Mencegah Anak Melakukan Bullying di Dunia Pendidikan
Hai sohib, tahu nggak biasanya bullying ini paling sering muncul di mana sih? Ya benar sekali, di dunia pendidikan paling sering terjadi yang namanya bullying. Sebenernya kalian tahu nggak sih apa itu bullying dan kenapa orang suka melakukannya? Yaps, karena, mereka begitu bahagia ketika melakukan bullying kepada orang yang menurut mereka itu lemah, jika dilakukan penindasan korban tidak bisa apa-apa selain menerima saja.
Apa itu Bullying?
Bullying itu sendiri adalah suatu bentuk penindasan atau tindakan kekerasan yang dilakukan dengan sengaja, bisa dilakukan oleh satu orang ataupun sekelompok yang merasa dirinya lebih kuat, lalu menganggap dirinyalah yang paling berkuasa.
Yang kita ketahui begitu banyak orang di sekitar kita baik itu menjadi korban pem-bully-an maupun menjadi orang yang membulli. Hampir semua orang ketika dia menganggap dirinya itu lebih dari orang lain maka dia merasa sombong. Itulah salah satu faktor pertama terjadinya pembullyian, dan ketika orang itu merasa lemah mereka harus bersiap menghadapi orang yang akan melakukan pembullyian kepada mereka.
Orang melakukan bullying biasanya ada tujuan di dalam dirinya yaitu menyakiti orang dan merasa bahagia saat mereka bisa melakukan hal itu terus-menerus kepada orang yang mereka anggap lemah. Tanpa memikirkan orang itu apakah mentalnya akan kuat atau tidak ketika mereka melakukan bullying.
Tindakan Bullying
Ada orang melakukan bullying melalui kontak fisik langsung. Biasanya terjadi tindakan memukul, mendorong, mencubit, bahkan mencakar korban, dan ada juga yang melakukan pemerasan dan tidak tangung-tanggungnya mereka merusak barang miliki korban. Ada beberapa jenis bullying. Pertama, dengan kontak verbal langsung seperti, tindakan mengancam korban, mempermalukan korban, sarkasme, tindakan mengintimidasi, memaki, dan menyebarkan gosip yang tidak benar kepada orang lain. Kedua, perilaku non-verbal langsung; seperti tindakan dalam bentuk memberikan tatapan sinis terhadap korban menunjukkan bahwa mereka tidak menyukai korban, mengejek korban atau mengancam korban biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal.
Ketiga, perilaku non verbal tidak langsung. Biasanya dalam bentuk tindakan dengan cara memanipulasi, jika korban memiliki teman dekat maka mereka mencoba melakukan suatu tindakan memanipulasi temannya supaya hubungan pertemanan mereka menjadi retak. Cyber bullying memiliki tindakan menyakiti orang lain dengan menggunakan sarana, seperti media elektronik seperti rekaman video intimidasi, pencemaran nama baik melalui media sosial. Lalu yang terakhir adalah pelecehan seksual, kadang pelecehan seksual dapat dikategorikan sebagai perilaku agresi fisik atau verbal.
Dampak Bullying Terhadap Korban
Yang namanya bullying, semuanya pasti mengetahui jika bullying juga memiliki dampak, baik bagi korban maupun bagi pelaku. Dampak bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat. Biasanya bullying sering terjadi di lingkungan sekolahan. Hal yang perlu kita ketahui bullying dapat membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental anak. Bullying dapat menjadi pemicu tindakan yang fatal. Orang dapat melakukan bunuh diri karena mereka merasa tidak sanggup lagi jika mereka di-bully terus-menerus oleh pelaku.
Dampak yang terjadi bagi korban yaitu korban menjadi depresi dan marah. Bahkan, ternyata bullying dapat menurunkan skor tes kecerdasan (IQ) dan kemampuan analisis siswa, lho. Ada juga dampak yang terjadi bagi pelaku, pelaku akan mempunyai rasa percaya yang tinggi di dalam dirinya. Perilakunya yang pro terhadap tindakan kekerasan menjadikannya tipikal orang yang berwatak keras. Mereka juga gampang sekali untuk marah dan impulsif, memiliki rasa toleransi rendah terhadap frustasi. Kebutuhan yang kuat untuk mendominasi orang lain dan kurang berempati kepada target dengan melakukan bullying. Mereka akan beranggapan kalau mereka itu memiliki kekuasaan terhadap keadaan. Jika kita terus menerus membiarkan perilaku bullying tanpa ada intervensi, hal itu dapat menyebabkan terbentuknya perilaku kekerasan terhadap korban dan perilaku kriminal lainnya.
Solusi Mengatasi Bullying
Solusi apakah kira-kira cara untuk mengatasi permasalahan ini? Upaya yang harus kita lakukan untuk mengatasi bullying, bisa dalam bentuk program pencegahan dan penanganan dengan menggunakan intervensi pemulihan sosial ( rehabilitas). Kita dapat memulai pencegahan melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat. Anak juga mampu mencegah, dengan melakukan pemberdayaan. Tujuannya agar anak mampu mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya bullying. Sehingga anak dapat melawan ketika terjadi bullying padanya. Anak juga mampu memberikan seperti bantuan ketika melihat ada orang yang sedang membully (melerai atau mendamaikan). Bahkan memberikan dukungan kepada korban yaitu teman yang terbully dengan mengembalikan kepercayaan dirinya. Sehingga berani melaporkan kepada pihak sekolah, orang tua, maupun tokoh masyarakat).
Keluarga mencegahnya dengan cara meningkatkan ketahanan keluarga dan memperkuat pola pengasuhan. Menanamkan nilai-nilai keagamaan dan mengajarkan cinta kasih antar sesama, memberikan lingkungan yang penuh dengan kasih sayang sejak dini dengan cara memperlihatkan cara berinteraksi antar anggota keluarga dan membangun rasa percaya diri anak, memupuk keberanian dan ketegasan anak serta mengembangkan kemampuan anak untuk bersosialisasi, dan ada banyak lagi.
Sekolah mampu mencegah dengan merancang dan membuat desain program pencegahan yang berisikan pesan kepada murid. Pesannya bahwa sekolah tidak menerima tindakan bullying . Sehingga membuat kebijakan “anti bullying”, membangun komunikasi efektif antara guru dan murid, diskusi, dan ceramah mengenai perilaku bully di sekolah, dan menciptakan suasana lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif.
***
Tindakan bullying, baik itu disengaja ataupun tidak disengaja oleh pelaku. Tetapi secara tidak langsung menyebabkan rasa ketidaknyamanan, penghinaan,kerugian dan kejahatan terhadap korban. Saya sendiri juga korban bullying. Dulu waktu saya SD, saya sering dibully oleh teman-teman saya.
Saya sering dikucilkan, sering diejek, bahkan dihina. Saya tidak mengetahui apa titik kesalahan saya, kenapa mereka melakukan itu kepada saya. Bahkan itu bukan lah satu atau dua kali mereka melakukan itu bahkan berulang kali kepada saya. Ada rasa ingin menyerah, karna merasa tidak sanggup menghadapi mereka. Padahal, saya tidak pernah mengganggu mereka tetapi kenapa mereka selalu mengganggu saya. Pertanyaan ini terus terpintas di dalam pikiran saya sebelum saya tidur. Saya selalu bertanya kenapa terjadi kepada saya. Tetapi seiring waktu berjalan dengan kesabaran yang ada di dalam diri saya. Alhamdulillah, saya dapat mengahadapi mereka dengan kesabaran yang saya milikki.
Saya selalu berusaha berbuat baik kepada mereka yang selalu mem-bully saya. Puji Tuhan mereka lama kelamaan menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan kepada saya dan mereka meminta maaf kepada saya, dan saya memaafkannya, walaupun sakit yang mereka berikan masih ada, tetapi saya berusaha memaafkan mereka.
Jadi jangan pernah kita melakukan kesalahan kepada orang, karena berpikir mereka pasti akan memaafkan kesalahan kita, mereka mungkin saja bisa memaafkan kalian. Tetapi belum tentu melupakan rasa sakit yang telah kalian berikan. Jadi stop untuk melakukan bullying.
Editor : Rizki Feby W
Instagram : @sintiafebriani1503.
