f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
penjahit

Balada Seorang Penjahit

Bercumbu mesra pagi hingga siang
Bersama jarum, gunting dan benang
Di kepalamu berkerumun angan
Di hatimu bersemayam kenangan

Harus ada senyum manis di bibirmu
Meski punggungmu kaku kakimu ngilu
Demi hadirnya seorang tamu
Yang hendak menjahitkan baju

Selalu ada kisah di setiap pelanggan
Kala mengukur badan dengan sebuah meteran
Tak semua berbayar ada juga gratisan
Bagimu kepuasan mereka, sebongkah  hiburan

Seribu lelah tak kau rasa
Sejuta letih sudah biasa
Kau himpun sejumlah asa
Sadar diri di titik kasta

Suatu hari sekeping hati terkhianati
Kekasihmu berlabuh ke lain hati
Pada gadis manis, kaya, ayu dan seksi
Putri mahkota seorang juragan sapi

Pujaan hatimu gemar mengerlin
Pada setiap yang terlihat bening
Tak kau sangka dia tega berpaling
Ikhlaskan diri mustahil bersanding

Kata kekasihmu: itu emosi sesaat
Padahal putihnya cintamu kian merambat
Kau bangkit tebalkan tirakat
Karena jiwamu tak ingin sekarat

Setiap menggunting blacu maupun satin
Serasa menggunting harapan semu, penuh angan dan ingin
Ketika menjahit kembali potongan kain
Kau jahit pula sisa-sisa luka dalam batin

Ingin kakimu berjalan tanpa beban
Yakin yang bisa makan bukan hanya juragan
Tak guna sejumlah dendam kau simpan
Sampai mati pun tak kan terpuaskan

Bagi jiwa lain mungkin terasa sakit
Saat sembunyikan duka sembari  menjahit
Pun tak lupa kau rapalkan beberapa wirid
Berharap keping hatimu mulus tanpa  keloid

Tiada aral bagimu merajut mimpi
Bersama riak rindu yang tak bertepi
Dan bulir cinta melebihi butiran padi
Andai badai datang kau pun tak peduli

Merasa sakit tak harus kau menjerit
Kendati luka hatimu sangat menggigit
Kau tegarkan diri tetap lincah dan gesit
Agar yang memandangmu tanpa mata menyipit

Baca Juga  Lukisan Mural

Ada seratus ribu tatapan sinis
Ketika nyalimu nyaris menipis
Bak luka lama kembali teriris
Kau tetap tegak tanpa rasa miris

Menyadari hanya sebagai kawula alit
Doamu mengalir di setiap menit
Kau bisikkan lirih pada pemilik langit
Mohon dimudahkan dari segala yang sulit

Tidak ingin larut dalam kesedihan
Kau tata hati kau semai harapan
Kau latih emosimu untuk selalu memaafkan
Demi bahagiamu di masa depan

Bagikan
Post a Comment