f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ketahanan pangan

Potret Ketahanan Pangan dan Regenerasi Petani

Menjelang akhir tahun 2022 dan awal tahun baru 2023, stabilitas harga kebutuhan bahan pokok semakin mendapat perhatian masyarakat. Optimalisasi perhatian terhadap sejumlah kebutuhan bahan pokok di tengah masyarakat, seperti beras, minyak goreng dan kebutuan pokok yang lain terus pemerintah gerakkan melalui sejumlah program. Di antaranya melalui agenda pembangunan nasional tahun 2022-2024 dengan menggandeng sejumlah pihak seperti produsen dan pihak terkait lainnya. Hal ini pemerintah lakukan untuk menjaga komitmen bersama sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sejumlah pihak tersebut tetap terjaga.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di beberapa tahun terakhir, arah pangan cenderung mengalami kenaikan di bulan November dan Desember. Kenaikan tersebut diantisipasi mengikuti kenaikan arah BBM pada bulan September 2022. Ketidak sesuaian antara pasokan bahan pangan dengan permintaan mendorong lonjakan kenaikan terjadi.

Terbaru BPS merilis bahwa Indonesia menjadi negara penghasil beras terbesar nomor ke-4 di dunia setelah negara Cina, India dan Banglades  sejumlah 31,90 (juta ton). Selain itu Indonesia juga menjadi negara terbesar ke- 4 dunia dalam konsumsi beras, dengan total jumlah 30,20 (juta ton). Namun demikian, daya tahan stok beras sampai akhir tahun ini masih tergolong rendah. Kondisi semakin menyentuh di mana banyak kita temui kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Hal ini memberikan dampak terhadap kondisi perekonomian masyarakat di berbagai level. Belum lagi terkait daya beli masyarakat harus tetap terjaga agar perekonomian tetap stabil dan kebutuhan pokok terpenuhi. Lantas bagaimana potret ketahanan pangan baik di sektor publik maupun sektor domestik dalam hal ini lingkup keluarga?

Tantangan Indonesia dalam memperkuat daya tahan di tingkat domestik dan masyarakat mendapat perhatian bersama. Bagaimana dampak dari pandemi Covid -19 membawa penurunan pendapatan yang cukup signifikan di lingkungan keluarga. Ketahanan panganpun menjadi tantangan sendiri.

Baca Juga  Ada Pancasila di Antara Kita

Berikut ini beberapa hal yang membawa dampak ketahanan pangan baik di sektor publik maupun domestik (rumah tangga/keluarga) antara lain: 

Pertama, pembatasan mobilitas di masa pandemi menjadikan penurunan pendapatan sejumlah keluarga. Hal ini yang kemudian menjadi PR bersama, bukan hanya sektor domestik namun menjadi persoalan publik. Karena keterbatasan pendapatan yang keluarga miliki menjadikan tingkat pengeluaran pangan/kebutuhan pokok juga menurun. Alhasil, masyarakat berharap pada kebijakan di mana peningkatan produksi komoditas produk bahan pokok yang rawan terhadap kenaikan harapannya dapat ditingkatkan lagi produksinya. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan memperluas bantuan benih unggul sejumlah produk seperti produk cabe, bawang merah dan komoditas produk lain. Bantuan seperti ini dinilai sangat membantu menaikan produksi bahan pokok tersebut di tahun sebelumnya sebesar 1,39 juta ton di tahun 2021 (Kompas, 17 Desember 2022).

Kedua, sebuah sumber dari Survei SMERU Riset Institute, Prospera, Unicef dan UNDP di tahun 2022 memberikan gambaran bahwa kerawanan pangan pada rumah tangga/keluarga mencapai puncaknya. Indikatornya ialah tidak makan tepat waktu dan mengurangi makan, yang harus menjadi perhatian bersama. Artinya rumah tangga cenderung mengurangi pengeluaran untuk pangan karena pendapatan yang berkurang. Hal ini merupakan dampak pembatasan mobilitas dengan tingkat kesejahteraan terendah di tahun 2022 kisaran 18,6% (Kompas, 16 Desember 2022). Sungguh, fenomena ini menggugah perhatian bersama untuk terus mencari solusi dalam menyikapi persoalan yang hadir. Tawaran solusi dapat berupa ragam kreativitas maupun inovasi dari dan untuk masyarakat.

Adapun hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya mendeteksi ketahanan pangan baik di sektor publik maupun domestik salah satunya dengan pemetaan industri pertanian melalui kegiatan sensus tani. Dengan peningkatan sumber daya manusianya, termasuk memuat kebijakan strategis pada regenerasi petani. Artinya regenerasi petani saat ini menjadi salah satu PR bersama. Di mana potensi SDM generasi muda menjadi kekuatan yang akan membangkitkan kesejahteraan khususnya melalui sektor pertanian.

Baca Juga  Krisis Petani Muda: Petaniku Sayang, Petaniku Malang

Regenerasi petani yang berasal dari gene muda ini dapat menjadi penggerak yang harapannya mampu menjadi wirausaha muda (agropreneur) . Di mana harapannya mereka mampu mengelola agribisnis sambil berwirausaha. Selain itu untuk mengantisipasi dan menyikapi kondisi lonjakan harga pada sejumlah komoditas bahan pokok dapat dilakukan pula dengan menggerakkan ragam kegiatan produktif. Seperti menggelar pasar murah pada momen akhir tahun maupun awal tahun baru. Kegiatan ini secara umum sangat masyarakat minati, terlebih bagi keluarga yang kurang mampu.

Keterlibatan lembaga pemerintah pada kegiatan tersebut, seperti dinas terkait, sangat mendorong masyarakat dalam membangun kebersamaan dan kepercayaan yang menegaskan bahwa setiap keadaan atau kondisi dapat dilalui bersama. Inisiasi dari generasi petani dalam hal ini generasi mudanya sangat potensial dalam membangun dan menghidupkan forum-forum yang berbasis lokal. Penguatan nilai-nilai kebangsaan dan optimalisasi nilai lokal sebagai karakter khas termasuk di dalamnya bagaimana generasi petani mampu mengambil peran strategis dalam menghadapi tantangan ke depan.

Terjaganya keberadaan petani melalui regenerasi petani dengan terwujudnya keberlanjutan usaha pertanian merupakan upaya bersama dalam membangun ketahanan pangan. Selain hal tersebut, menjadikan sekolah dan kampus sebagai ruang ilmu dalam edukasi bagi kemandirian pangan, pengembangan potensi lokal serta mengembangkan keterampilan generasi petani. Upaya ini dapat dilakukan melalui latihan dan pengembangan diri, baik dalam sekolah/kampus. Bisa juga melalui minat bakat yang terarah dan berkelanjutan akan membawa budaya positif dalam merawat potensi lokal.  

Demikian potret ketahanan pangan yang terdapat pada sektor publik maupun domestik. Di mana upaya-upaya terus dilakukan untuk tetap menjaga stabilitas harga sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Selain itu generasi muda sebagai penggerak dalam membuat kreativitas, inovasi dan kebaruan sangat diharapkan dalam peran strategisnya.

Bagikan
Post a Comment