f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
diri sendiri

Sebuah Refleksi : Hari Ulang Tahun dan Cara Menyikapinya

Mengenai hari ulang tahun biasanya identik dengan pesta, kue, lilin, dan kado dari teman. Ulang tahun adalah momen yang paling ditunggu terutama dikalangan milenal ataupun setelahnya. Tak heran banyak dari mereka yang bahkan rela menunggu hingga tengah malam berharap ada ucapan Selamat ulang tahun entah itu dari temannya ataupun seseorang yang spesial.

Sejauh ini saya mengamati ketika teman saya berulang tahun pasti ciri khasnya adalah snap whatsappnya pasti sampai terlihat titik yang tak lain adalah ucapan ultang tahun ya, saya hafal betul itu. Tapi jika tidak ada teman dekat yang mengucapkan pasti anda akan akan sangat kesal.

Soal Ulang Tahun

Ulang tahun, itu adalah perkara mengulang, mengurang, dan renungan. Tapi sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada siapa yang hari  ini sedang ulang tahun “Selamat Ulang Tahun semoga sehat selalu,  sukses dan Allah senantiasa melindungimu dengan cinta kasih-Nya, semoga doa-doa yang terungkap dikabulkan-Nya, Amin”.

Usia kita itu, bisa di ibaratkan seperti sebuah kayu yang dibakar api. Jika awalnya kayu itu panjangnya satu meter maka semakin lama kayu itu bukan semakin Panjang, tapi semakin pendek. Hingga akhirnya pun habis dilalap oleh api diakhir pembakarannya.

Usia kita juga bisa di ibaratkan seperti air pada sebuah ember. Setiap saat air dalam ember tersebut kita ambil, dan semakin hari pun lama-lama air di ember tersebut akan habis. Ember itu pun menjadi kosong.

Terkait dengan bertambahnya usia secara kualitas maka, secara kualitas kondisi tubuh kita akan menurun dan menua. Tapi hal ini tergantung terhadap masing-masing orang bagaimana cara menyikapi pola hidup dan manajemen hidup.

Baca Juga  Langkah Awal Bagi Korban Kekerasan Seksual
Bertemunya Penanggalan Usia Kelahiran

Baiklah, kita kembali pada masalah ulang tahun. Jadi ulang tahun bukanlah mengulang tahun yang sudah berlalu, akan tetapi adalah bertemunya penanggalan usia kelahiran atau berulangnya penanggalan awal kelahiran hanya saja dalam tahun yang berbeda. Perbedaan tahun perkara pengaruh penanggalan sedangkan penanggalan itu sendiri berubah dengan seiring perputaran bulan, matahari dan silih bergantinya hari.

Lazimnya, saat seseorang berulang tahun akan diberikan doa berupa ; semoga panjang umur, sehat selalu, diberi jodoh, sukses, dll. Saat lagu dinyanyikan dengan lirik “panjang umurnya”, lalu kita kaitkan dengan perumpaan kayu bakar diatas tentu sangatlah tidak cocok mengapa? Karna secara kuantitas memang usia kita bertambah, akan tetapi secara kualitas kondisi tubuh kita menurun. Setiap orang tidak akan pernah tahu sampai kapan akhir usianya hanya Allah SWT lah yang tahu.

Nah, dari pemaparan diatas orang yang sadar pasti mampu menjadikan momen ulang tahunnya sebagai waktu untuk merefleksikan kualitas dirinya. Apakah di usianya selama hidup ini sudah memberi banyak manfaat bagi kehidupan? Apakah sudah menjadi orang yang baik bagi kedua orang tuanya? semakin baikkah kualitas ibadahnya? Adakah perubahan yang lebih baik yang bisa kita tunjukkan kepada kehidupan?.

Menjawab Kualitas Diri

Dengan memperbanyak pertanyaan mengenai kualitas diri, pencapaian selama hidup, dan sumbangasih dalam kehidupan akan menjadikan motivasi bagi diri kita untuk berubah lebih baik lagi dari sebelumnya. Hal itulah yang jadi ajaran Allah SWT kepada ummat agar senantiasa memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dan mengakhiri hidupnya dengan khusnul khotimah.

Dengan mengetahui makna ulang tahun sebenarnya, seseorang akan bisa mengindari perayaan yang berlebihan dan bersikap sewajarnya untuk merayakan ulang tahunnya dengan tidak hura-hura. Justru kita mengisinya dengan refleksi dan perubahan.  Yang terpenting mengisinya dengan doa-doa  serta peningkatan kualitas terhadap diri.

Baca Juga  Hari Kartini: Refleksi Pejuang Ekologis
Refleksi Ulang Tahun

Sahabat Nabi tercinta Umar bin Khatab pernah mengingatkan, “hasibuu qabla an tuhaasabu”, hitunglah (amal perbuatan/ibadah dirimu karena hanya kamu dan Tuhan yang tahu) dirimu sebelum Tuhan yang menghitungnya.

Kira-kira begitulah maknanya, dengan adanya pemahaman yang seperti ini orang-orang akan sadar dan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya, sosial, serta selalu memperbaiki ibadahnya kepada Allah SWT agar menjadi lebih baik lagi. Karna Allah SWT sangat menghargai betul sebuah usaha atau proses.

Semoga kita semua bisa memaknai momen ulang tahun sebagai sebuah refleksi untuk memperbaiki diri dan menjadikan hidup lebih baik lagi. Apapun yang terjadi dalam kehidupan ini pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan nanti.

Bagikan
Post a Comment