f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
dia jodohmu

Kenali Tanda Ini untuk Menyakinkan Diri Bahwa Dia Adalah Jodohmu

Setiap manusia yang berakal sehat, baik ruhani maupun jasmani tentu menginginkan untuk melakukan suatu pernikahan ketika sudah dewasa. Namun untuk mencapai suatu pernikahan, tentunya memiliki tahapan-tahapan untuk dilakukan dalam menyongsong masa depan dengan siapa akan berjodoh kita perlu mempersiapkan diri.

Yakinkah Dia Jodohmu?

Membicarakan tentang jodoh, nampaknya bagi saya yang berstatus mahasiswa semester tua perlu melakukan suatu pengamatan dalam melihat realita; bahwa dalam mempersiapkan pendamping hidup bukan hal yang patut kita sepelekan.

Pada prinsipnya perjalanan kehidupan manusia dari fase remaja menuju dewasa selalu disuguhi oleh kegiatan tarik menarik rasa antara lawan jenis. Tak jarang anak muda yang memiliki prinsip kuat dalam menjaga rasa; selalu memberikan kisah yang ciamik untuk menciptakan cinta yang suci nan agung.

Namun, dalam menggapai suatu impian dua insan yang saling mencintai – tapi belum mampu untuk melakukan pernikahan; terkadang dirundung suatu masalah yang menyesakkan dan seringnya bertanya-tanya dalam batin, benarkah ia jodohku?

Maka untuk menjawab pertanyaan itu kita harus memahami terkait tanda-tanda yang senantiasa kita lewati selama berproses. Seseorang yang masih berstatus single selalu merasa khawatir dan cemas ketika harus memilih jalan dalam menuju pernikahan. Haruskah memantapkan diri dengan jalan pacaran? Atau dengan istilah komitmen dua insan? – yang terkadang merasa tergantung karena tidak ada status pacaran. Atau bahkan tidak keduanya.

Perasaan suka yang berbuah cinta tentunya membutuhkan proses panjang, pada umumnya cinta yang tumbuh selalu berawal dari mata yang kemudian turun ke hati. Dan biasanya pasangan yang awet selalu memupuk rasa dengan perhatian, kasih sayang, serta pengertian. Namun masalahnya, seringkali kita bertanya-tanya, “apakah dia jodohku?, atau bagaimana agar yakin bahwa dia yang aku suka jodohku”.

Baca Juga  Bias Gender dalam Algoritma AI
Tanda-tanda Mengenali Dia adalah Jodohku

Untuk mengukuhkan rasa percaya diri bahwa “dia adalah jodohku”, maka kita harus faham terkait dengan tanda-tanda yang mengiringi prosesnya, antara lain

  • Senantiasa Merasa Nyaman Ketika Bersamanya

Apabila kita memiliki rasa yang sama dengan orang yang kita sukai, rasanya selalu ingin bertemu bahkan selalu mencari-cari alasan untuk bertemu. Di sisi lain, dengan rasa nyaman itu  telah membuat kedua insan sangat terbuka untuk saling bercerita, berbagi kisah dan kasih bahkan tabir yang menghalangi rahasia masing-masing sudah bisa saling mengakses.

Tentunya dalam konotasi positif, misal mengetahui kesukaan atau ketidak sukaan dari masing-masing pasangan. Bahkan rasa benci, suka, dan keluh kesah sangat nikmat berbagi dengan orang yang kita sukai, dan terkadang meskipun tidak mampu memberi solusi atas keluhan, bercerita dengan orang yang memiliki frekuensi sama adalah hal yang menyenangkan.

1. Menjadi Lebih Baik Berkat Kehadirannya

Ciri yang kedua adalah kita menjadi lebih baik dari hari kemarin atas kehadiran orang yang kita cintai. Tidak bisa kita pungkiri, seseorang yang telah memiliki rasa nyaman, itu karena pasangan tidak pernah menuntut orang yang ia sukai untuk menjadi orang lain, bahkan ketika melihat kekurangan pada salah satu pasangan mereka bisa saling memaklumi.

Akan tetapi, secara fitrah, manusia tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik ketika berhadapan dengan orang yang ia sukai. Mereka yang sadar bahwa dunia bersifat dinamis, maka dalam mempertahankan rasa nyaman keduanya bisa saling memperbaiki diri.

Sebagai contoh yang bisa kita jadikan sampel adalah kisah yang sering menimpa beberapa aktivis mahasiswa. Di sini kita menggunakan nama samaran, sebut saja  laki-lakinya bernama Agus dan perempuannya bernama Nur.

Baca Juga  Puasa Medsos Sejenak dalam Kegentingan Covid

Dikisahkan, Agus ini adalah mahasiswa yang aktif dan berprestasi di kampus, akan tetapi Nur ini adalah mahasiswi mageran dan minim prestasi. Ketika mereka sudah mengenal dan saling suka, si Nur tentunya merasa minder saat melihat keaktifan orang yang ia sukai. Dengan rasa minder yang diolah dengan baik, kemudian Nur termotivasi atas prestasi yang diperoleh oleh Agus, kemudian hal tersebut telah menjadikan Nur menjadi mahasiswi aktif dan berprestasi juga.

2. Restu dari Kedua Orang Tua Masing-masing Sudah didapatkan

Ketika kita memiliki rasa terhadap orang lain, alangkah baiknya kedua orang tua masing-masing pasangan mengetahui dengan siapa anaknya menjalin kasih. Dengan mengetahuinya masing-masing keluarga, ini berarti bahwa hubungan dari kedua insan ini tidak main-main.

Ketika sudah saling mengenal bahkan ketika terjadi masalah; kedua insan yang menjalin kasih harus berpikir dua kali dalam memutuskan hubungannya. Karena hubungan keduanya sudah diketahui oleh keluarga; artinya anak yang menjalin kasih memiliki rasa tidak enak ketika harus meninggalkan pasangan tanpa alasan yang rasionali.

Di sisi lain, dengan menceritakan perasaan anak kepada orang tua, orang tua tidak lagi ikut campur dalam jodoh-menjodohkan anak-anaknya. Karena Ia sudah mengetahui bahwa anaknya telah memiliki calon atas pilihannya sendiri.

Ketika mendapat lampu hijau dari kedua orang tua masing-masing, sudah dapat dipastikan cita-cita dua insan yang saling mencintai dapat segera diwujudkan di atas pelaminan. Syaratnya jangan menceritakan hal-hal buruk pasangan kepada orang tua, karena itu dapat mengakibatkan orang tua ragu jika harus merestui pernikahan anak-anaknya.

 3. Berjanji, Saling Janji, yang Berujung Aqad

Sudah sekian lama hidup dalam kesendirian telah menghantarkan seseorang untuk berniat melakukan pernikahan. Ketika sudah menemukan seseorang yang pas, alangkah baiknya kisah cinta dua insan bisa diteruskan ke pelaminan.

Baca Juga  Asumsi Rumah Tangga Sebagai Kodrat Perempuan

Kita yang memiliki frekuensi yang sama, tentunya memiliki rasa gemetar ketika kedua bola mata saling menatap. Sebelumnya, kita harus berjanji pada diri sendiri dalam mengukuhkan dan menjaga perasaan. Berjanji bahwa dialah satu-satunya yang kita perjuangkan.

Kemudian, saling janji. Dengan begitu, masing-masing pasangan dapat mengetahui dan saling memperjuangkan serta mengusahakan. Karena mencintai manusia berbeda dengan mencintai benda.

Jika mencintai benda cukup satu pihak yang mencintai; sedang mencintai manusia harus ada timbal balik. Tidak ada manusia yang mau berusaha sendirian, kecuali ia dibutakan oleh cinta dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi bahwa dia juga mencintai.

Pada prinsipnya, cinta yang bertepuk sebelah tangan adalah sesuatu hal yang menyesakkan; maka untuk meminimalisir praktik ghosting, perlu adanya ketekadan hati yang kuat untuk saling janji dan menjaga rasa dalam memperjuangkan cita-cita bersama.

Pada dasarnya manusia hanya mampu berdoa, usaha, ikhtiar dan tawakal. Kita wajib bermunajat kepada Allah dan apabila segala upaya telah dilakukan, maka tinggal Allah yang memutuskan.

Jika kamu dan atau aku merasakan sinyal-sinyal bahwa kita akan berjodoh, alangkah baiknya kita selalu menjaga hubungan ini dengan baik. Barangkali kisah kita sudah banyak yang melewatinya, tapi tidak semua mampu memaknai setiap prosesnya maka jangan sekali-kali mengukur baju sendiri di badan orang lain.

Selamat untuk kita dalam menjalani kehidupan ini, semoga kisah cinta kita (aku, kamu, dan pembaca) selalu mendapat keridhaan dan kebahagiaan dari Allah Swt.

Bagikan
Post a Comment