f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Tarbiyatul Aulad (Pendidikan Anak) Tanggung Jawab Kedua Orang Tua

Berawal dari kedua pasangan laki-laki dan perempuan yang mengikrarkan janjinya di depan wali dan para saksi. Maka terjalinlah ikatan suci antara suami dan istri yang sah. Ketika sebelumnya kedua orang tersebut sama-sama asing antara satu dengan lainnya, kini perjanjian suci mengubah keadaan dan tanggung jawab masing-masing.

Suami memiliki peran untuk menjadi pemimpin rumah tangga dan calon ayah bagi anak-anaknya. Sedangkan istri menjadi pembina dalam rumah tangga dan kelak akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Pendidikan anak pun bisa dimulai pada saat ini, saat keduanya telah hidup bersama dalam ikatan suci pernikahan. Meski jika kita tarik ke belakang, pendidikan anak bisa kita katakan dimulai ketika seorang laki-laki ataupun seorang perempuan telah memutuskan untuk memilih seseorang sebagai pasangannya. Artinya kita dapat melihat sosok anak kita nantinya seperti apa melalui pribadi pasangan kita. Jika dia baik, maka kemungkinan besar baik pula calon anak-anak kita.

Kini, setelah beberapa waktu sejak pernikahan keduanya berjalan, pasangan laki-laki dan perempuan tersebut kedatangan buah hati hasil dari kisah cinta pasangan suami-istri. Tentunya hal itu menjadi suatu kebahagiaan tersendiri bagi kedua pasangan. Lahirnya keturunan merupakan peristiwa yang mereka nanti-nanti. Betapa banyak pasangan yang dengan sabar melakukan berbagai usaha demi lahirnya buah hati. Namun momongan tak kunjung tiba. Dengan lahirnya buah hati ini, maka seorang suami akan benar-benar menjadi ayah bagi anak-anaknya. Sedangkan seorang istri akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Di sinilah proses pendidikan anak secara langsung terjadi. Kedua orang tua akan melakukan berbagai tindakan demi memastikan bahwa anaknya bertumbuh dengan baik dan sehat.

Ibu sebagai madrasah pertama bagi anak akan menunjukkan peran dan tanggung jawabnya secara langsung pada masa ini. Meskipun sebelumnya telah mengandung selama 9 bulan 10 hari, seorang ibu sudah menjaga dan merawat anaknya ketika masih di dalam perut. Setiap hari menjaga pola makan untuk memastikan bahwa janinnya bertumbuh dengan sehat, tidak asal memasukkan makanan ke dalam tubuhnya karena seorang ibu sadar bahwa apa yang ia makan akan berdampak kepada sang janin. Seorang ibu pun tidak boleh sampai lelah dalam aktivitasnya, karena jika tidak hati-hati maka janinnya akan terancam nyawanya. Begitu besarnya pengorbanan seorang ibu dalam merawat dan menjaga anaknya ketika masih dalam kandungan.

Baca Juga  Mendidik Anak Untuk Belajar Dari Kegagalan

Sedangkan seorang suami ketika istrinya tengah mengandung. Ia merasa bahwa tanggung jawabnya untuk mencari nafkah dan melindungi istrinya semakin besar. Istri di rumah berjuang demi lahirnya generasi keluarga yang ditunggu-tunggu kehadirannya. Tentu saja, seorang suami akan memastikan bahwa apa yang ia lakukan adalah hal-hal yang baik. Memastikan mencari nafkah dengan jalan yang halal, memastikan bahwa istrinya dalam keadaan sehat, memastikan bahwa apa-apa yang istrinya konsumsi adalah makanan yang halal, dan memastikan bahwa janin yang istrinya kandung tumbuh dengan normal dan sehat. Terlebih ketika tiba masanya istri melahirkan, suami dengan kesetiaannya menemani sang istri yang berjuang di antara hidup dan mati. Suami berada di samping istri untuk memberikan dukungan dan perlindungan hingga akhirnya sang istri melahirkan dengan selamat.

Sejak saat itu, anak keduanya mulai dirawat dengan penuh perhatian, kasih sayang dan cinta. Ibu sebagai orang tua yang dekat dengan anak semakin menyayangi anaknya, membimbing anaknya, dan mendidik anaknya hingga anaknya tumbuh besar. Tentunya pengorbanan seorang ibu tidak bisa dibalas dengan apapun dari sejak mengandung sampai dengan menyapih anaknya. Bahkan ketika bayi itu telah lahir, seorang ibu rela sampai tidak tidur semalaman demi menenangkan sang bayi yang sedang membutuhkan perhatian dari orang tuanya.

Setiap hari ada saja urusan yang harus dikerjakan seorang ibu, entah merawat anaknya, membersihkan rumah, menyiapkan makanan, mencuci dan menjemur pakaian. Sungguh, begitu besarnya pengorbanan seorang ibu kepada anaknya. Ternyata tanggung jawab seorang ibu tidak berhenti sampai di situ saja, ia tetap mendampingi anaknya sampai anaknya berumur dewasa. Seperti itulah rutinitas seorang ibu. Membangun kedekatan dengan anaknya merupakan tugas yang mulia.

Baca Juga  Merdeka Belajar Bukan Cuma di Sekolah

Sedangkan seorang ayah, dengan lahirnya seorang anak akan merasakan kebahagiaan yang tak terkira. Ayah akan semakin semangat dalam mencari nafkah, mencari kehidupan yang lebih layak. Tentu saja sebagai seorang ayah juga memiliki tanggung jawab dalam memperhatikan pertumbuhan anak.

Seorang ayah tidak boleh hanya fokus kepada pekerjaannya saja tanpa memperhatikan keluarganya di rumah. Apalagi ketika sekarang telah ada anaknya yang merupakan hasil dari cinta antara dia dengan istrinya. Sebagai ayah yang baik, maka ia akan bekerja sama dengan istrinya dalam membimbing dan mendidik anak. Tidak semua urusan anak diserahkan kepada istrinya, namun dia tetap ikut andil dalam menemani tumbuh kembang sang buah hati. Mengajaknya bermain bersama, mengajak bercanda bersama, dan memberikan perhatian serta kasih sayang yang tulus kepada anaknya. Insyaallah, jika suasana di dalam kehidupan keluarga terjadi demikian maka akan tercipta kehidupan keluarga yang harmonis, orang tua yang cinta kepada anaknya dan kelak anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cinta dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Bagikan
Post a Comment