f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
doa sapu jagat

Menyelami Makna Doa Sapu Jagat

Doa bagi umat muslim adalah senjata terbaik dan paling ampuh untuk menjalani kehidupan di dunia. Sangat sulit membayangkan seseorang yang tidak berdoa. Sebab berdoa adalah keniscayaan. Kondisi eksistensial manusia yang tidak berdaya, penuh ketidakpastian, keterbatasan, dan ketidakmungkinan; menghajatkan doa sebagai bentuk pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah Yang Mahakuasa. Hidup, jika dirumuskan, adalah segala usaha yang didukung dengan doa, atau doa-doa yang dilengkapi dengan usaha.

Rasulullah ﷺ mengajarkan banyak sekali doa kepada umatnya. Hampir di segala urusan, umat muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa. Tentu saja doa-doa itu merupakan permohonan untuk mendapatkan rida dan berkah dari Allah atas semua perbuatan yang dilakukan. Ada pula doa yang berguna untuk meminta ketenangan hati, keberkahan ilmu, dan segala bentuk kebahagiaan-keselamatan di dunia dan akhirat.

Untuk poin yang disebutkan terakhir itu, ada beberapa hadis, salah satunya yang termaktub dalam sahih Bukhari dan Muslim, tentang doa yang paling sering dipanjatkan oleh Rasulullah ﷺ. Doa yang sering beliau anjurkan juga kepada sahabat-sahabatnya. Doa tersebut kita kenal dengan nama Doa Sapu Jagat—yang terdapat di Surah Al-Baqarah ayat 201.

Rabbanā ātinā fiddunyā ḥasanah wa fil ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adzābannār yang artinya ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka’.

***

Diberi nama Doa Sapu Jagat karena doa tersebut mengandung seluruh permohonan akan hasanah atau kebaikan di dunia dan akhirat. Sudah segalanya tercakup pada doa itu. Hasanah di dunia dan akhirat itu sendiri bisa bermacam-macam. Namun, ulama-ulama menyebutkan beberapa hal minimal yang merupakan hasanah di dunia dan akhirat.

Hasanah di dunia yang pertama adalah iman. Iman adalah segala-galanya. Tidak ada artinya kehidupan seseorang di dunia tanpa iman. Dengan iman itu jugalah kebaikan-kebaikan lainnya bisa diperoleh. Oleh karena iman adalah kebaikan terbesar dan terpenting, maka seorang muslim hendaknya senantiasa meminta kepada Allah untuk bisa istikamah dalam keimanan.

Baca Juga  Perempuan; Historis Kelam yang Menjadi Pengubah Peradaban

Hasanah di dunia yang kedua adalah afiat. Afiat bukan hanya berarti sehat atau berfungsi dengan normalnya anggota tubuh seperti mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, mulut bisa berbicara, dan kesempurnaan fisik lainnya. Bukan sebatas itu. Selain sehatnya anggota tubuh tersebut, afiat yang sesungguhnya adalah terpeliharanya diri dari segala perbuatan maksiat.

Mata sehat yang bisa melihat tidak dapat disebut afiat kalau digunakan untuk melihat hal-hal maksiat. Kaki yang sehat akan sia-sia jika ia melangkah ke tempat-tempat maksiat. Tangan yang sehat tidaklah afiat apabila dipergunakan untuk memukul atau mencuri harta orang lain. Mulut yang dipakai untuk menyebar fitnah, kebohongan, gibah, ataupun memaki-maki bukanlah mulut yang afiat. Begitu pula dengan anggota tubuh lainnya. Apa gunanya kesehatan tubuh tersebut kalau tidak terpelihara dari maksiat?

***

Hasanah di dunia yang ketiga adalah rezeki yang memuaskan. Rezeki yang sedikit tapi memuaskan itu jauh lebih baik dan bermanfaat ketimbang rezeki yang berlimpah tapi tidak memuaskan pemiliknya. Ketidakpuasan terhadap rezeki itu sering kali membuat seseorang tamak terhadap harta. Apapun bisa dilakukan hanya untuk memperkaya diri—termasuk melakukan perbuatan yang haram. Sedangkan rezeki yang memuaskan senantiasa menjadikan pemiliknya dipenuhi rasa syukur.

Hasanah di dunia yang keempat adalah pasangan saleh-salihah yang serasi. Bukan pasangan yang cantik tanpa tandingan tapi hanya membuat sakit hati. Pasangan yang serasi ialah pasangan yang saling melengkapi dan mampu berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju janah.

Terakhir, hasanah di dunia itu berupa keturunan yang juga saleh-salihah. Anak-anak yang saleh-salihah adalah anugerah yang luar bisa. Mereka merupakan penyejuk hati. Doa-doa dari mereka adalah harta yang tidak ternilai.

Kemudian, hasanah di akhirat dapat berupa: pertama, rasa aman tanpa tercekam ketakutan oleh suasana atau keadaan di akhirat. Sebagaimana kita ketahui bahwa keadaan di akhirat akan begitu menegangkan. Amal baik dan buruk akan Allah tampakkan. Perhitungan akan Dia lakukan. Hukuman dan siksaan siap menimpa manusia. Hanya orang-orang beriman dan mendapat syafaat yang akan merasa tenteram menjalani rangkaian proses di alam baka sana.

Baca Juga  Muslim Punya Batasan

Kedua, perhitungan yang mudah. Pada hari perhitungan itu, semua anggota tubuh akan bersaksi atas segala yang diperbuatnya selama tinggal di dunia. Tidak akan ada kecurangan sekecil apapun sebab yang menjadi hakimnya adalah Allah Yang Maha Adil. Mereka yang Allah kenal lewat amal baik dan doa-doanya akan begitu mudah melalui perhitungan tersebut.

Ketiga, keempat, dan kelima adalah masuk surga, mendapat rida Allah, dan diperkenankan “melihat wajahNya”. Lalu, Doa Sapu Jagat tersebut ditutup dengan permintaan untuk dijaga dari neraka. Itulah segenap hasanah paling paripurna yang dapat diperoleh!

Dengan demikian, marilah kita senantiasa melantunkan Doa Sapu Jagat. Semoga Allah mengabulkannya dan melimpahkan hasanah di dunia dan akhirat untuk kita semua.

Bagikan
Post a Comment