f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
jawa dan batak

Pernikahan Unik Suku Jawa dan Suku Batak

Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, tradisi serta adat istiadat. Masing-masing budaya yang ada pada setiap daerah memiliki nilai sejarah dan corak beserta bentuknya;.

Unsur dari kebudayaan tersebut tidak terlepas dari kehidupan manusia yang terbentuk dalam sebuah masyarakat; di mana masyarakat hidup, disitulah muncul kebudayaan. Jadi antara, kebudayaan dan masyarakat saling terkait satu dengan yang lain.

…

Setiap makhluk yang berada di muka bumi ini, pasti di takdirkan saling berpasang-pasangan baik itu hewan, tumbuhan dan manusia untuk melanjutkan kehidupan dari generasi ke generasi selanjutnya. Dalam melanjutkan kehidupan, maka menusia mempunyai anjuran untuk menikah.

Pada perayaan pernikahan juga memiliki kebudayaan prosesi pernikahan yang unik dan kejadian ini bertempat di Bah Tobu, Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Dalam prosesi pernikahan Jawa dan Batak ini terdapat penggabungan budaya yang mula-mula dengan beberapa prosesi dari adat Jawa; dilanjutkan dengan adat Batak.

Adat ketimuran mulai menyelimuti suasana resepsi pesta pernikahan itu. Dari penyambutan tamu (khususnya tamu yang memang datang dari luar kota), perjamuan tamu, hingga ramah tamah dan basa basi antar keluarga. Yang menikah adalah pertemuan dari 2 suku yang berbeda, mempelai wanita berasal dari Medan (Suku Jawa) sedangkan mempelai pria berasal dari Serbelwan dengan marga Simalungun(Suku Batak). Resepsi itu menggunakan adat Melayu, Batak dan Jawa.

…

Mengawali dengan prosesi adat Jawa seperti nemok pengantin (pertemuan pengantin) lalu Ngindak endhog. Ngindak endhong dalam bahasa Indonesia mempunyai arti injak telur. Prosesi ini memiliki arti pengharapan kedua pasangan baru untuk mendapatkan keturunan yang merupakan tanda cinta kasih.

Selain itu, ini juga menjadi lambang sebagai kesetiaan istri kepada suaminya. Setelah prosesi injak telur selesai, pengantin akan melanjutkan dengan prosesi sindur. Kain sindur akan dibentakan kepada pengantin oleh ibu dan bersama-sama dituntun sang ayah berjalan menuju pelaminan. Hal ini adalah pengharapan agar pengantin baru ini siap menghadapi segala kesukaran dalam hidup.

Baca Juga  Teknologi Menyerang Mentalitas

Setelah pengantin mengganti pakaian adat Melayu dan membawa nampan yang berisi bunga dan irisan daun pandan atau sebagai Tepung Tawar. Semua keluarga wajib menyiram kedua mempelai dengan taburan bunga itu.

Arti dari adat Tepuk Tepung Tawar merupakan salah satu upacara adat perkawinan yang berlaku pada masyarakat Melayu dalam rangka memohon kepada Alla; agar orang yang menikah mendapatkan keselamatan, kedamaian dan kebahagiaan dalam kehidupannya.

…

Selanjutnya dengan adat batak yaitu Manortor. Prosesi tarian adat sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan, raja-raja serta para keluarga hingga tujuh turunan. Saking banyaknya, acara ini bisa berlangsung lebih dari 24 jam. Dan Gordang Sambilan, alat perkusi terbesar kedua di dunia.

Pergelaran upacara dengan mendirikan bendera-bendera ini pertanda dimulainya hajatan besar. Di sela-sela upacara Manortor itu, beberapa prosesia dan upacara adat Simalungun juga turut digelar. Melakukan manor-tor sambil berkeliling menyalami keluarga satu per satu.

Secara bergiliran, masing-masing orang dari pihak lelaki menyelipkan uang ke jari anggota keluarga dari pihak wanita. Sepintas mirip saweran di acara joget. Namun dalam perkembangannya, pelaksanaan manortor juga dilakukan pada acara-acara hiburan untuk beberapa kondisi. Termasuk saat resepsi pernikahan. Penyelenggaraan pestra pernikahan harus besar, atau disebut Horja Godang. Biasanya pergelaran pesta selama satu hari satu malam.

Bisa kita lihat juga dari bahasa, setiap kebudayaan memiliki bahasa budaya  masing-masing. Sama halnya dengan Batak simlaungun dengan  Budaya Jawa, kedua budaya tersebut juga membawa bahasa mereka masing-masing. Namun, karena adanya  akulturasi  antar budaya; kedua budaya ini juga mengalami perpaduan bahasa  sehingga  banyak  orang yang bersuku Batak maupun Jawa  mampu saling  menguasai  kedua bahasa  tersebut.

Bahkan banyak juga yang menggunakan dua bahasa tersebut dalam suatu  komunikasi  di dalam masyarakat di Bah Tobu. Pada  intinya  masyarakat budaya Batak simalungun dan Jawa di daerah  Desa Bah Tobu  merupakan  suatu komunitas sosial yang saling terbuka  akan hadirnya lain untuk menciptakan sistem budaya baru dengan tanpa mehilangkan karakteristik asli dari budaya tersebut.

Bagikan
Post a Comment