Hubungan Unik Anak Perempuan dan Ayah
Jika kita perhatikan, hubungan antara ayah dan anak perempuan itu cukup unik. Karena memang biasanya saat kecil anak perempuan lekat dengan ayahnya. Dan bagi beberapa anak perempuan, sosok ayah akan selalu melekat di hati hingga mereka dewasa. Meskipun tidak sedikit juga anak perempuan yang kesal atas perilaku ayahnya yang terkadang over protectif, namun ia seakan paham betul bahwa apa yang ayahnya lakukan tersebut tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk kebaikannya.
Alangkah beruntungnya wanita yang memiliki hubungan harmonis dengan ayahnya, sebab dengan begitu ia akan melihat betapa ibunya sangat menyayangi kakeknya dan begitu juga sebaliknya. Senyum ayah adalah hal berharga yang mampu membuat anak perempuan bahagia. Oleh sebab itu, mereka para gadis kecil tak pernah berhenti berusaha dengan segala cara yang dapat dilakukannya untuk membuat sang ayah bangga.
Ayah Adalah Cinta Pertama Putrinya
Sosok ayah menjadi sosok laki-laki pertama yang anak perempuan kenal dalam hidupnya. Sehingga muncul kata, ayah adalah cinta pertama putrinya. Meski seorang anak perempuan memiliki banyak saudara laki-laki, baginya sosok ayah tak akan tergantikan. Anak perempuan mengagumi sang ayah atas segala hal yang ia lakukan. Mereka memandang ayahnya sebagai sosok yang paling bisa diandalkan dan selalu ada untuknya. Beberapa diantara kalian bahkan mulai bermimpi kelak menikah dengan orang yang seperti ayah kalian dan sehebat ayah kalian bukan?
Lelaki Terbaik Yang Paling Mencintaimu Melebihi Orang Lain Di Dunia Ini
Dalam hal percintaan, seorang perempuan bisa merasakan patah hati berulang kali karena seorang laki-laki. Ada beberapa lelaki yang mampu membuatmu menangis, kecewa, tersakiti, bahkan membuatmu menunggu terlalu lama. Beda ceritanya dengan seorang ayah. Bagi ayah, anak perempuan adalah orang yang paling istimewa di hatinya melebihi orang lain di dunia ini.
Ayah akan selalu lebih peduli dan sayang pada anak perempuannya. Mereka tidak akan pernah rela putri kecilnya terluka oleh siapapun hingga bersedih hati. Sosok ayah akan menjadi pelipur lara bagi setiap anak perempuan dalam kondisi patah hatinya. Dia akan selalu berusaha meredakan laramu dan menghiburmu dengan cara terbaiknya. Meskipun cara menghiburnya terkadang terasa aneh.
Caranya menyayangimu tiada lelaki manapun di bumi ini yang mampu menandinginya. Dia mencintaimu jauh sebelum kamu lahir ke dunia ini. Cara seorang ayah menyayangi gadis kecilnya, jelas berbeda dengan cara seorang laki-laki menyayangi kekasihnya. Pasalnya, ayahmu akan selalu berusaha membahagiakanmu, dia tak akan pernah berani melukai hatimu. Namun, ia juga tak pernah segan dan ragu untuk menegurmu saat kamu salah. Itulah sebabnya mengapa ayah selalu menjadi nomor satu di hati anak perempuannya.
Anak Perempuan Akan Selalu Menjadi Gadis Kecil Kesayangan Ayah Bahkan Saat Ia Sudah Beranjak Dewasa
Ibu akan memperlakukan putrinya sebagai wanita dewasa ketika anak perempuannya telah tumbuh besar, namun ayah tak pernah peduli berapapun usia anak perempuannya. Ia akan selalu memandang anak perempuannya sebagai gadis kecil kebanggaan dan kesayangannya yang perlu dimanja.
Ayah akan selalu menjadi pahlawan yang akan tetap setia menjagamu dalam segala situasi. Dia adalah sosok orang yang akan mengarahkanmu menuju fase kedewasaan, mengawal setiap langkahmu saat kamu memahami dunia luar dan mengenal berbagai orang.
Ayah Mengajari Anak Perempuan Kuat Secara Fisik Dan Mental
Ibu mendidik anak perempuannya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Berbeda dengan ibu, ayah biasanya ingin membuat anak perempuannya menjadi pemberani, ingin anak gadisnya menjadi kuat, secara fisik maupun mental. Sebab, ayahmu tak mungkin bisa melindungimu sepanjang waktu.
Terkadang sesekali ayah akan membiarkan anak perempuannya terjepit dalam suatu masalah, membiarkanmu jatuh, merasakan sakit, hingga menangis. Hal itu tidak berarti ia tidak menyayangimu, justru inilah caranya membuatmu menjadi seorang pemberani, mampu menemukan solusi sendiri, dan berani bertanggung jawab atas apa yang kamu pilih. Sisanya, biarkan ibu yang akan mengobati lukamu, memberikanmu sentuhan kasih sayang, dan kembali menjadikanmu gadis yang lembut.
Ia Tak Akan Pernah Melepasmu Hingga Perannya Tergantikan Oleh Keberadaan Suamimu
Bagimu pernikahan adalah momen yang paling membahagiakan, namun bagi kedua orang tuamu ini juga merupakan momen yang mengharukan, terlebih lagi bagi ayahmu. Sebab ia akan melepas putri kecil yang selama ini ia rawat dengan penuh cinta kepada seorang lelaki yang telah dipercayai olehnya akan mampu menjagamu hingga akhir hayat.
Menikahkan anak dengan pasangan yang memiliki tutur kata dan sikap baik merupakan salah satu kewajiban orang tua. Agar anak bisa mendapatkan kebahagiaan dalam rumah tangga yang mereka jalani. Sebagaimana firman-Nya:
“Kawinkanlah anak-anak kamu yang belum kawin dan orang-orang yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-aki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerah-Nya”. (QS.An-Nur: 32)
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia dan harmonis. Oleh karenanya, terkadang mereka terlalu selektif dalam memilihkan pasangan hidupmu, lantaran ketika kamu tidak mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahan yang kamu jalani, kedua orang tuamu akan merasa gagal menjadi orang tua yang baik.
***
Ayah adalah cinta pertama anak perempuan, ia tidak akan pernah menghianati apalagi menyakitimu. Tidak ada yang bisa mengasihi seorang anak perempuan sebesar yang seorang ayah lakukan. Kasih sayang yang ayah berikan pada anak perempuannya tak kurang dari kasih sayang yang seorang ibu berikan. Namun, tanpa kita sadari, terkadang kita maih sering mengabaikan sosok seorang ayah. Mari kita renungkan sejenak betapa sosok seorang ayah sangat memengaruhi hidup yang kita jalani sekarang. Bahkan tanpa adanya ayah, kita tidak mungkin berada di dunia hingga sekarang ini.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu kami jadikan dia mendingar dan melihat.” (QS. Al-Insan: 2)
Berdasarkan ayat diatas, dijelaskan bahwa awal mula pembentukan setiap manusia itu berasal dari sperma bapak. Jauh sebelum ibu mengandung, wadahnya adalah bapak dan sebelum manusia itu lahir dari rahim seorang ibu, bapak telah mengeluarkannya terlebih dahulu. Meskipun sebagai wadah bapak itu membawanya dengan ringan dan mengeluarkannya dengan syahwat, akan tetapi tanpa adanya bapak tidak mungkin kita berada di dunia sampai sekarang ini.

Mahasiswi Jurusan Ilmu Perpustakan dan Informasi Islam, UIN SATU Tulungagung.
Instagram : @salsaa_987
