f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Surabaya

Kepada Surabaya dan Farid Merah

Oud Soerabaia

Buat Hida

Untuk Sidik, Hariyono, Koesno Wibowo, dan Arek-arek Suroboyo

Untuk Hotel Yamato a.k.a Oranje Hotel

Buat Pertempuran Surabaya

Surabaya, di jalanmu yang panas api

Aku membayangkan beberapa teguk arak api

Membakar mulutku penaka unggun api

Membakar kotamu, ibukota Revolusi

Surabaya, di dedaun rindang taman bungamu

Yang barangkali sudah jadi milik Risma, bosmu yang pemarah itu

Dan di dada kotamu yang penuh

Beberapa orang merobek bendera merah putih biru

Pertanda Revolusi berdarah, sudah jadi milikku jadi milikmu

Surabaya, kota kenang-kenangan Revolusi dan juga kenang-kenangan Cintaku dulu

Di rahim kotamu mengalir darah-darah suci ada juga darah-darah tak suci

Bergumul di aspal bau polusi

Berkelebatan di bus kota yang lupa cara berhenti

Surabaya, di panas apimu

Dengan kereta yang kupesan dari kotaku

Aku mengajakmu bertemu

Tapi masihkah kau simpan kekasih hatiku

Dan kenang-kenangan Revolusi kaumku dulu.

***

Disebabkan oleh Chairil

Malam, kupu-kupu

Mencari setaman kembang bermadu

Yang hilang-lenyap di dada kotamu

Sejak berapa waktu yang lalu

Malam-malam panjang

Pecah di pendar mata bulanmu

Yang menangisi kota, yang kesepian

Ditinggal taman bunga dan kupu-kupu; coklat, biru

Di kota ini taman bukan kita punya

Tak lebar luas, kecil saja ‘pun tak ada

Dan malam, kupu-kupu malang

Sesat di sempit gang kecil-remang

Tak ada mawar-melati dan kembang berkarang

Dalam gang sempit yang dibenci Tuhan

Mungkin sepokok khuldi tengah ranum-matang

Dan seekor ular akan melemparmu ke ranjang losmen murahan

Malam, kupu-kupu dan kembang hilang madu

Tak ada yang gratis di kota yang dijual murah

Ketika Sorga masih juga abu-abu

Di kota ini Neraka sudah terbakar-nyala.

Baca Juga  Novel Kehidupan

Musikalisasi Puisi Sapardi

Aku ingin mencintaimu dengan puisi

Tapi aku tak mau sok tahu seperti Sapardi

Maka aku menangis karena sedih

Di dadamu yang mirip dada ibuku

Aku anak kecil yang haus lugu

Maka nyanyikanlah aku

Lagu-lagu masa kecil dahulu

Lehermu yang putih-putih melati Alibaba

Dan kucupanku yang merah-merah delima

Siapa yang baik hati Cinderella

Pasti disayang saya.

Istana Tanpa Kecemasan

Kepada Farid Merah

Di Wonokromo, Istana Tanpa Kecemasan

Boerderij Buitenzorg dia punya nama

Nyai Ontosoroh memulai kisah

Dan sejarah yang hidup di tangan penjajah

Wonokromo, lebih indah kulihat dari dalam tenda

Sepanjang rel kereta

Para bromocorah

Dan perempuan-perempuan tak pernah menyangsikan sejarah.

Bagikan
Post a Comment