f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
membandingkan diri

Membandingkan Diri dengan Orang Lain, Baik Nggak Sih?

Membandingkan diri dengan orang lain atau comparing your self to others menjadi hal yang tidak bisa terlepas dalam kehidupan manusia. Tidak mengenal muda dan tua, kaya dan miskin. Bahkan, ketika tahu bahwa perbandingan diri itu membawa dampak yang tidak baik, tidak bahagia, dan tidak produktif. Membandingkan diri kita dengan orang lain memungkinkan mereka untuk mengarahkan perilaku kita. Seperti ingin menjadi lebih tinggi, ingin melakukan sesuatu yang dapat dilakukan oleh orang lain juga, dan lain hal. Perbandingan diri ini terkadang dapat memacu motivasi untuk menjadi lebih baik, atau juga bisa merusak diri sendiri.

Kebutuhan dasar manusia salah satunya adalah mengevalusai diri sendiri untuk dapat memperbaiki hidup menjadi lebih baik ke depannya. Bagaimana cara memperoleh hasil evaluasi tersebut? Satu-satunya dengan cara melihat orang lain. Festinger mengatakan bahwa orang yang membandingkan diri dengan orang lain karena memiliki dua alasan, yaitu: mengurangi ketidakpastian suatu hal yang ada pada dirinya dengan orang lain; dan belajar bagaimana mendefinisikan diri mereka sendiri atau jati dirinya. Festinger mengatakan bahwa, manusia tidak dapat menemukan identitas mereka sendiri secara intrinsik atau mandiri, melainkan mereka dapat menemukan identitasnya sendiri ketika dalam hubungannya dengan orang lain.

***

Dalam Al-Qur’an sendiri, Allah sudah menuturkan mengenai hal membandingkan diri sendiri dengan orang lain dalam QS An-Nisa ayat 32 :

وَلَا تَتَمَنَّوۡاْ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعۡضَكُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٞ مِّمَّا ٱكۡتَسَبُواْۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٞ مِّمَّا ٱكۡتَسَبۡنَۚ وَسۡ‍َٔلُواْ ٱللَّهَ مِن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ٣٢

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Baca Juga  Bahagia Menjadi Wirausaha Tanpa Mengenal Usia

Pada ayat tersebut Allah menjelaskan bahwasanya iri hati dengan apa yang orang lain capai atau punyai orang lain itu tidak boleh, karena kita tidak tau usaha apa, perngorbanan apa yang dia lalui untuk mencapai seperti sekarang. Tugas kita sebagai manusia hanya beribadah dan berdoa kepada Allah untuk memohon karunianya. Allah lah yang paling mengetahui segala usaha makhluk ciptaan-Nya.

Membandingkan diri dengan orang lain sebenarnya didasari atas motivasi utuk meningkatkan nilai diri kita atau meyakinkan diri bahwa nilai diri kita lebih baik/tinggi dari orang yang dibandingkan.[1]  Kita ambil contoh, misal anda, selalu membandingkan diri dengan Tina, rekan kerja anda yang memiliki jabatan sepadan, orang yang kreatif, dan pendapatnya menjadi pertimbangan dalam setiap keputusan kerja. Setiap dia melakukan presentasi, atau menampilkan hasil kerjanya, dalam pikiranmu pasti akan mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan, Apakah pekerjaanan saya sehebat idenya? Apakah orang menganggap saya sebagai perkerja yang dapat orang lain percaya, berwawasan luas, dan kreatif seperti dia? Apakah orang peduli apa yang saya katakan seperti dengan perkataannya? Pertanyaan itu akan muncul secara otomatis ketika Tina sedang berada di dekat anda.

***

Setelah anda membandingkan hasil kerja anda dengan Tina, anda akan mengoreksi apakah ide yang anda buat sudah semenarik yang Tina buat. Yang membuat anda bekerja lebih gia menggali ide-ide menarik lainnya. Dan melihat respon orang yang mengamati dengan antusias saat Tina sedang presentasi, membuat anda belajar membawakan materi agar lebih terlihat meyakinkan, berwibawa, dan percaya diri.  Dalam hal itu, Tina menjadi tolak ukur penilaian diri anda dengan membandingkan diri dengan Tina. Tina menjadi seorang role model yang anda jadikan pautan agar dapat persis dengannya, yakni dalam hal kemampuannya.

Baca Juga  Antara Narsistik dan Meyepelekan Orang Lain

Sedangkan, saat anda membandingkan presentasi anda dengan milik Tina dan anda yakin bahwa punya anda memiliki materi presentasi yang lebih baik seduai dengan kepribadian anda. Juga ketika melihat respon orang yang menyimak presentasi Tina dan anda memastikan dan meyakini bahwa anda lebih baik dan berwibawa dalam menyampaikan materi presentasi itu, memiliki pengaruh dan otoritas dalam kantor, saat itulah motivasi dalam membandingkan diri hanya untuk tujuan menilai diri anda lebih baik dari orang yang kau bandingkan. Hal itulah yang lama-lama akan merusak mentalmu.

***

Jadi, membandingkan diri dengan orang lain bagus nggak sih? Jawabannya tergantung dasar motivasi yang anda gunakan untuk membandingkan diri. Jika anda membandingkan diri dengan tujuan tolak ukur untuk meningkatkan kualitas diri, maka itu menjadi hal yang bagus karena akan menambah nilai anda. Namun, jika membandingkan untuk meyakinkan diri bahwa diri anda lebih baik dari orang yang anda bandingkan, maka itu yang tidak baik.

Tanpa kita sadari, seringkali kedua motivasi di atas datang bersamaan di saat sedang membandingkan diri dengan orang lain. Hal itu tidak dapat kita cegah, karena secara naluriah berasal pikiran kita sendiri. Jika kita tidak bisa meminimalisir penyebab sering membanding-banding dengan orang lain, bahaya bisa mengintai kita dalam waktu ke depan. So, di bawah ini merupakan hal yang dapat kita lakukan agar dapat megurangi perilaku membanding-bandingkan diri dengan orang lain.[2]

1. Catat setiap pencapaian dalam hidupmu

Saat kita membandingkan diri dengan orang lain, kita akan fokus pada pencapaian dan prestasi yang orang tersebut dapatkan dan mengabaikan diri kita sendiri. Untuk itu catatlah semua hal yang berhasil kita lakukan atau hal yang membanggakan sekecil apapun itu. Mencatat setiap pencapaian yang kita dapatkan dalam hidup akan membuat kita sadar bahwa kita hebat, kita bisa melakukan ini dengan usaha atau jerih payah diri sendiri. Hal itu akan membuat kita bangga dan berharga atas diri kita sendiri.

Baca Juga  Ini Dia, Obat Penyakit Tak Percaya Diri Menulis
2. Menjadi teman terbaik untuk dirimu sendiri

Tidak hanya sahabat yang perlu kita hibur tatkala sedih melanda. Namun diri sendiri juga butuh dihibur. Saat kita merasakan terpuruk, merasa rendah diri, merasa tidak bangga atas kemampuannya, lakukanlah penghiburan untuk dirimu sendiri. Suarakan kata-kata positif yang mendorongmu untuk lebih bersemangat; yakinkanlah dirimu bahwa kamu adalah orang hebat. Kamu bisa mengingat satu persatu pencapaian yang sudah kamu lalui. Dengan seperti itu, kamu akan semakin percaya diri.

Ibarat kata pepatah jawa, urip iku mung sawang sinawang. Seseorang yang memiliki pencapaian-pencapaian yang hebat, kita tidak tahu jalan apa yang mereka tempuh untuk mencapai hal tersebut. Bisa dengan belajar mati-matian hingga dini hari, rajin beribadah, rajin baca buku, dan lain-lain. Usaha-usaha itu yang perlu kita instropeksi pada diri kita, apakah kita sudah berusaha keras untuk memiliki pencapaian-pencapaian yang hebat? Coba tanyakan pada dirimu sendiri.


[1] https://www-jordanharbinger-com /why-you-compare-yourself-to-other-people-and-how-to-stop/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc  diakses pada 23 Januari 2022 pukul 10.05

[2] https://www-healthline-com/health/mental-health/learned-stop-comparing?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc diakses pada 23 Januari 2022 pukul 10.30

Bagikan
Post a Comment