Hedonisme dalam Modernitas Perempuan di Era Digital
Era globalisasi saat ini kebudayaan Barat sangat mencengkram budaya dan sosial. Berbagai aspek kehidupan peradaban pun telah mengarah ke Barat. Globalisasi tentu saja berdampak pada pola pemikiran serta pola kehidupan masyarakat Indonesia.
Melihat fenomena kini, kaum wanita diarahkan dalam kehidupan yang bermewah-mewahan karena tuntutan zaman. Sebagian besar masyarakat bermanja dengan kecanggihan alat-alat elektronik masa kini. Hingga trend menjadi kebutuhan masyarakat khususnya wanita.
Kemudian mereka diarahkan dalam kehidupan yang lebih hedonis, serta dampak lainnya seperti menjadi manusia yang anti sosial; karena mementingkan kehidupannya sendiri, serta mengarahkan wanita dalam gaya hidup lebih matrealistis karena dituntut untuk bermewah-mewah.
Modernisasi seringkali dikaitkan dengan westernisasi karena prakteknya berasal dari negara Barat. Ironisnya, perilaku hedonis tidak hanya oleh kaum muda, melainkan kalangan dewasa pun ikut membanjiri pola hidup tersebut.
Kesenangan dan kesedihan adalah motif yang memerintah manusia. Kelompok hedonis terbiasa melakukan kegiatan yang berfokus kepada diri sendiri dan bersifat mengeksploitasi kekayaan dan menampilkan perilaku hidup yang berlebih-lebihan.
Orientasi Hedonisme Terhadap Kaum Wanita
Hedonisme berasal dari bahasa Yunani, hedonismos dari akar kata hedone yang berarti kesenangan. Dalam Oxford, hedonisme adalah kepercayaan bahwa kesenangan dan pemuasan diri adalah tujuan dari kehidupan yang sesungguhnya.
Konsep hedonisme menggambarkan segala cara yang dapat menimbulkan kesenangan dan baik untuk dilakukan. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis adalah sikap, pengalaman, kepribadian, konsep diri.
Al-Qur’an telah menjelaskan bagimana kehidupan akhirat itu lebih kekal daripada kehidupan dunia yang hanya sementara. Allah SWT berfirman, “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS. Al-A’laa:16-17)
Kaum wanita adalah seorang manusia yang memiliki tendensi feminim yang mengandung daya tarik kecantikan. Menjerat hedonisme, kebanyakan masyarakat menghalalkan segala cara untuk meraih gaya hidup yang modernitas.
Fenomena yang terjadi, masyarakat pun cenderung menekankan pada penampilan kaum wanita dibandingkan pria. Oleh karena itu, penampilan menjadi bagian dari gaya hidup manusia khusunya kaum wanita.
Mengontrol diri dari pengaruh hidup gaya hedonis merupakan kewajiban dan kesadaran individual. Tak kecuali kaun wanita dan laki-laki.
Kaum Wanita “Gambaran Generasi Bangsa”
Modernitas yang semakin meracuni generasi bangsa, tidak sedikit wanita yang terlena dengan kemewahan dan kecanggihan. Apabila terus-menerus terabaikan, maka generasi muda wanita bangsa Indonesia menjadi generasi yang bimbang, tanpa masa depan yang pasti, tanpa pengetahuan yang luas.
Abu Said Al-Khurdi mengisahkan, pada suatu hari Rasulullah SAW naik ke mimbar lalu berliau berkhutbah, “Sesunggunya yang paling aku takutkan atas kalian ialah keberkahan bumi yang akan Allah keluarkan untuk kalian.”
Sebagian sahabat bertanya, “Apakah keberkahan bumi itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Perhiasan kehidupan dunia.” Selanjutnya seorang sahabat kembali bertanya: “Apakah kebaikan (perhiasan dunia) itu dapat mendatangkan kejelekan?” Mendengar pertanyaan itu, Nabi SAW menjadi terdiam, sampai-sampai kami mengira bahwa beliau sedang menerima wahyu.
Selanjutnya beliau menyeka peluh dari dahinya, lalu bersabda, “Manakah si penanya tadi?” Sahabat si penanya pun menyahut, “Inilah aku.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Kebaikan itu tidaklah membuahkan/mendatangkan kecuali kebaikan. Sesungguhnya harta benda ini nampak hijau (indah) nan manis (menggiurkan). Sungguh perumpamaannya bagaikan rerumputan yang tumbuh di musim semi. Betapa banyak rerumputan yang tumbuh di musim semi menyebabkan binatang ternak mati kekenyangan hingga perutnya bengkak dan akhirnya mati atau hampir mati. Kecuali binatang yang memakan rumput hijau, ia makan hingga ketika perutnya telah penuh, ia segera menghadap ke arah matahari, lalu memamahnya kembali, kemudian ia berhasil membuang kotorannya dengan mudah. Dan sesungguhnya harta benda ini terasa manis. Barang siapa yang mengambilnya dengan cara yang benar dan membelanjakannya dengan benar pula, maka ia adalah sebaik-baik bekal. Sedangkan barang siapa yang mengumpulkannya dengan cara yang tidak benar, maka ia bagaikan binatang yang makan rerumputan akan tetapi ia tidak pernah merasa kenyang, (hingga akhirnya ia pun celaka karenyanya).” (HR. Bukhari no. 6427 dan Muslim no. 1052) (Placeholder1) (Muhammad Abdul Tuasikal, 2021)
***
Kalangan metropolitan menghadapi modernitas lebih memilih kehidupan seperti merubah perilaku, kepribadian serta perubahan gaya hidup dan cara hidup masyarakat menjadi signifikan.
Gaya hidup sederhana mulai ditinggalkan, hedonisme sendiri adalah sebuah pandangan hidup yang menganggap seseorang akan bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan mungkin akan menghindar atas perasaan yang menyakitkan.
Dampak Dan Solusi Hedonisme terhadap Modernitas Kaum Wanita
Sifat Hedonisme memiliki sisi positif, mengajak manusia menikmati hidup dengan kebahagiaan dan kesenangan. Tetapi, larut dalam kesenangan yang berlebihan itu tidak baik.
Dalam kehidupan hedonisme kita hidup dalam orientasi keuangan yang tidak jelas. Lebih mementingkan prioritas pribadi daripada aspek lain. Tidak mempunyai aset keungan dalam jangka panjang, memicu hutang dan depresi, sehingga cenderung tidak sehat.
Kemudian solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu mengubah mindset konsumtif jadi produktif. Sadar bahwa kehidupan berfoya-foya itu tidak baik, menyusun target dalam rancang keuangan jangka panjang, melakukan self-reward, membuat daftar pada setiap pengeluaran dan pemasukan.
Dengan demikian, bagi kaum wanita dapat menjadi panutan generasi bangsa demi kemajuan masa depan yang cemerlang. Mengurangi adanya modernitas prioritas pribadi hanya demi kesenangan nafsu semata.
Daftar Pustaka
Alex Wulan Fahri. (2019). Perilaku Hedonisme Pada Wanita Sosialita. Indonesian Psychological Research, 50.
Ichsan Emrald Alamsyah. (2022, Febuari Sunday). republika.co.id/Jerat Hedonisme di Kalangan Masyarakat. Retrieved from republika.co.id: https://www.republika.co.id/berita/q0abgr349/jerat-hedonisme-di-kalangan-masyarakat
Muhammad Abdul Tuasikal. (2021, FEBRUARI SUNDAYY). Rumaysho.com/Dunia Memang Menggiurkan. Retrieved from Rumaysho.com: Dunia Memang Menggirukan, https://rumaysho.com/3215-dunia-memang-menggiurkan.html
Risqi, et all. (2018). Modernitas Dalam Kehidupan Hedonis Remaja Wanita. Jurnal Ilmiah Satya Negara Indonesia, 71.
Mahasiswi aktif program studi Pendidikan Agama Islam UNIDA Gontor (Universitas Darussalam Gontor) Mantingan, NGAWI. Aktif dalam dunia literasi kampus, dan juga menjadi bagian tim jurnalistik kampus.
