Covid-19 maupun masa pandemi ini bahkan setelah pandemi. Pendidikan perlu memfokuskan kembali mana yang primer, mana sekunder, dan mana tersier. Pendidikan karakter adalah kebutuhan primer pendidikan. Maka, kebutuhan ini harus benar-benar kita mayangkan lebih dahulu.

Baca Juga  Pentingnya Pembelajaran Agama Sejak Dini

Guru mengajar di sekolah pasti paham, pendidikan karakter mencakup banyak hal. Di antaranya ada 5 fokus karakter, antara lain: religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan goyong royong. Sila pertama pancasila berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah tema penting dalam pendidikan karakter religius.

Salah satu caranya lewat pendidikan karakter religius dan nasionalis. Pendidikan karakter religius mengandung nilai menjunjung tinggi toleransi, hidup rukun, dan damai antar umat, antar golongan dan ras. Sedangkan pendidikan karakter nasionalis menitikberatkan pada kepentingan bangsa dan negara di atas kepetingan pribadi dan golongan. Termasuk keberhasilan pendidikan karakter nasionalis adalah ketika mampu merawat tradisi dan budaya di Indonesia yang melimpah ruah.

*

Pendidikan karakter gotong royong penting agar menghargai semangat kerja sama. Jika pendidikan karater gotong royong ini berhasil, maka akan timbul pribadi yang suka tolong menolong. Situasi pandemi tidak akan menyulitkan. Orang mampu dapat membantu orang miskin. Tidak ada kasus pencurian seperti pada masa awal pandemi.

Selanjutnya, pendidikan karakter mandiri. Semua orang tidak boleh menanamkan sikap ketergantungan pada orang lain. Individu harus menjadi kreatif, memiliki etos kerja yang baik, dan ketangguhan. Sehingga, ketika pandemi Covid-19 mencul dan tidak tahu kapan berakhir, seseorang tidak akan kebingungan, tidak akan putus asa karena tidak sekolah dan tidak bekerja. Tenaga, pikiran, dan waktu akan senantiasa siap ketika menjumpai situasi rumit semacam pandemi ini.

Juga, yang tidak kalah penting adalah pendidikan karakter intregritas. Seseorang berlatih bertanggung jawab, aktif di bidang sosial, dan menjadi keteladanan kepada masyarakat. Integritas merupakan atribut penting seseorang. Sebab, integritas mengarah kepada tindakan-tindakan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Pandemi Covid-19 ini muncul mengingatkan dunia pendidikan betapa pentingnya pendidikan karakter. Maka pendidikan yang fokus terhadap bidang-bidang tersebut harus tambah waktunya. Sebab, ini memerlukan perhatian khusus lagi serius. Jika pendidikan karater berhasil kita tanamkan kepada anak, maka kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara akan semakin indah.

Bagikan
Post a Comment