f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
akal budi

Keterkaitan Pendidikan dan Akal Budi

Semua anak berhak mendapatkan akses pendidikan. Hal ini berlaku kepada seluruh anak Indonesia entah dari suku pedalaman, rakyat biasa, atau sekalipun rakyat menengah kebawah. Pendidikan memiliki lingkup yang sangat luas, pendidikan tidak hanya di sekolahan saja. Pendidikan juga bisa dilakukan di manapun, bisa juga dilakukan di luar sekolah, misalnya di hutan atau di masyarakat. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan dan nantinya dari pendidikan tersebut akan mencerdaskan kehidupan bangsa salah salah tujuan dari pendidikan.

Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah daya upaya untuk memajukan kehidupan bangsa dari budi pekerti, pikiran serta jasmani anak agar dapat memajukan hidup yang selaras dengan alam dan masyarakat. Dapat kita simpulkan dari penjelasan di atas bahwa pendidikan seharusnya tidak terlepas dari isu-isu masyarakat. Pendidikan bukan hanya mengedepankan kecerdasan intelektual. Alangkah baiknya karakter anak-anak harus senantiasa didobrak untuk membentuk karakter yang dewasa.

Kemudian tujuan Pendidikan Nasional dalam UU No. 20 Tahun 2003 adalah pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam tujuan pendidikan ini dijelaskan bahwa anak-anak nantinya diharapkan memiliki akhlak mulia, sehat, cakap, kreatif dan lain sebagainya. Sehingga yang diharapkan dari UU No. 20 Tahun 2003 membentuk karakter peradaban yang bermartabat.  Pertanyaannya yaitu apakah pendidikan Indonesia sudah menerapkan pendidikan yang selaras dengan alam dan masyarakat ataukah sebaliknya pendidikan hanya mencetak generasi-generasi intelektual tanpa mengedepankan karakter?

Pendidikan

Dalam bukunya H.A.R. Tillar yang berjudul Pedagogik Teoritis Untuk Indonesia (diterbitkan penerbit Buku Kompas, April 2015), bahwa Ki Hajar Dewantara memiliki pandangan dalam dunia pendidikan yaitu Tripusat Pendidikan. Di dalam tripusat pendidikan tersebut terdapat keluarga, sekolah dan gerakan pemudaan. 

Baca Juga  Membaca Perempuan dalam Gerakan Radikalisme

Dalam ranah pendidikan yang terlibat pertama kali dalam mendidik anak yaitu orang tua/keluarga. Bisa disebut orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari orang tua anak-anak mereka akan diajari budi pekerti yang di dalamnya terdapat rasa kasih sayang sesama manusia dan tidak membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain. Anak-anak mereka yang dibimbing dari madarasah pertama (Ibu) secara baik ia cenderung akan memiliki budaya yang baik pula. Ada pepatah yang bilang orang tua adalah panutan anak dan sifat orang tua akan menurun kepada anak. Inti dari pendidikan orang tua yaitu membentuk karakter individu anak.

Orang tua merupakan dasar penanaman karakter individu anak dan bentuk-bentuk yang sederhana seperti pembiasaan, tingkah laku, moral dan pendidikan agama. Betapa pentingnya peran dari orang tua untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter anak. Demikianlah, orang tua merupakan pusat pendidikan yang pertama dan paling utama, yang pasti pendidikan dari orang tua tidak dapat digantikan oleh lembaga pendidikan lainnya. Oleh sebab itu, jika ada anak-anak yang tidak memiliki orang tua atau yatim piatu atau keluarganya pecah belah anak-anak tersebut akan mengalami kesulitan dalam perkembangan kepribadiannya. Di sini peran masyarakat harus dapat menggandeng anak-anak tersebut. Masyarakat bisa berperan untuk mengangkat mereka sebagai anak atau lembaga-lembaga sosial harus berperan aktif.

Kedua, pendidikan dalam lingkup sekolah. Sekolah merupakan lembaga pendidikan dalam masyarakat yang mempunya tujuan khusus berupa pengembangan intelektual. Tetapi pengembangan intelektual dalam lingkup sekolah jangan sampai menghilangkan budi pekerti anak. Dalam sekolah juga memilki fungsi yang harus diterapkan dalam diri anak seperti pengembangan moral, emosioanal, jasmani dan pendidikan agama. Dari pengembangan moral, emosi, jasmani, dan pendidikan agama harus di tanamkan secara sungguh-sungguh dalam diri anak. Sehingga nantinya anak-anak akan menjadi dewasa, memiliki permasalahan-permasalahan dalam dirinya dan nantinya dapat menyelesaikan permasalahannya secara baik dengan pandangan luas.

Baca Juga  Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini

Pendidikan dalam lingkup sekolah memiliki tugas utama pengembangan dan penajaman intelektual. Dari intelektual tersebut harus didampingi oleh budi pekerti. Dunia modern ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembangan dengan pesat, anak-anak cenderung melupakan nilai-nilai moral.

Ilmu pengetahuan dan teknologi sebenarnya untuk meningkatkan taraf kehidupan manusia. Tetapi di sini cenderung disalah gunakan. Suatu contoh HandPhone, sangat pesatnya teknologi tersebut berkembang, jika anak-anak tidak dibekali dengan budi pekerti yang bagus dan pengarahan dari lingkup sekolah bisa jadi nantinya anak-anak tersebut akan mengakses hal-hal yang tidak diinginkan. Semua hal dalam dunia digital dapat diakses secara cepat, maka perlunya rasa budi pekerti dan pengetahuan yang baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Melihat contoh di atas, dapat di pahami bahwa sangat penting pendidikan budi pekerti dalam mendidik anak, maka ada hubungan erat antara pendidikan keluarga dengan pendidikan sekolah. Kedua pendidikan tersebut tidak dapat dihilangkan, jika mau membentuk anak-anak menjadi generasi yang memiliki moral yang bagus. Sudah seharusnya pendidikan bertujuan untuk membentuk kepribadian anak yang memiliki moral yang bagus, tidak hanya sekedar cerdas dalam intelektualnya. Budi pekerti jangkanya akan sangat panjang apabila sudah tertanam dalam diri anak.

Ketiga, masyarakat sebagai pusat pendidikan. Sebagai makhluk sosial seorang anak tidak bisa terlepas dari masyarakat. Dalam masyarakat anak-anak bisa belajar melalui kebudayaan di lingkungan masyarakat dia tinggal. Kebudayaan tersebut bukan sekedar menari atau yang lainnya. Kebudayaan tersebut bisa berupa nilai-nilai keagamaan yang diterapkan misalnya keharmonisan, sopan santu dan saling menghormati. Nilai-nilai keagamaan tersebut dapat dapat diajarkan kepada anak-anak, sehingga nantinya anak-anak tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat. Dalam lingkungan masyarakat anak-anak dapat dikenalkan pentingnya persatuan gotong royong. Persatuan gotong royong ini berguna untuk mengikat tali persaudaraan anatara satu dengan yang lain sehingga nantinya akan membentuk masyarkat yang harmonis.

Baca Juga  Jalan Terjal Penghapusan Perkawinan Anak di Indonesia
Akal Budi

Manusia makhluk hidup yang sempurna, yang diberikan pikiran oleh Allah Swt. dengan tujuan dipergunakan untuk berfikir selayaknya manusia. Menurut KBBI akal budi dapat diartikan pikiran sehat. Sehingga penjelasan tersebut dapat diperluas bahwasanya akal budi merupakan pola berfikir setiap manusia untuk menunjukkan suatu kebenaran atau pikiran sehat.

Akal budi di dalam dunia anak-anak harus senantiasa dikembangkaan. Artinya peranan pendidikan dalam dunia anak sangat berpengaruh dalam membentuk akal budi. Setelah dewasa anak-anak tersebut dapat menerapkan akal budinya untuk dirinya sendiri atau untuk kemaslahatan orang banyak. Yang diharapkan dari akal budi tersebut ialah terbentuknya karakter manusia yang baik. Lebih-lebih dari dunia berpikir manusia mempunyai akal budi yang mampu membangun peradaban sesuai kesejahteraan bersama. Diharapkan dalam akal budi manusia dapat mendobrak daya berfikir kritis, akal digunakan untuk berfikir dan budi dipergunakan untuk menerapkan daya pikirannya sehingga manusia mengerti baik dan buruk yang akan dilakukan.

Membentuk akal budi manusia merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Akal budi anak-anak tidak terbentuk dengan sendirinya. Justru di sini perannya pendidikan yang akan membentuk anak-anak. Salah satunya pendidikan dalam lingkungan keluarga. Keluarga memiliki peranan yang penting dalam membentuk anak-anaknya tumbuh menjadi lebih bagus. Dalam keluarga anak-anak akan diajari saling menghormati dan tidak membeda-bedakan teman-temannya yang lain. Lingkungan keluarga akan membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik. Salah satu contoh dalam pergaulan anak ialah bullying sesama teman, maka yang diharapkan dari pendidikan keluarga ialah dapat meminimalisir tingkat bullying terhadap anak.

Bagikan
Post a Comment