f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
komunikasi

Komunikasi Kunci Hindari Kekerasan

Keluarga adalah tempat ‘pulang’ bagi semua orang. Tapi bagi sebagian yang lain, keluarga bukanlah tempat ternyaman untuk dapat menjadi sebuah rumah untuk ‘pulang’. Rumah yang seharusnya hangat, tenang, dan nyaman dapat berubah menjadi sebuah chaos. Salah satu yang mengakibatkan hal tersebut adalah lemahnya komunikasi dalam sebuah keluarga. Saat komunikasi tidak menjadi suatu yang penting dan terabaikan, maka kesalahpahaman lah yang akan terjadi.

Pondasi sebuah hubungan adalah komunikasi. Baik komunikasi dengan keluarga, pasangan, teman, mitra kerja, bahkan orang lain. Komunikasi adalah kunci dan pemahaman adalah gemboknya. Maka penting bagi untuk benar-benar memastikan bahwa orang lain dapat mengerti pesan yang kita inginkan.

Bagaimana membangun komunikasi dalam rumah tangga?

Misalnya dalam sebuah keluarga, orang tua meluangkan waktu bercerita kedapa anak-anaknya. Menceritakan dan mendengarkan cerita anak dapat membuat suasana nyaman dan memberikan sebuah kerekatan hubungan antara anak dan orang tua. Kerekatan hubungan inilah yang nantinya menghasilkan sebuah komunikasi yang baik.

Meski sampai kapanpun isi pikiran manusia tidak akan selalu bisa sama. Tidak ada pasangan yang sempurna, juga keluarga yang sempurna. Maka yang ada hanyalah bagaimana saling mengerti dan memahami satu sama lain. Sehingga tujuan dari komunikasi itu dapat tercapai yaitu memelihara interaksi antara satu anggota dengan anggota lainnya sehingga menciptakan komunikasi efektif atau sebuah keharmonisan.

Runtuhnya Sebuah Rumah Tangga

Sebuah rumah tangga bisa runtuh karena kurang nya komunikasi. Perdebatan-perdebatan kecil akan menjadi masalah besar dan perasaan yang tidak tersampaikan kepada keluarga atau pasangan akan menjadi bom waktu yang dapat meledak setiap saat. Apabila itu sudah terjadi maka rumah tangga tidak akan berjalan harmonis, hal-hal yang seharusnya tidak terjadi seperti sikap manipulatif, merasa paling benar, bahkan sampai dengan kekerasan dapat terjadi.

Baca Juga  Peran Ibu dalam Melepas Rantai Toksik Kekerasan

Membangun komunikasi nyatanya tidak mudah. Bukan berarti yang sefrekuensi bisa menghasilkan komunikasi yang baik. Obrolan singkat seperti menanyakan kegiatan hari ini, perasaan yang sedang terjadi, adalah pertanyaan sepele yang dapat menambah keharmonisan sebuah hubungan.

Kekerasan Bukan Hanya dalam Bentuk Fisik

Kekerasan dalam rumah tangga acap kali terjadi akibat dari renggangnya hubungan dan kurangnya komunikasi yang ada dalam rumah tangga. Ketika salah satu pihak tidak dapat mengontrol emosinya dengan baik maka yang terjadi maka terjadilah. Yang perlu untuk kita ketahui bersama adalah bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya terjadi secara fisik.

Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Menjelaskan bahwa kekerasan adalah timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Diam Bukan Solusi!

Terkadang sebagai bentuk pelarian diam adalah pilihan paling tepat. Tetapi diam bukanlah sebuah solusi. Kesalah pahaman tidak akan berubah jika hanya diam dan tidak melakukan sesuatu. Belajarlah untuk mulai mengkomunikasikan keselahpahaman yang ada agar tidak terjerumus kedalam sebuah penyesalan. Jika komunikasi dapat terjalin dengan baik, maka keadaan rumah tangga dan keluarga akan lebih hangat, akan lebih nyaman sebagai tempat ‘pulang’, akan lebih saling terbuka, bahkan akan menjadi obat paling mujarab dalam menghilangkan penat setelah sibuk dengan kegiatan luar.

Aristoteles seorang filsuf kelahiran Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Yunani tahun 384 SM mengatakan bahwa “Setiap orang bisa menjadi marah, itu adalah hal yang mudah, tetapi menjadi marah kepada orang yang tepat, dengan kadar yang tepat, di saat yang tepat, dengan tujuan yang tepat serta dengan cara yang tepat, bukanlah kemampuan setiap orang dan bukanlah hal yang mudah.” Dengan demikian kuasailah kemaran yang ada pada diri kita dengan memahami dan belajar untuk mengkomunikasikan segala hal dengan baik.

Baca Juga  Tak Ada Salahnya Menjadi Pekerja yang Loyal Kepada Satu Korporasi

Wallahu a’lam bishawab

Oleh: Klarisa Eka Daliana & Wildan Azza Assegaf

Bagikan
Post a Comment