f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ahmad dahlan

Meneladani Bapak Pergerakan, KH. Ahmad Dahlan

KH. Ahmad Dahlan, siapa tak mengenalnya? Sosok lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 ini yang telah berjasa besar dalam membangun peradaban umat lewat Muhammadiyah. Sosok pahlawan nasional yang begitu gigih melawan kolonialisme lewat jalur pendidikan salah satunya untuk membangun karakter generasi bangsa. Sosok yang dinilai berhasil mengimplementasikan insan ideal yang berangkat dari spirit surat Al-Maun

Perjuangan mendirikan Muhammadiyah dimulai pada 18 November 1912 di kampung Kauman, Yogjakarta. untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Muhammadiyah didirikan atas dasar keinginaan beliau mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam menurut tuntunan Al-Qur’an dan al-Hadis.

Meski harus menghadapi tantangan besar dari internal maupun kolonial, namun kegigihannya dalam berjuang dakwah tak pernah surut bahkan terus bersinar seperti matahari yang menjadi lambang kebesaran organisasi yang membawahi berbagai badan otonom seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci, Kepanduan Hizbul Wathon dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Sepulang berguru di Tanah Haram oleh salah satu gurunya, as-Sayyid Abubakar Syatha ad-Dimyathi, ulama besar yang bermadzhab Syafi’i namanya diganti dari Muhammad Darwis menjadi Ahmad Dahlan. Hal itu terinspirasi dari ulama syafiyyah yang masyhur akan keilmuan dan kealimannya di Tanah Haram, Syekh Zaini Dahlan.

Sang Pencerah

Seorang tokoh pembaharu dalam pergerakan Islam di Indonesia, beliau mengambil peran dalam pengembangan pendidikan Islam pendekatan dakwah yang lebih modern. Ketika beliau menjabat sebagai khatib, Ahmad Dahlan berusaha menerangkan arah kiblat salat sebenarnya. Usaha-usaha untuk menyebarkan informasi tersebut beliau lakukan dengan mengundang beberapa ulama untuk menyepakati persoalan kiblat salat di masjid. Meskipun tidak memperoleh kesepakatan namun sudah dianggap mendapat kemajuan positif dalam menjalankan musyawarah yang sopan dan tidak menimbulkan pertikaian.

Baca Juga  Ahmad Syafii Maarif, Sikap dan Pikirannya Lurus

Persoalan arah kiblat ini menunjukan sikap KH Ahmad Dahlan dalam memahami ajaran Islam. Beliau mencoba meluruskan cara-cara beribadah menurut contoh ataupun yang diperintahkan oleh Rasullulah Saw. Paham KH Ahmad Dahlan yang melaksanakan ibadah berdasarkan kesadaran yang muncul dari dalam pribadinya. Menurut beliau, ibadah tidak dibenarkan jikalau hanya diperintahkan oleh seseorang tanpa ia berfikir apa yang ia sampaikan benar atau tidak. Meskipun yang memerintahkan adalah orang tua sendiri maupun guru atau penguasa.

Sikap yang ditunjukanya merupakan sikap pembaharu serta mencoba untuk terbuka dalam berfikir serta memperhatikan tindakan dan pikiran yang sudah biasa dilakukan bahkan berakar urat menjadi tradisi. Bagi KH Ahmad Dahlan memang tidak mudah untuk menyampaikan ide pembaharuannya yang dibawa dari Timur Tengah. Dikarenakan masyarakat belum siap dengan sesuatu yang dianggap berbeda dari tradisi yang ada, juga belum memiliki wadah untuk menyampaikan. Kegagalan Ahmad Dahlan tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap memperjuangkan apa yang diyakini.

Hingga pada akhirnya atas bantuan biaya Sultan Hamengkubuwono VII, KH Ahmad Dahlan dikirim ke Mekkah untuk mempelajari masalah kiblat lebih dalam dan menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya, perjuangan itu cukup berhasil ketika masjid-masjid di Jawa Barat banyak yang dibangun dengan arah kiblat ke barat laut.

Pendidikan yang Mencerahkan

Pendidikan menjadi gagasan awal Ahmad Dahlan dalam meluruskan pemahaman yang ada di masyarakat. Dakwah yang dilakukan Ahmad Dahlan dilakukan dengan kultur yang konstektual dengan pola hidup masyarakat yang dekat dengan seni. Biola menjadi alat seni Ahmad Dahlan dalam mengajar. Suatu hari seorang murid bertanya kepadanya “apa makna Agama?”

Ahmad Dahlan lalu memainkan biola dengan lantunan, indah, merdu dan membuat nyaman yang mendengar . Kemudian biola itu di berikan kepada anak yang bertanya dan dia memainkannya dengan suara yang memekikkan telinga. Ahmad Dahlan mengatakan “ begitulah agama tergantung siapa yang membawa atau menyampaikan”.

Baca Juga  Jangan Membiasakan Tebar Persona

Ahmad Dahlan kuatir karena tidak ada persyarikatan yang membentuk sekolah Islam dengan pola pendidikan sekolah modern. Pendidikan yang ada saat itu adalah pendidikan pondok pesantren yang belum memiliki pola pondok modern seperti saat sekarang. Ahmad Dahlan juga tidak anti dengan pendidikan barat dibuktikan dengan dirinya mengajar di sekolah Belanda.

Pembaharuan Islam yang dibawa Ahmad Dahlan telah membawa perubahan yang sangat luar biasa dalam format perjuangan Indonesia. Muhammadiyah yang pada awalnya sebagai gerakan sosial kemudian menjadi organisasi Islam modern yang memiliki amal usaha terbesar di Indonesia. Capaian yang dapat kita lihat adalah tumbuhnya lembaga pendidikan Muhammadiyah dari TK sampai Perguruan Tinggi, Rumah Sakit Muhammadiyah, Lembaga keuangan Syariah, LAZIZMU lembaga amil zakat, dan lembaga sosial lainnya.

Muhammadiyah Mencerahkan Bangsa

Semua ini adalah bentuk implementasi yang diwujudkan Muhammadiyah dalam mencerahkan kehidupan bangsa yang awalnya hanya diawali dengan membuat aktifitas mengajar dan Penolong Kesengsaraan Oemom (PKO) bagi kaum mustad’afin atau proletar. Semangat Al-maa’uun telah menjadi dasar gerakan sosial Muhammadiyah dan terbukti mampu melahirkan para pemimpin-pemimpin yang berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.

Sebut saja Soekarno muda yang ketika di buang di Bengkulu menikahi Fatmawati anak tokoh Muhammadiyah Bengkulu dan aktif mengajar. Muhammad Hatta, Buya Hamka, dan M. Natsir yang berasal dari Sumatra Barat yang kental dengan ajaran Islam akibat arus perdagangan telah menjadi tokoh penggerak kemerdekaan

Bila diruntut dari sejarah panjang perjuangan Ahmad Dahlan dalam membangun, memajukan, dan mencerahkan umat Islam dari keterbelakangan, sangat terasa gigihnya memperjuangkan cita-cita besarnya. Dan bisa dikatakan perjuangan itu akan berhasil manakala ditopang oleh dua komponen  utama yang melandasinya, yakni pendidikan dan dakwah.

Baca Juga  Semua Orang Adalah “Muhammadiyah”

Dari sinilah bisa dilihat tampak begitu semangat Ahmad Dahlan begitu semangat untuk melakukan terobosan pembaharuan melewati dua elemen tersebut. Sebab lembaga pendidikan bisa dianggap sebagai media paling strategis dalam menyampaikan cita-cita perubahan.

Bagikan
Post a Comment