f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
membaca

Dengan Membaca, Kita Menjadi Orang yang Tidak Merugi

Siapa yang tak kenal dengan tradisi membaca. Adalah budaya yang dirasa kini semakin terasing dan langka. Seolah hanya menjamah pada kalangan intelektual dan tidak mungkin ada pada semua lini masyarakat sampai ke sudut-sudut desa.

Terus di manakah masalahnya? Adalah kurangnya pembiasaan dan menurunnya peradaban keilmuan sekarang; terutama di bangsa kita ini.

Membudayakan membaca sama artinya meningkatkan kapasitas diri. Meskipun semakin banyak tahu informasi tidak menjamin seseorang untuk dapat berpikir dengan benar. Namun sudah merupakan kewajiban yang sangat realistis untuk pendamba ilmu.

Marilah kita menjadikan belajar, mencari guru, mengunjungi guru menjadi cara hidup kita. Ilmu memiliki karakternya masing- masing, dan tidak adanya peradaban tanpa keilmuan.

Kalau kita tilik kembali pedoman hidup sekaligus kunci keselamatan kita di duia dan akhirat, yaitu Al- Qur’an al karim. Dalam QS. Al- alaq ayat : 1 yang mana adalah wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw; yang artinya “bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”

Membaca Secara Konteks

Membaca bukan berarti sempit hanya dengan melihat dan memahami tulisan-tulisan yang ada di buku, media massa, media sosial, dan sebagainya. Ia juga memiliki arti yang lain seperti pada sikap membaca situasi yang mana sangat di perlukan untuk terhindar dari kekeliruan nalar yang sering disebut dengan fallacy.

Membaca juga bermaksud sebagai pengejawantahan dari self love. Mengapa bisa seperti itu? Di era yang penuh dengan nafas individualisme yang meningkat ini ditandai dengan sibuknya orang- orang dengan gawai dibandingkan berinteraksi dengan sesama nya.

Dengan membaca buku, setidaknya kita telah melakukan aktivitas self love karena merawat akal kita untuk tetap “hidup”. Untuk membiasakan kebiasaan baik agar menjadi rutinitas yang menjelma menjadi sebuah kebutuhan pribadi memiliki tips atau cara- cara tertentu agar tercapai apa yang menjadi benefit dari hobbi langka ini.

Baca Juga  Baca Novel : Isi Waktu Luang di Masa Pandemi

Membaca adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Antara lain, manfaatnya adalah meningkatkan kecerdasan; empati; memori, bahkan dapat mengurangi stress.

Kondisi Budaya Membaca Masyarakat Indonesia

Di negara kita saja di akhir tahun 2019 menempati peringkat ke 75 dari 81 negara di dunia. Apa sebenarnya yang menjadi latar belakang persoalan ini? Aktivitas membaca tidak terpisah dari sebuah benda, yakni buku/ tulisan. Bedanya di zaman sekarang ini, kita dapat membaca di media elektronik atau yang dapat disebut ebook, website, dsb.

Banyak hal yang melatar belakangi dari masalah di atas, namun sayangnya di era digital seperti ini, mengakses ke media adalah bukan hal yang sulit, karena hampir semua orang memiiliki perangkat handphone, yang mana denganya dunia informasi terbuka lebar di “mbah google”.

Maka yang menjadi faktor selanjutnya adalah karena rendahnya minat baca pada individu. Minat atau kemauan tidak jauh dari rasa ingin tahu. Seseorang yang minat terhadap sesuatu maka cenderung akan tinggi rasa ingin tahunya bukan? Mengapa rasa ingin tau ini sangat penting dalam peningkatan minat baca rakyat indonesia perlu ditumbuhkan pada tiap individu. Minimal terhadap kejadian yang sedang menjadi isu hangat/ berita.

Bayangkan saja ketika kita malas untuk mencari jawaban dari persoalan kita tentang hama yang menimpa sawah kita, misalnya. Yang ada kita akan dengan polosnya digiring sana dan sini sesuai opini orang. Padahal, belum tentu informasi yang mereka tujukan kepada kita adalah yang berguna bagi kita, atau bisa jadi yang merugikan kita.

Membaca itu Perlu, Agar Tidak Rugi 

Jadi, bagi kamu yang malas dengan membaca. Ingatlah akan sebuah kerugian yang akan menimpa kita jika enggan menambah kualitas diri dengan kegiatan membaca ini. Tentu kamu tidak mau kan menjadi orang yang merugi? Tidak ada kata terlambat untuk menjadi baik. “tapi kan saya sudah lulus sekolah, buat apa aku rajin membaca,padahal udah lulus sekolah?”.

Baca Juga  Hidup adalah Belajar

Eh jangan salah, bahkan membaca ini tidak mengenal umur, mau muda, tua, laki, perempuan, miskin, kaya. Semua berhak untuk berwawasan luas. Menjadi orang yang berwawasan luas merupakan skill yang menuai kemulian di lingkungan sekitarnya. Menjadi orang yang bermanfaat. Dan kehadirannya sangat dinanti, bagaikan lampu di tengah gelapnya malam.

Langkah selanjutnya yakni dengan menemukan satu buku yang membuatmu jatuh cinta dengan buku tersebut. Karena untuk mencintai buku itu harus dengan proses yang setiap orang berbeda- beda.

Setelah itu barulah kita belajar untuk dapat membuka diri supaya terbuka dengan genre bacaan yang lain. Agar semakin kaya wawasan dan terampil dalam mengambil keputusan.

Bagikan
Post a Comment