Alasan Kenapa Women Empowerment itu Penting dalam Dinamika Kehidupan
Sesungguhnya kita sudah bukan berada dalam zaman di mana perempuan memperoleh posisi sebatas ladang pemuas nafsu belaka. Saat ini yang kita butuhkan bukanlah diskusi yang berujung menyudutkan peranan kaum perempuan dari dinamika kehidupan. Melainkan yang kita butuhkan hanyalah sebuah diskusi sederhana dengan memperkaya dimensi women empowerment.
Women empowerment berarti berbicara bagaimana mendapatkan suatu kesetaraan serta pengakuan bahwa perempuan juga dapat melakukan banyak hal. Maka dalam tahap konsep yang sebenarnya, perempuan jangan terposisikan sebagai perempuan yang bak seorang pembantu; yang cukup bekerja di dapur, misalnya. Melainkan mereka berhak untuk sebagai sebuah pribadi, pemikir, motivator di ruang publik atau berpuluh profesi lainnya.
Namun faktanya, masih banyak tradisi dan naluri laki-laki terhadap perempuan hanya sebatas pasangan hidup yang cukup sebagai ibu rumah tangga. Bahkan tidak tanggung-tanggung, praktik KDRT berhasil menyadarkan kita bahwa perempuan bisa diposisikan sebagai samsak hidup belaka selain ladang menanam sperma. Ironis bukan?
Dari sekian banyak hal yang berbicara tentang perempuan, ada hal yang begitu menarik yang membutuhkan pemikiran yang lebih mendalam. Perempuan bahkan tergambarkan sebagai sosok yang sangat di istimewakan dalam kitab suci Al-Qur’an. Betapa banyak ayat-ayat Al-Qur’an di dalamnya membicarakan tentang perempuan, sehingga ada suatu surat yang mengabadikan perempuan yaitu surat An-nisa.
Maka di sini penulis ingin membuka mata dan meluruskan perspektif yang selalu menyudutkan peranan wanita dalam dinamika kehidupan. Berikut alasan bahwa women empowerment itu sangat penting;
1. Mengurangi Praktek Kekerasan dalam Rumah Tangga
Ketika perempuan sudah berposisi di bawah dari derajat laki-laki, maka tidak menutup kemungkinan bahwa kaum laki-laki mulai melakukan berbagai perlakuan seperti eksploitasi seksual dan KDRT. Karena bagi mereka, perempuan hanya menjadi sebatas penampung. Ini merupakan hal yang sangat penting bagi perempuan dalam memahami apa saja tindakan yang tepat dalam melawan perlakuan hal yang semacam ini.
2. Menciptakan Kesadaran tentang Kesetaraan Gender
Dewasa ini, banyak profesi yang sangat membutuhkan keahlian tangan perempuan alias pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh kaum pria. Seperti menjadi bidan, keperawatan, kecantikan itu merupakan beberapa bidang yang mau tidak mau membutuhkan sentuhan tangan perempuan. Ini membuktikan bahwa tidak semua pekerjaan di dunia hanya bisa dilakukan oleh pria. Karena dengan hadirnya perempuan justru dapat memberikan perspektif berbeda pada bidangnya.
3. Membangun Perekonomian Perempuan, Sebab Mereka Bisa Mandiri dalam Segi Ekonomi
Kita bukan berada dalam zona yang masih memakai stigma kuno di mana perempuan lebih rendah dan tidak memiliki otoritas apapun dalam dinamika industrial. Bahkan pemberdayaan perempuan saat sekarang sangat terlihat signifikan dalam dunia pekerjaan. Ini membuktikan bahwa perempuan juga bisa mandiri dan tidak hanya bergantung kepada suami dalam hal ekonomi.
Jika masalahnya berada pada kekhawatiran terhadap pekerjaan rumah tangga, masih banyak bukan pekerjaan yang bisa sembari melakukan pekerjaan rumah dan mengurus anak, seperti jualan online, content writer, trader & investor dll.
4. Mencabut Akar Kemiskinan Negara
Loh, apa hubungannya women empowerment dengan mengurangi kemiskinan negara? Jelas ada, karena yang hidup di dunia ini bukan hanya pria saja. Perempuan juga dapat berperan membantu kaum pria dalam hal ini. Terutama pada kehidupan rumah tangga contohnya, ada kalanya pria juga kelabakan mencari nafkah ditambah dengan kebutuhan zaman sekarang semakin menjulang, itulah kenapa berbagi beban antara satu sama lain perlu diterapkan agar tercipta kehidupan berkeluarga yang seimbang. Hal ini juga dapat menekan tingkat pengangguran wanita dan mencabut akar kemiskinan dari suatu bangsa.
Itulah beberapa alasan kenapa menanamkan prinsip women empowerment itu begitu penting dalam dinamika zaman sekarang; di mana prinsip tersebut juga sebagai pembuka mata untuk kita semua semua manusia itu sama derajatnya, entah apapun jenis kelaminnya.
Pada akhirnya, kita mengaharapkan bahwa prinsip ini juga bisa mematahkan stigma kuno yang dilabelkan kepada perempuan selama ini. Dengan demikian upaya pemberdayaan terhadap perempuan dapat mengoptimalisasi peran perempuan dan menyumbangkan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat luas.
Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir Mahasiswa UIN JAKARTA
