Strategi Belajar Membaca Al-Qur’an untuk Anak
Belajar membaca Al-Qur’an hendaknya mulai sejak kecil. Hal itu karena akan lebih mudah, baik bagi seorang pendidik ataupun peserta didik. Orang tua harus punya kemauan dan senantiasa mengajarkan kedisiplinan untuk membaca Al-Qur’an kepada anak-anak secara berulang-ulang. Selain itu harus juga mengajarkan bahwa membaca al-qur’an itu sangat penting.
Anak yang dikenalkan ilmu Al-Qur’an sejak kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berkarakter religius. Pembelajaran membaca Al-Qur’an sejak kecil akan menjadi pembiasaan yang baik dan menanamkan rasa cinta dalam diri, hati dan pikiran anak.
Mengapa anak harus belajar membaca Al-Qur’an? Penting bagi mereka di masa yang akan datang karena membaca Al-Qur’an adalah sebuah ibadah di mana jika melakukannya mendapatkan pahala.
Dalil tentang membaca Al-Qur’an
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhori).
Belajar membaca al-qur’an tidak mengenal usia
Belajar membaca Al-qur’an tidak hanya untuk anak usia dini atau anak remaja saja, namun juga untuk para orang tua. Mencari ilmu tidak mengenal umur terlebih lagi belajar membaca Al-qur’an yang mendapatkan pahala walaupun hanya membaca satu ayat.
“Barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia termasuk golongan sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia pulang kembali.” (HR.Tirmidzi)
Metode-metode pembelajaran al-qur’an
Metode Iqro’
Metode Iqro’ adalah suatu metode membaca Al-Qur’an yang menekankan langsung pada latihan membaca. Adapun buku panduan iqro’ terdiri dari 6 jilid dari tingkat yang sederhana, tahap demi tahap sampai pada tingkatan yang sempurna.
Metode Iqro’ ini dalam prakteknya tidak membutuhkan alat yang bermacam-macam, karena menekankan pada bacaannya (membaca huruf Al-Quran dengan fasih). Bacaan langsung tanpa dieja. Artinya tidak mengenalkan nama-nama huruf hijaiyah dengan cara belajar siswa aktif (CBSA) dan lebih bersifat individual.
Strategi mengajar metode Iqro antara lain sebagai berikut: guru menulis di papan tulis huruf demi huruf dan kata demi kata. Kemudian anak membaca dan mengejanya. Selanjutnya guru mengucapkan salah satu kata untuk mengenalkan huruf demi huruf, guru menunjuk salah satu siswa untuk mengulangi setiap huruf demi huruf.
Metode Al-Baghdadiyah.
Metode Al-Baghdady adalah metode tersusun (tarkibiyah). Maksudnya yaitu suatu metode yang tersusun secara berurutan dan merupakan sebuah proses ulang atau lebih kita kenal dengan sebutan metode alif, ba’, ta’. Metode ini adalah metode yang paling lama muncul dan metode yang pertama berkembang di Indonesia. Cara pembelajaran metode ini adalah: hafalan, eja, modul, dan pemberian contoh yang absolut.
Metode An-Nahdhiyah
Perlu diketahui bahwa pembelajaran metode ini lebih menekankan pada kesesuaian dan keteraturan bacaan dengan ketukan atau lebih tepatnya pembelajaran Al-Quran. Pada metode ini lebih menekankan pada kode “Ketukan”. Dalam program sorogan Al-Quran ini, santri akan diajarkan bagaimana cara-cara membaca Al-Quran yang sesuai dengan sistem bacaan dalam membaca Al-Quran. Di mana santri langsung praktek membaca Al-Quran besar. Di sini santri akan mengenal beberapa sistem bacaan, yaitu tartil, tahqiq, dan taghanni.
Metode Qiro’at
Metode qiraat adalah metode membaca pada peserta didiknya dan mereka menyimak serta memperhatikan bacaan. Mereka juga sekali-kali menirukan bacaan pendidik tersebut. Peserta didik yang sudah mahir membaca dapat memakai tehnik ini. Peserta didik lainnya tinggal menyimak. Fungsi Pendidikan ini adalah memperhatikan, menegur bila terjadi kesalahan.
Strategi mengajar dalam Qiro’ati yang pertama adalah strategi mengajar umum (global). Yang kedua secara individu atau privat yaitu santri bergiliran membaca satu persatu. Yang terakhir secara klasikal (baca-simak), yaitu strategi untuk mengajarkan membaca dan menyimak bacaan Al-Qur’an orang lain.
Cara mengajar anak membaca Al-Qur’an dengan cara yang lebih menyenangkan
- Pertama dengan cara mendengarkan lantunan Al-Qur’an. Bisa dengan menyetel murottal atau dengan mendengarkan lantunan Al-Qur’an. Hal ini dapat dengan mudah dengan memanfaatkan media seperti video streaming, aplikasi ataupun Al-Qur’an elektronik.
- Kedua dengan cara membuat kuis tebak huruf. Caranya dengan mengacak huruf hijaiyah lalu minta anak untuk mengurutkannya. Agar lebih menarik, bisa dengan menebak pelafalan huruf hijaiyah dalam bentuk kartun atau buku kliping.
- Ketiga dengan cara membaca berantai atau sambung-menyambung. Caranya dengan membacakan surat terlebih dahulu beberapa ayat, lalu disambung lagi oleh anak. Hal itu dapat membuat pembelajaran Al-Qur’an jadi lebih menyenangkan.
Editor: Imam Basthomi
Instagram : sllvianaa_
