f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pick me girl

Stop Bilang “Pick Me Girl”, Yuk Saling Dukung

Perempuan Pick Me Girl adalah dia yang merasa bahwa perempuan tersebut berbeda dengan perempuan lainnya. Dirinya sendiri yang mengklaim bahwa dia berbeda dengan perempuan lainnya.

Perilaku ini dilakukan oleh sebagian perempuan dengan tujuan untuk membuat para lelaki terkesan terhadap mereka karena mereka tidak seperti perempuan kebanyakan. Dr. Ike Herdiana M. Psi. menjelaskan bahwa seorang Pick Me Girl hanya berusaha untuk menarik perhatian lawan jenis. Mereka menginginkan kehidupan sosial, namun lewat cara yang tidak sehat yaitu dengan sengaja merendahkan orang lain. Adapun contoh kalimat-kalimat Pick Me Girl, ialah sebagai berikut :

“Aku gak suka pakai make up, cuman bedak juga udah cukup”

“Gua lebih nyambung kalau nongkrong sama temen-temen gua yang cowok”

“Aku gak pake skincare, facial wash aja juga cukup”

“Gua gabisa pake dress kayak cewe-cewe lain”

“Kenapa ya aku gak suka K-Pop?”

“I’m not like the other girls”.

Fenomena Pick Me Boy

Fenomena ini tidak hanya dilakukan oleh perempuan saja, laki-laki pun bisa. Istilah untuk laki-laki adalah Pick Me Boy.

“Sorry ya, gue norak cuman pake hoodie doang soalnya gue nggak bisa bergaya kayak cowo-cowok lain”

“Cewek-cewek jarang ada yg suka sama gue karena penampilan gue yang jelek gini, makanya gue kaget kok ada sih cewe cantik kayak lo yang mau sama gue”

“Gue nge-teh aja deh sorry ya soalnya gue ga biasa ngopi kaya cowok-cowok lain gitu”

“Aneh banget ga sih cowok tapi bisa masak?”

“Kenapa cewek-cewek pada ngejar-ngejar gue ya?”

Pemikiran seperti ini yang biasanya keluar dari seorang Pick Me Boy. Pada dasarnya istilah Pick Me adalah sikap mendapatkan perhatian dari sekitarnya sehingga membuat diri terkesan berbeda dari perempuan/laki-laki pada umumnya. Sikap yang mereka berikan tidak hanya menunjukan keunikan mereka tapi bisa sampai menjatuhkan sesama jenis.

Baca Juga  Pacaran dan Hal-Hal Yang Belum Selesai
Psikologi Pick Me Girl

Mentalitas Pick Me Girl lahir dari upaya untuk menghindari perasaan menyakitkan. Mereka bersenang-senang dengan gagasan bahwa dari semua gadis yang tersedia yang dapat dipilih pria, mereka memilihnya. Jika itu berarti dia harus meninggalkan wanita lain untuk mengamankan perasaan dan keamanan itu, itu adalah sesuatu yang dia putuskan untuk dia lakukan.

Budaya patriarki yang cukup kuat di lingkungan masyarakat telah membuat perempuan saling membenci dengan perempuan lainnya secara tidak sadar. Seperti musuh dalam selimut. Alih-alih seharusnya mendukung sesama perempuan, jatuhnya jadi saling membenci.

Kebencian terhadap perempuan lain yang terinternalisasi mengkonsepkan akan merasa jijik terhadap gender mereka sendiri. Sebagian besar wanita mungkin pernah mengalami Internalized Misoginy sebelumnya. Internalized Misoginy ini yang membuat tidak menyadari bahwa pada akhirnya hanya merendahkan perempuan lain. Hal ini juga mengefek pada kita sendiri. Karena pada akhirnya kita mengamini bahwa perempuan itu di society memang inferior.

Seseorang yang merupakan Pick Me Girl kebanyakan belum menyadari alasan mengapa dia merasa harus dengan bangga menunjukkan kesetiaan kepada pria, sambil menjauhkan diri dari sesama wanita.  Perempuan pick me, cenderung hanya ingin dipilih. Jika dia dianggap layak oleh pria di sekitarnya, dia mungkin dipilih oleh salah satu pria itu sebagai pasangan. Biasanya mereka merasa senang ketika laki-laki memilih mereka dan menyakitkan ketika merasa kesepian dan mendapatkan penolakan.

Woman Not Support Woman

Selain kebencian terhadap perempuan lain yang mereka lakukan oleh seseorang yang bersikap Pick Me Girl. Tidak sedikit perempuan lainnya pun mengujarkan kebencian terutama di media sosial mereka. Baik berupa foto dengan caption “Pick Me Girls be like…”, “Si paling bestie” dan lain sebagainya.

Baca Juga  Rohana Kudus Sang Pelopor Renaisans Kaum Perempuan di Minangkabau (Part 1)

Tidak hanya itu, banyak juga kita jumpai konten-konten video yang menyampaikan pesan ketidaksukaan perempuan non pick me kepada perempuan yang bersikap pick me. Contohnya seperti konten video dengan memperagakan perkataan atau acting seolah-olah dia adalah seorang pick me girl. Lebih jelas lagi, mereka menggunakan caption seperti “POV: Ketika kerja kelompok sama Pick Me Girl”, “POV: Pick Me Girl ketika ada cowok baru putus”, “POV: Ketika Pick Me Girl merasa paling cute seantero dunia”, “Rating Pick Me Girl di Indonesia” dan masih banyak lagi.

Jika kita menganggap seorang pick me girl adalah ia yang mengujarkan kebencian terhadap sesame perempuan, tidak ada bedanya dengan kita yang menghakimi sikap mereka dengan sama-sama mengujarkan kebencian.

Tidak akan ada penyelesaian terhadap masalah ini apabila semua perempuan pada akhirnya akan saling membenci satu sama lain. Sudah sepatutnya sesama wanita itu saling mendukung, apalagi dengan adanya istilah Woman Support Woman. Seharusnya kita mengindahkan istilah ini. Karena istilah Woman Support Woman bukan hanya sekedar istilah, tapi ini juga adalah bentuk female power untuk saling mendukung dan berjalan beriringan tanpa merendahkan antar sesama perempuan.

Dukung Sesama Perempuan

Tidak perlu fokus pada penilaian terhadap satu sama lain. Dengan adanya fenomena ini, membuat kita lebih peduli lagi dengan satu sama lain. Kita boleh menilai orang seperti apa, tapi dengan tujuan yang baik.

Dengan melihat sekitar kita, mereka yang memiliki sifat pick me dalam kesehariannya, kita bisa menganalisis alasannya. Mengapa teman kita berkelakuan pick me? Mungkin ada yang salah dari dalam diri dan lingkungannya. Pick Me Girl mungkin meresahkan. Namun, lebih meresahkan lagi jika kita hanya membiarkan mereka dalam pemikiran pick me mereka.

Baca Juga  Perempuan PKL, Bertahan Hidup di Tengah Himpitan

Editor : Fadhil Azhar Permana

Bagikan
Post a Comment