Teknologi Menyerang Mentalitas
Dunia yang serba digital sudah berkembang pesat saat ini. Sehingga mampu menguasai dan mengendalikan manusia. Banyak kemudahan yang teknologi berikan kepada kita, baik itu positif maupun negatif. Dapat kita lihat bahwa kemudahan yang membawa ke arah positif lebih sedikit daripada ke arah negatif. Kehidupan manusia yang awalnya sederhana kini sudah semakin modren. Akibat tren-tren yang muncul dari media yang ada. Sebagian dari mereka tidak mau ketinggalan dengan kemajuan yang berkembang.
Dunia informasi tidak terlepas dari adanya teknologi. Seakan dunia itu sudah ada dalam genggaman. Yang tadinya mentransfer uang harus ke bank dulu, kini sudah tidak perlu lagi dengan alat komunikasi dalam genggaman kita sudah bisa melakukan apa saja.
Pengguna teknologi semakin hari semakin bertambah yang membuat perkembangan iptek semakin canggih. Komunikasi yang tadinya harus menempuh jarak jauh untuk bertemu, kini dengan adanya teknologi semua menjadi cepat seakan tanpa jarak. Pengguna teknologi tidak membatasi umur dalam penggunaanya. Siapapun bisa mengaksesnya.
***
Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dalam penggunaan teknologi apabila termanfaatkan dengan baik. Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa hal negatif lebih banyak.
Teknologi di sini rentan sekali menyerang mentalitas anak-anak. Di mana anak-anak yang seharusnya belajar dan lebih menjadikan buku sebagai dunia informasinya. Kini, mereka mudah sekali mendapat informasi dari handphone. Karena sejak kecil orang tuanya mendidiknya dengan handphone. Ketika anak menangis cara mendiamkannya adalah dengan memberikan handphone. Itu merupakan cara yang salah. Seharusnya pendampingan orang tua sejak dini sangat penting bagi anak-anak yang sedang tumbuh. Rasa ingin tau seorang anak itu besar, ketika mereka menemukan hal-hal baru. Orang tua adalah pendidikan pertama untuk anak-anaknya. Di mana kita sebagai orang tua yang harus lebih mendidik mereka.
Apalagi saat ini pandemi belum juga usai, mengharuskan anak-anak melakukan proses pembelajaran secara online. Tentu ini merupakan dampak positif karena adanya iptek, namun juga memberikan dampak negatif, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga faktor psikologis dan emosi anak. Di sinilah peran orang tua penting sebagai pendamping anak dalam melakukan proses pembelajaran.
***
Teknologi membuat siapapun pengguna menjadi kecanduan yang bisa mempengaruhi mental. Mental anak-anak mudah sekali terpengaruh. Karena rasa serba ingin tau anak, mereka bisa saja mengakses apa saja yang mereka mau dengan handphone yang mereka miliki. Sehingga menyebabkan banyak anak yang memiliki tingkat moral yang rendah. Cenderung anak berubah menjadi kasar dan sering menggunakan bahasa kotor yang mereka lihat dan dengar dari handphone. Seharusnya orang tua memberikan pengawasan penuh terhadap anak sehingga anak tidak mudah terpengaruh terhadap teknologi yang berkembang saat ini.
Kita tidak hanya memandang teknologi itu menyerang anak-anak saja. Remaja, dewasa bahkan orang tua juga lebih mahir dalam penggunaannya. Di mana mereka yang seharusnya sudah mengerti yang mana bedampak positif dan negatif. Tetapi, kerap muncul dampak negatif dari perkembangan teknologi. Dikarenakan banyak orang memandang tidak ada hubungannya antara perkembangan teknologi dengan ajaran Islam.
Terkadang umat Islam saat ini memisahkan antara perkembangan teknologi dengan ajaran islam. Islam berperan besar dalam kemajuan dan perkembangan iptek, sampai pada hukum-hukumnya. Salah besar jika kita meganggap iptek bukan bagian dari Islam ataupun Islam tidak membahasnya. Islam telah mengajarkan banyak hal dalam kehidupan ini. Tidak hanya ilmu agama seperti ilmu fiqih, hadist dan lainnya tetapi mencakup segala ilmu yang ada.
***
Di zaman sekarang ini banyak orang-orang yang terlalu sibuk dengan urusan duniawi sehingga melupakan hubungannya dengan yang maha pencipta yaitu Allah SWT. Ketika mereka mengakses hal-hal negatif dari media yang digunakan, seakan tidak takut dengan Allah yang maha melihat dan mengetahui apa yang diperbuat. Bahkan sudah banyak kita lihat teknologi yang disalahgunakan manfaatnya di mana-mana. Inilah masalah dunia teknologi. Hal ini terjadi karena teknologi tidak dimanfaatkan dengan sebenar-benarnya. Sehingga merubah pola pikir mereka sebagai penggunanya.
Teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam kebutuhan bersosialisasi dan komunikasi. Hanya dalam satu genggaman, seluruh manusia di muka bumi kini bisa dengan mudahnya bertukar informasi, mengakses gambar atau video, hingga pengetahuan baru tanpa celah.
Sudah saatnya kita bijak dalam menggunakan teknologi, jangan sampai teknologi yang menguasai kita. Jika kita selalu beretika dalam berteknologi, memanfaatkan kemajuan teknologi secara baik dan benar maka semuanya akan dapat berjalan dengan seimbang. Perilaku negatif dalam penggunaan teknologi haruslah ditinggalkan, tidak hanya bisa merusak mental namun juga dapat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.
Gadis Melayu di Sebrang Pulau
