f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Kekuatan Doa

Oleh: Athiful Khoiri*

Ada sebuah peristiwa heroik dari Abu Abdurrahman bin Umar bin Khathathab, bahwasanya Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, bahwa pada zaman dahulu, ada tiga orang musafir yang sedang menempuh perjalanan. Mereka mendapatkan sebuah gua untuk berteduh, ketiganya pun berteduh di dalamnya.

Tiba-tiba sebongkah batu besar menggelinding dari atas bukit dan menutupi pintu gua, sehingga mereka bertiga terkurung. Salah seorang berkata, “Sesungguhnya tak ada yang dapat menyelamatkan kita dari bencana ini, kecuali kita berdoa kepada Allah Swt dengan menyebutkan amal-amal saleh yang telah kita perbuat!”

Lantas, orang pertama di antara mereka berdoa, “Ya Allah, hamba memiliki ayah dan ibu yang telah berusia lanjut. Hamba senantiasa mendahulukan memberi minum susu kepada keduanya sebelum memberikannya kepada keluarga dan budak. Suatu hari, hamba pulang terlambat dari mencari kayu, sehingga hamba dapatkan kedua orangtuaku telah terlelap dan tertidur. Hamba pun segera memerah susu untuk persediaan minum mereka. Namun, karena keduanya telah tidur, maka hamba segan membangunkannya. Hamba tetap tidak akan memberikan susu itu kepada keluarga dan budak hamba, sebelum terlebih dahulu hamba berikan kepada ayah dan ibunda. Hamba menunggu ayah dan ibu hingga terbit fajar, saat itu keduanya baru terbangun dari tidurnya, lalu kuberikan minuman susu itu kepada keduanya. Padahal, semenjak sore hari, anak-anak hamba menangis sambil bergelayut memegangi kaki hamba. Ya Allah, sekiranya apa yang hamba perbuat itu termasuk amal saleh yang Engkau ridai, hamba memohon, geserkanlah batu yang menutupi mulut gua ini!” Maka batu itu pun bergeser sedikit.

Orang kedua berdoa, “Ya Allah, hamba memiliki saudara sepupu yang cantik menawan, hingga hamba pun jatuh hati kepadanya. Suatu ketika hamba ingin sekali berbuat zina dengannya, tetapi ia selalu menolaknya. Beberapa waktu kemudian, ia tertimpa kesulitan dan hamba memberinya uang sebesar 120 dinar, ia pun sanggup menyerahkan dirinya untuk hamba perlakukan sekehendak hamba, kapan pun hamba menginginkannya. Ketika hamba berada dalam pelukannya, ia berkata, ‘Takutlah kepada Allah dan jangan kausentuh keperawananku kecuali dengan jalan yang benar!’ Hamba pun merasa takut kepada-Mu, maka hamba tinggalkan sekalipun hamba mencintainya, hamba relakan uang yang telah hamba berikan kepadanya. Ya Allah, sekiranya perbuatan hamba ini termasuk amal saleh demi memperoleh rida-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi mulut gua ini!” Batu besar itu pun bergeser sedikit lagi, tetapi mereka belum bisa keluar dari gua.

Baca Juga  Metamorfosis Alumni Ramadan

Akhirnya, orang ketiga berdoa, “Ya Allah, hamba mempekerjakan beberapa karyawan dan semuanya hamba gaji secara tepat, kecuali seorang yang pergi sebelum mengambil uang gajinya lebih dahulu. Maka gaji orang itu hamba berdayakan menjadi sangat banyak. Beberapa waktu kemudian ia datang kepada hamba seraya berkata, ‘Wahai hamba Allah yang baik, berikanlah gajiku yang dulu!’ Kukatakan kepadanya, ‘Hai karyawanku, apa yang kaulihat, baik unta, lembu, kambing, maupun budak yang menggembalakannya, semuanya adalah gajimu!’ Ia berkata, ‘Wahai hamba Allah yang bijak, kumohon tuan jangan permainkan aku!’ Aku berkata, ‘Sungguh, aku tak pernah mempermainkanmu. Itu semua hakmu!’ Ia kemudian mengambil semuanya tanpa meninggalkan sedikitpun untukku. “Ya Allah, sekiranya apa yang hamba lakukan ini termasuk amal saleh demi mengharap rida-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi mulut gua ini!” Maka batu itu pun bergeser, sehingga ketiga orang yang berada dalam gua itu dapat keluar dengan selamat. (HR Bukhari dan Muslim).

Inilah petualangan tiga remaja saleh serta kekuatan doa yang sangat menakjubkan. Allah Swt telah menyatakan bahwa Dia selalu terhubung melalui doa hamba-Nya. “Dan bila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat sekali. Aku mengabulkan permohonan setiap orang yang berdoa bila berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka menjalankan perintah-Ku, supaya mereka berada dalam jalan yang benar.” (QS Al-Baqarah/2:186). Di ayat lain, Allah juga berfirman bahwa, “Dialah Yang Hidup, tiada Tuhan selain Dia; berdoalah kepada-Nya dengan ikhlas, beribadah hanya kepada-Nya semata; segala puji bagi Allah, Maha Pemelihara semesta alam.” (QS Al-Mukmin/40:65).

Berkaca dari kisah di atas, di tengah wabah pandemi Covid-19 yang tren-nya semakin hari semakin melonjak seperti ini, selain berusaha menaati anjuran pemerintah untuk selalu cuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, bekerja dan beribadah #dirumahsaja, melakukan pola hidup bersih dan sehat, menjalankan physical distancing, serta memakai masker ketika aktivitas di luar rumah, sebagai mukmin yang beriman, tentu kita harus istiqamah memanjatkan doa ke hadirat Allah Tuhan Yang Mahakuasa dengan khusyuk dan penuh kesungguhan.

Baca Juga  Tetap Membahagiakan Anak Sekolah di Masa Pandemi

Kita percaya kekuatan doa yang sangat dahsyat, apalagi dilantunkan di bulan Ramadan seperti sekarang ini akan semakin cepat dikabulkan. Doa memiliki kekuatan luar biasa, oleh karena itu seharusnya kita tidak mengabaikannya.

*Penulis, Mahasiswa Pascasarjana Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

Bagikan
Post tags:
Post a Comment