f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
anak nakal

Menyingkap Tabir di Balik Anak Nakal di Sekolah

Di lingkungan sosial sekolah tentu terdapat banyak macam karakter anak. Anak nakal, anak pendiam, anak pemberani, anak patuh dan lain sebagainya. Namun yang tersorot di sekolah anak nakal. Anak yang tidak patuh aturan, berbuat onar, tidak taat kepada guru dan sering membangkang sering mendapat label sebagai anak nakal oleh lingkungannya.

Keberadaan anak yang mendapat label nakal ini adalah suatu hal yang lumrah di masyarakat. Setiap lingkungan sekolah terdapat anak yang berperilaku kurang baik yang kemudian tersebut sebagai anak nakal. Perilaku tersebut menyebabkan anak ternilai sebelah mata, mendapat pengucilan, ataupun mendapat perlakuan beda oleh lingkungannya. Alih-alih mengancam dan berpengaruh buruk untuk lingkungan sosial.

Padahal di balik perilaku seorang anak pasti ada yang melatarbelakangi. Anak terlahir pada dasarnya baik, putih dan murni. Faktor yang berasal dari orang tua dan lingkungan adalah yang paling dominan membentuk karakter anak.

Pembahasan anak nakal di sekolah dapat kita lihat dalam kajian psikologi sosial. Psikologi sosial merupakan kajian ilmiah yang berusaha memahami keadaan dan sebab-sebab terjadinya perilaku individu dalam situasi sosial. Psikologi sosial berusaha untuk memahami keadaan seorang anak nakal dan sebab-sebab di balik perilaku anak tersebut. Dalam hal ini, pertimbangan situasi bukan hanya secara perilaku, namun juga mengenai perasaan dan pemikiran anak tersebut. Di balik perilaku anak nakal yang terkesan negatif perlu kita lihat bagaimana perasaan dan pemikiran anak tersebut.

Perilaku anak nakal dikaji sebab terjadinya perilaku. Hal-hal yang mempengaruhi perlaku, faktor dari internal dan eksternal. Bagaimana pikiran, perasaan dan tindakan-tindakan orang lain yang ia lihag dan bayangkan mempengaruhi perilaku. Apa saja yang dipikirkan dan dirasakan oleh anak sehingga berperilaku seperti itu.

Baca Juga  Dari Quarantine, Kpopers Hijrah hingga Qur’an Time (2)
Pengaruh Keluarga yang Dominan

Yang menjadi faktor pertama dan utama adalah lingkungan keluarga, yaitu orang tua. Pola asuh yang kurang tepat bisa membentuk karakter anak menjadi negatif. Anak yang mempunyai background orang tua yang broken home atau sering terjadi pertengkaran di rumah, ketidakharmonisan keluarga dan tidak rukun.

Seorang anak broken home rentan mengalami kecemasan, depresi, stress dan tertekan karena ia kehilangan peran penting dalam keluarga. Perasaan yang ia alami itu melatarbelakangi seorang anak berperilaku negatif hingga mendapat label sebagai anak nakal. Berperilaku sebagai anak nakal adalah cara seorang anak mengekspresikan apa yang ia alami.

Pola asuh yang salah tentang orang tua yang berat sebelah dalam menyayangi anak-anak. Setiap orang tua memiliki kasih sayng untuk anak dan kasih sayang itu sama. Namun menjadi problem setiap anak, yaitu anak merasa orang tuanya pilih kasih, lebih menyayangi saudara mereka. Memang dalam pandangan orang tua, mereka memperlakukan anak sama, namun dari tindakan, tanpa sadar orang tua condong ke satu anak.

Faktor Lingkungan

Selain faktor keluarga, faktor lingkungan juga tidak kalah mendominasi. Teman pergaulan bisa membentuk karakter anak. Teman sepermainan yang baik akan membentuk anak menjadi pribadi yang positif. Sebaliknya, teman yang negatif bisa membentuk pribadi anak menjadi negatif. Anak akan cenderung meniru apa yang ia lihat dan alami.

Di dalam lingkungan sekolah, guru juga menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anak. Guru menjadi suri tauladan dan panutan bagi anak didiknya. Guru sebagai orang tua kedua bagi anak juga seringkali menjadi faktor pembentuk perilaku anak.

Seringkali anak nakal karena berusaha mencari perhatian guru. Anak yang merasa tidak diperhatikan, ia melakukan segala cara agar diperhatikan. Anak yang nakal tadi berusaha mencari perhatian dengan cara-cara negatif.

Baca Juga  Pandangan untuk Islam Menghadapi Pandemi Covid -19

Jika sudah semua analisis dan semuanya baik-baik saja. Anak dapat kita identifikasi apakah mempunyai gangguan medis atau mental tertentu. Gangguan tersebut dapat memicu dan menjadi faktor penyebab anak menjadi bertindak negatif. Tentu saja jika terjadi hal tersebut, yang bisa menangani adalah pihak-pihak medis yang berwenang.

Evaluasi Penanganan

Jika disingkap, banyak sekali faktor penyebab anak berperilaku negatif. Bahkan sampai di cap menjadi anak nakal. Namun tidak semudah itu kita sebagai orang dewasa men-judge anak yang berperilaku negatif tersebut. Setiap perilaku anak, ada alasan, faktor penyebab yang mendasarinya.

Daripada terburu-buru memberi label nakal pada anak yang berperilaku kurang baik, alangkah lebih bijaksana untuk berusaha memahami, memperhatikan sebab-sebab terjadinya perilaku anak, lalu mengevaluasi bagaimana penanganan yang baik tanpa terlebih dulu memberikan label negatif.

Penanganan yang diberikan kepada anak yang dilabeli nakal ini perlu evaluasi pada faktor penyebabnya. Jika faktor penyebab sudah ditemukan, akan lebih mudah mencari jalan untuk mengatasinya. Setelah ditemukan penyebab, maka menanganinya sesuai dengan penyebab yang ditemukan. Dengan demikian, kita tidak bisa secara sepihak menilai anak nakal, namun mampu untuk menganalisis dan mengatasinya.

Bagikan
Comments
  • Khotibbul Umam

    very cool, i like it

    April 12, 2022
  • Citra

    Is amazing, good luck

    April 12, 2022
Post a Comment