f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kita memilih

Catatan untuk Presiden

Aku berpetualang
Membawa buku catatan dan kamera
Melihat Indonesia Raya dari Lamongan utara, cukup jauh dari Jakarta.
Di pantai utara kita lihat ada Wisata Bahari Lamongan,
Di seberang pulau, bukit-bukit penuh tanda Tanya menjulang
Penanda rebah dan hilang dalam sungai coklat pekat
Anak-anak santri dan jalanan lupa merekam saat menjaring ikan di dalam sejarah.
Aku berpetualang
Meninggalkan pekerjaan di rumah yang perekonomian yang tetap begini saja tanpa ada kenaikan
Tampak tak memiliki harapan
Sekolah-sekolah indah warna dan anak-anak yang kehilangan identitas budaya menyayikan Indonesia raya.
Aku menyaksikan kontes dangdut di televisi Indonesia
Kontroversi demontrasi, perdebatan hukum, inpeksi pasukan
Aku membaca peresmian proyek triliyunan di surat kabar
Aku mendengar siaran radio tentang pidato kemarahan presiden  yang berapi-api di sini,
Aku memotret dan mencatat.
Maka lihat  dan bacalah sendiri,
Nunukan defisit anggaran eskapator penggali batu bara
Nunukan teras depan republik defisit anggaran di riuhnya perdagangan lintas Negara.
Cermati foto itu,
Aku menyaksikan jalanan berlubang-lubang memanjang
Persetan dengan keadilan 74 tahun Indonesia merdeka
Seminggu lalu, bantuan BLT menjadi demo rakyat miskin yang tidak dapat
Rakyat miskin mintak, mereka bilang rakyat kok minta-mintak
74 tahun menunggu rumah sakit yang layak, jalanan beraspal yang layak
Indonesia macam apakah kita jika masih membiarkan rakyat mengeluarkan 8,5 juta rupiah dari sebuah kecamatan menuju kota kabupatennya sekedar untuk mengurus sim, ktp, surat ijin tetek bengek dan halo-halo birokrat dan politisi di warung kopi?
Ow Tuhan
Jangan kau tempatkan di murkamu pejuang konfrontasi di nyala apimu
Mereka berjuang mengorbankan jiwa untuk sejengkal tanah
Negara   kesatuan republik Indonesia
Mereka tentu menitipkan merah putih berkibar di hati anak cucunya
Di hati kita semua.
Pemuka-pemuka republik
Jangan paksa mereka melipat bendera
Lalu mengembalikannya padamu
Sambil berurai air mata
Sungguh mereka ingin tetap mengibarkan merah putih itu dalam rumahnya
Cukuplah itu menjadi janji setia sebagai pusaka.
Presiden di Jakarta
Jalan-jalanlah ke sini
Lihat dari dekat
Betapa mereka ingin memelukmu sambil menyanyikan lagu tanah air pusaka.
Di Lamongan utara
Aku melaporkan kepadamu dengan air mata yang berurai di dalam hatiku.
Bagikan
Baca Juga  Bulan Sore Hari
Post a Comment