Site icon Inspirasi Muslimah

Anak Usia Dini Harus Sarat Gizi

gizi

Pernahkah melihat adik kesayangan kita mengonsumsi jajanan setiap hari? Sebenarnya hal itu tidaklah masalah; tetapi menjadi masalah apabila dilakukan setiap hari. Mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak, berarti adik kita bukanlah satu-satunya yang melakukan itu.

Meskipun Indonesia memiliki banyak generasi muda, tetapi tidak sedikit darimereka kurang mendapatkan gizi yang seimbang; terutama saat berada dalam usia dini (0-6 tahun).

Gizi seimbang merupakan susunan dari makanan sehari – hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah tertentu  sesuai dengan kebutuhan tubuh, serta memperhatikan prinsip – prinsip seperti  variasi pangan, aktivitas fisik, kebersihan diri, serta berat badan yang ideal. Ini sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Pedoman Gizi Seimbang).

Sepenting Apa Konsumsi Gizi Seimbang bagi Anak?

Anak usia dini memerlukan gizi yang seimbang untuk membantu masa pertumbuhannya (Amirullah dkk, 2020). Terpenuhinya gizi seimbang sangat memengaruhi pertumbuhan fisik, kesehatan, bahkan kecerdasannya. Tetapi, apakah benar gizi seimbang anak usia dini memiliki dampak berkepanjangan? Jawabannya adalah ya, pengaruh dari gizi tersebut berdampak hingga mereka dewasa bahkan tua nanti.

Apabila sejak kecil anak sudah kekurangan gizi, tubuh anak akan lemas dan rentan penyakit hingga besar nanti. Bukan hanya secara fisik, perkembangan psikologis anak juga akan terganggu saat memasuki masa remaja.

Mengenal Tumpeng Gizi Seimbang

Di Indonesia, gizi seimbang digambarkan dengan bentuk segitiga atau biasa kita sebut dengan Tumpeng Gizi Seimbang (TGS). TGS ini bertujuan untuk memudahkan seseorang dalam menentukan makanan dengan jumlah dan jenisnya sesuai kebutuhan berdasarkan usianya (mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, bahkan lansia).

(Auliana, 2011)

Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa TGS memiliki beberapa potongan tumpeng; yang terdiri dari karbohidrat, sayuran, buah – buahan, golongan protein nabati, golongan protein hewani, gula, garam, serta air mineral. Luas potongan yang terdapat pada TGS menjelaskan porsi ideal yang sebaiknya dikonsumsi seseorang di setiap harinya.

Karbohidrat idealnya terkonsumsi sebanyak 3 – 8 porsi, sayuran 3 – 5 porsi, buah – buahan 2 – 3 porsi, protein 2 – 3 porsi (baik protein hewani ataupun protein nabati), serta air mineral yang idealnya terkonsumsi sebanyak 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas.

Di bagian bawah TGS juga ditunjukkan prinsip gizi seimbang selain mengonsumsi makanan bergizi, yaitu dengan olahraga, menjaga kebersihan, serta memantau berat badan. Adanya TGS ini harapannya dapat meminimalisir angka gizi buruk di Indonesia (Auliana, 2011).

Bagaimana Peran Gizi Seimbang pada Ibu Hamil?

Kecukupan gizi seimbang anak usia dini sangat bergantung pada kesadaran orang tuanya. Orang tua yang memiliki kesadaran penuh dengan hal ini akan memperhatikan konsumsi makanan sehat sejak anak masih dalam kandungan. Sehingga, penting juga untuk ibu hamil supaya lebih memperhatikan apa yang dikonsumsi selama masa kehamilan.

Masa kehamilan merupaka tahap awal kesadaran memberi gizi yang baik untuk anak dan peduli terhadap masa depan mereka. Ketika seorang bayi telah lahir ke dunia, bayi memerlukan Air Susu Ibu (ASI) untuk memenuhi kebutuhannya. Kandungan yang berada dalam ASI sudah mencakup semua zat gizi yang merupakan kebutuhan bayi, sehingga ASI dapat berperan sebagai makanan pokok untuk bayi.

ASI eksklusif tanpa tambahan makanan atau minuman sangat dibutuhkan saat bayi berada di usia 0 – 6 bulan. Ketika seorang bayi berusia di atas enam bulan, kebutuhan gizinya semakin bertambah. Maka, ASI saja tidak cukup dan dibutuhkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).  MP-ASI bisa berupa serat buah – buahan, biskuit susu, serta bubur tim yang berisi sayuran dan protein hewani atau protein nabati. Anjuran pemberian ASI yaitu sampai anak berusia dua tahun.  (Auliana, 2011)

Beberapa Poin Penting dalam Penyajian Makanan Anak Usia Dini

Perlu diingat bahwa makanan yang disajikan untuk anak usia dini tidak boleh sembarangan. Beberapa poin penting dalam penyajian makanan anak usia dini yaitu sebagai berikut:

Nah, sekarang sudah tahu kan pentingnya gizi seimbang bagi tubuh? Untuk itu, mulai saat ini kita harus menyadari dan membiasakan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, terutama bagi anak usia dini.

Daftar Pustaka

Amirullah, A., Andreas Putra, A. T. ., & Daud Al Kahar, A. A. (2020). Deskripsi Status Gizi Anak Usia 3 Sampai 5 Tahun Pada Masa Covid-19. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 16-27. https://doi.org/10.37985/murhum.v1i1.3.

Auliana, R. (2011). Gizi Seimbang dan Makanan Sehat untuk Anak Usia Dini, dari http://staffnew.uny.ac.id/upload/132048525/pengabdian/gizi-seimbang-dan-makanan-sehat-untuk-anak-usia-dini.pdf (diakses pada 7 Maret 2021).

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Bagikan
Exit mobile version