Ucapan Hari Raya; Mengapa Minal Aidin Wal Faizin?
Hari raya adalah hari di mana di dalamnya terdapat sekumpulan orang yang merayakan hari tersebut. Hari raya tidak hanya ada di dalam agama Islam, ada juga di agama lain baik hari raya besar ataupun kecil.
Dalam agama Islam hari raya besar itu Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. Hari Raya Idulfitri selalu dilaksanakan setiap tahun pada 1 Syawal. Umat Muslim menyambut Idulfitri dengan semangat baru, berbagai rasa ada di hari raya ini baik rasa gembira maupun sedih.
Hari raya Idulfitri sebagai hari yang suci dalam artian kembali menjadi suci setelah panjangnya ibadah puasa satu bulan Ramadan. Ibadah puasa adalah ibadah untuk menahan lapar, dahaga, hawa nafsu, serta perilaku tidak baik.
Pada penghujung bulan Ramadan sampai hari raya umat muslim melaksanakan silaturrahim, tradisi ini dinamakan mudik yang artinya mulih dilik (pulang sebentar). Bagi muslim yang merantau biasanya mereka pulang ke kampung masing-masing.
Rangkaian silaturrahim pada penghujung bulan Ramadan sampai hari raya salah satunya adalah bersalaman dengan tujuan untuk saling meminta maaf dengan cara mushafahah (berjabat tangan).
Selain dengan cara musafahah adapun dalam kemajuan teknologi zaman sekarang bisa meminta maaf melalui pesan singkat di WhatsApp, Story di Instagram dengan lagu penyanyi cilik Tasya yang berjudul Minal Aidin Wal Faizin, ataupun dengan tautan gift card.
Umat muslim pada media sosial beramai-ramai menyambut hari raya dengan berbagai ucapan. Di antaranya adalah “Taqoballahu Minna Wa Minkum, Minal Aidin Wal Faizin”, “Taqoballahu Minna Wa Minkum, mohon maaf lahir dan batin”, “Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”, “Minal Aidin Wal Faizin, ya”, dan “Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin dari Putri dan Keluarga”.
Berbagai macam ucapan dikirim oleh seluruh umat muslim sehingga memeriahkan hari raya dalam media sosial. Berbagai macam kalimat Minal Aidin Wal Faizin juga yang disampaikan sebagian umat muslim dalam media sosial. Di antaranya adalah “Minal Aidzin Wal Faidzin”, “Minal Aidin Wal Faidzin”, “Minal Aizin Wal Faizin”, “Minal Aidzin Wal Faizin” dan masih banyak lagi.
Sebagian umat Muslim menggunakan kalimat Minal Aidin Wal Faizin sebagai ucapan di hari raya. Perlu kita ketahui juga, tujuan dan makna dari kalimat tersebut. Tujuan mengucapkan kalimat ini adalah sebagai doa baik bagi komunikator maupun komunikan.
Tujuan utama setiap ucapan yang ingin disampaikan umat muslim itu sebenarnya adalah untuk memohon maaf, meminta keikhlasan untuk dimaafkan, baik perkataan atau perbuatan ataupun secara batin. Sehingga, lebih baik secara jelas sampaikan kalimat “mohon maaf lahir dan batin”.
Kalimat Minal Aidin Wal Faizin kerap kali diartikan sebagai Mohon Maaf Lahir dan Batin. Contoh kalimat yang biasa diucapkan adalah “Minal Aidin Wal Faizin, ya”, atau bahkan hanya “Minal Aidin, ya”. Padahal, dari kata ‘maaf’ saja sudah kita ketahui dari asma Allah yaitu ‘afuwu yang artinya pemaaf. Maka dari itu, jauh sekali kata dan arti yang dimaksud. Ini yang menyebabkan permohonan maaf tidak tersampaikan dengan baik.
Jika dilihat dari terjemah bahasa Indonesia, kita bisa artikan sendiri satu per satu kata. Mulai dari kata Minal artinya dari. Aidin bisa kita tarik dari bahasa “Idul” yang artinya kembali. Wal artinya dan. Kemudian Faizin, kata Faizin ini banyak terdapat dalam nama-nama umat muslim, di antaranya ada Faza, Fauzi, Fauzan yang artinya orang yang menang. Lalu, kata Faizin artinya Kemenangan. Maka dari itu, terjemahan dari kalimat Minal Aidin Wal Faizin adalah Semoga kita kembali kepada kemenangan.
Kata Minal Aidin Wal Faizin digunakan dalam setiap hari raya Idulfitri dan Iduladha karena memiliki arti kembali kepada kemenangan. Hari raya Idulfitri merupakan hari kembali suci karena umat muslim telah melakukan rangkaian ibadah dalam bulan ramadan sehingga umat muslim kembali kepada suci.
Sedangkan, Iduladha artinya adalah kembali kurban. Oleh karena itu, setiap hari raya Idulfitri ataupun Iduladha ramai dengan ucapan Minal Aidin Wal Faizin yang artinya semoga kita kembali kepada kemenangan. Di mana, kata ‘Kemenangan’ di sini artinya adalah hari raya tersebut.
Jika komunikator mengucapkan ataupun menulis Aidzin maka artinya Pemberi Kesenangan. Kemudian jika komunikator menyampaikan Faidzin maka artinya sama dengan Aidzin. Beda kata beda pula arti. Maka kita harus berhati-hati dalam mengucap ataupun menulis.
Maka dari itu, ucapan yang benar adalah Minal Aidin Wal Faizin. Supaya efesien dalam menyampaikan ucapan permohonan maaf, bisa ditambahkan mohon maaf lahir dan batin. Penyampaiannya bisa sekaligus dua kalimat ini “Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin, ya”. Boleh juga hanya mengucapkan “Mohon maaf lahir dan batin”. Terlihat sederhana namun tetap jelas tersampaikan maksud dan tujuannya yaitu permohonan maaf.
Ucapan untuk merayakan Idul Fitri memang berbagai macam. Pada intinya ucapan tersebut adalah do’a baik bagi komunikator dan komunikan. Adapun ucapan panjang berupa puisi, pantun, gurindam, dan lain-lain, tetap harus diperhatikan makna ucapan tersebut agar permohonan maaf dapat tersampaikan dengan baik.
Adapun jawaban yang tepat untuk menjawab Minal Aidin Wal Faizin adalah Aamiin. Karena kalimat tersebut merupakan do’a “Semoga kita kembali kepada kemenangan” maka kita balas dengan ucapan Aamiin yang artinya kabulkanlah do’a kami. Apabila komunikator hanya mengucapkan “Minal Aidin Wal Faizin, ya”, maka jawablah dengan “Aamiin, mohon maaf lahir dan batin”.
Mahasiswi Semester 5 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah. Ketua Bidang KeIslaman Laboratorium Perkaderan Asrama Putri IMM Ciputat. Kader Pimpinan Komisariat Fakultas Dakwah dan Komunikasi IMM Ciputat. Instagram: fathnyrzyn TikTok: fathnyrzyn Twitter: fzeyinn Facebook: Fathny Rezany Zeyin.
