f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
islam

Islam yang Tertutup Setelah Kejayaan

Terhitung 15 abad berlalu, Islam telah hadir di muka bumi ini sebagai agama terakhir dan sekaligus penyempurna seluruh agama. Dibawakan oleh Rasulullah ﷺ di tengah gurun tandus yang memilki tradisi kesusastraan kuat dan mengakar. Dia merupakan Nabi dan Rasul Allah terakhir sekaligus pembawa agama penyempurna dengan garis keturunan dari Nabi Ismail. Agama yang menjadi penerang bangsa Arab Jahiliyah di masa awal kehadirannya. Namun agama ini memiliki tujuan yang lebih besar sebagai penerang seluruh kehidupan umat manusia. Agama yang begitu sempurna dan terstruktur tanpa celah dalam memberikan intruksi terhadap perangkat kehidupan manusia.

Agama ini pernah berjaya dan berkontribusi  besar pada umat manusia dengan segudang pencapaian dari cendikiawan muslim di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Para cendekiawan dan pemikirannya berhasil menapaki jalan pengetahuan berbasis ketauhiidan untuk mencapai pucuk zenit kebudayaan, politik, falsafah, kedokterasn, ekonomi, teknologi. Seorang sejarawan asal Skotlandia yang konsentrasinya mengenai Timur Tengah yaitu H.A.R Gibb pun turut memberikan kesimpulan terkait Islam. “Islam bukanlah sekedar sistem teologi ketuhanan, lebih dari itu Islam adalah tatanan kebudayaan yang serba lengkap dan terstruktur secara sistematis “.

Namun di saat seperti ini, di manakah kita dapat menemukan kembali agama Islam yang pernah menjadi singa tatanan masyarakat dunia. Islam yang dibanggakan sebagai sebuah manifestasi aktual dan faktual terkait cara bermasyarakat sekaligus cara pandang hidup umat manusia sehari-hari. Agama yang mencerminkan kehidupan bermoral dan berjiwa sosial tinggi tanpa tebang pilih dalam ras, suku bahkan agama.

Wabah

Sudah berabad-abad lamanya Islam berserta umatnya terjebak dalam kondisi sebagai jajahan atau sapi perah. Umat yang hanya dijadikan budak bagi para oknum yang menjajah dan memilki kecenderungan untuk menghilangkan potensi tumbuh kembang dalam menciptakan kebudayaan. Umat yang telah dirampas kemerdekaannya baik secara istilah maupun bahasa.

Baca Juga  Bagaimana Cara Mendidik Anak Menurut Pandangan Islam?

Jika para ahli sejarah mengatakan kerjaan Ustmaniyah sebagai “The Sick Man of Europe” di detik-detik sebelum kehancurannya. Maka yang sebenarnya terkena wabah penyakit bukan hanya Turki atau Utsmaniyyah melainkan umat secara keseluruhan. Bagaimana tidak, kaum muslim pada masa lalu hingga masa kini yang carut-marut  memang sudah diprediksi oleh Rasulullah ﷺ sebagai umat yang “Hubbud-Dunya” dan “Karahyatul-Maut”. Kondisi ketika kerakusan dan keserakahan umat terhadap dunia membuatnya takut untuk menghadapi kematian. Memiliki jumlah yang banyak namun hanya seperti buih yang mengapung di atas air tanpa memilki tujuan dan arah hidup yang pasti.

Kehancuran umat semakin terlihat ketika kemurnian esensi amal ibadah mulai disusupi oleh bid’ahdan khurafat. Jiwa kemerdekaan serta berijtihad digantikan menjadi jiwa yang serba manut dan ikut tanpa mencoba untuk mengkritisi apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana kemampuan daya pikir serta kemampuan berinovasi dalam koridor Islam telah lumpuh seutuhnya. Hal ini semakin diperparah dengan degradasi tauhiid dan aqidah, yang diiringi padamnya semangat berkorban dengan idealisme Islam yang kuat. Keruntuhan sikap sederhana dan akhlak disebabkan oleh sifat bermewah-mewah dan berlebihan yang sangat kontradiktif dengan nilai luhur agama Islam.

Penawar Wabah

Bukannya tanpa penawar, dalam istilah kedokteran, setiap penyakit yang diderita oleh pasien, secara tidak langsung tubuh pasien yang dihinggapi oleh virus penyakit akan memilki “anti-toksin” atau “anti-virus” yang bekerja di dalam tubuh untuk melawan bibit penyakit. Begitupula dengan penyakit yang diderita oleh umat di seluruh dunia.

Munculnya bibit-bibit “anti-toksin”  yang untuk sementara menjadi cerminan umat Islam. Muhammad Abdul Rauf dan Karim Abdul Jabar menjadi generasi awal dalam olahraga basket yang memperkenalkan Islam. Dirinya juga membangun wajah Islam yang profesional dalam kerja namun tetap teguh dalam menjalankan syariat Islam.

Baca Juga  Keistimewaan Hak-Hak Manusia dalam Al-Qur’an

Malcom X  menjadi tokoh Islam berkulit hitam dengan gerakan memperjuangkan supremasi kulit hitam. Selain itu juga memperjuangkan kesetaraan kulit putih dan kulit hitam di Amerika. Masifnya gerakan umat muslim juga terlihat di benua Eropa ketika Islamic Society of Britain berkerjasama dengan Youth Muslim Organization UK untuk melakukan acara buka puasa tahunan. Tidak tanggung-tanggung, Trafalgar Square di pilih menjadi venue perhelatan iftar atau buka puasa bersama tahunan tersebut.

Agama yang Kokoh

Pada dasarnya, aspek kemasyarakatan umat membentuk pola, dan pola itu sendiri telah terpetakan menjadi 3 bagian menurut Ibnu Khaldun. Di tahun awal, sebuah struktur masyarakatnya ditandai dengan pertumbuhan yang ekspansif. Bahkan juga dipenuhi dengan etos kerja tanpa ada keinginan untuk memilki kemewahan yang bersifat duniawi.

Tahun berikutnya diisi oleh struktur masyarakat yang mulai fokus kepada gaya hidup bermewah-mewahan. Sayangnya kemudian mulai melupakan administrasi kemasyarakatan, hingga sampai di tahun puncak sekaligus penutup. Kondisi itu dipenuhi dengan luka dan nestapa yang bahkan kondisi struktural masyarakat sendiri tidak dapat menahan gempuran masalah eksternal maupun internal. Dan pada akhirnya dari masa kelam tersebut akan muncul sebuah siklus baru yang akan mengulang kembali urutan tersebut.

Jika kita merenungi kembali pernyataan Ibnu Khaldun terkait masalah struktural masyarakat muslim, maka sekarang saatnya umat muslim untuk bangkit dan kembali menjadi cerminan sesungguhnya agama Islam itu sendiri. Islam tidak dapat dikalahkan oleh apapun itu, begitupula dengan umat yang memiliki idealisme Islam yang kokoh.

Apabila umat sampai dapat dikalahkan oleh materialisme, kapitalisme, bahkan sifat bermewah-mewahan, maka itu semua merupakan kesalahan umat yang lalai akan menjaga keislamannya, bukan salah dari agama Islam itu sendiri. Islam merupakan agama yang mencampurkan perkara batin dengan perkara lahir. Islam yang memberikan pedoman kehidupan batin namun juga memberikan pedoman hidup umat manusia dalam bermasyarakat secara luas. Di ujung jalan ini hanya ada dua pilihan, yaitu menjadi umat yang merefleksikan cahaya Islam atau menjadi umat Islam yang menutupi cahaya terang dari Islam itu sendiri.

Bagikan
Post a Comment