Memiliki Anak Kembar : Nikmat atau Berat?
Anak merupakan sebuah anugerah yang tak ternilai dengan apapun, banyak pasangan suami istri menginginkan kehadiran buah hati. Namun tak sedikit pula yang tega menyiakan bayinya sendiri, dengan berbagai faktor yang melatarbelakangi, salah satunya ekonomi. Tetapi bagaimanapun, seorang anak hadir sebagai pelengkap nikmat dalam berkeluarga. Apalagi mendapatkan dua atau tiga sekaligus dalam satu kali proses bersalin, mungkin rezeki terasa berlipat. Anak kembar memang terlihat dan sering menjadi pusat perhatian, apalagi memiliki wajah yang sangat mirip antara satu dengan yang lain. Terkadang dari segi pakaian pun diseragamkan, tapi pasti ada perbedaan dari anak kembar.
Mengingat sejarahnya, perempuan yang hamil pertama kali di dunia juga melahirkan anak kembar, dialah Siti Hawa, istri Nabi Adam as. Ibu Hawa melahirkan Qabil dan Habil, menjadi anak kembar pertama kali di dunia. Kisah Qabil dan Habil pun diceritakan di dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27-31. Namun apakah memiliki anak kembar merupakan nikmat? Atau dengan memiliki bayi kembar malah akan semakin berat?
Nikmatnya Memiliki Bayi Kembar
Ketika buah hati lahir ke dunia, apalagi lahir dua atau bahkan lebih dari dua. Studi yang diterbitkan di jurnal Population and Development Review ini menganalisa data kelahiran kembar per 1.000 kelahiran antara tahun 1975-2011, sebagaimana yang pernah dilansir oleh Tribunnews. Memiliki anak kembar, merupakan nikmat tersendiri, apalagi tidak semua orang dikaruniai buah hati kembar. Terasa istimewa karena beda dengan kebanyakan orang, dan selalu menarik ketika dipandang. Bukankah ini termasuk nikmatNya?
Pada awal kelahiran, pastinya ada keseruan tersendiri ketika harus mencarikan nama, biasanya nama dari anak kembar ada keterkaitan. Tentunya membutuhkan pemikiran yang lebih, meski ada yang bilang apalah arti sebuah nama. Namun sesungguhnya nama adalah doa, Nabi Muhammad Rasullullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَﻛُﻢْ
“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” (HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi, Sebagian ulama menilai sanadnya munqathi’, Sebagian menilai sanadnya jayyid])
Maka, memberi anak dengan nama yang baik adalah sebuah tuntunan. Namun akan menjadi nikmat sendiri ketika kita dianugerahi anak kembar, yang pastinya harus memberikan nama yang biasanya mirip atau berkaitan dengan saudara kembarnya, pun pula nama yang memiliki arti yang baik. Selain daripada itu, memiliki anak kembar pastinya dengan harapan mereka nantinya memiliki ketetapan iman dan dapat berguna bagi sesamanya, serta mampu mendoakan kita ketika kita telah tiada. Bukankah ketika anak kita banyak dan baik akhlaknya, yang mendoakan kita juga banyak? Apalagi doa anak yang shaleh dan shalehah merupakan amalan yang tidak terputus meski kita sudah meninggal.
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).
Memiliki Anak Kembar itu Berat?
Setiap nikmat, pasti ada ujiannya, salah satunya anak. Karena anak dalam Al Qur’an pun dijelaskan, ada kalanya anak itu sebagai perhiasan (QS. Al Kahfi : 46), anak juga dapat menyejukan hati orangtuanya (QS. Al Furqon : 74). Namun, terkadang anak juga sebagai ujian, bisa fitnah ataupun cobaan (QS. At Taghobun : 15), dan anak pula terkadang bisa menjadi musuh orang tuanya (QS. At Taghaabun 64 : 14).
Begitupun jika anak itu kembar, maka mungkin bisa menjadi berlipat. Maka, memiliki anak kembar bisa menjadi berat, bukan hanya soal memenuhi kebutuhan. Tapi kalau soal kebutuhan, selama kita mau dan mampu berusaha, pastinya rezeki Allah Subhanahu wa Ta’ala akan datang, tentunya dibarengi dengan rasa keimanan yang kuat.
Memiliki anak kembar akan berat jika kita merasa sering sambat (mengeluh), apalagi ketika anak kita sedang rewel-rewelnya. Namun di balik semua itu akan selalu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah: 6), asal kita mempunyai rasa ikhlas dan kasih sayang yang tulus terhadap anak kita. Mungkin dan terkadang orang lain melihat kita yang memiliki anak kembar terasa berat, apalagi jika baru pertama kali mempunyai buah hati langsung diberi dua sekaligus. Tetapi sesungguhnya akan selalu ada jalan, dan pastinya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan memberikan ujian kepada hambaNya diluar batas kemampuannya (QS. Al Baqarah : 286).
Oleh karena itu, memiliki anak kembar merupakan nikmat yang mungkin tidak semua orang dapat. Anugerah buah hati kembar tidak akan menjadi berat ketika kita mempunyai tekat, serta kemauan yang kuat untuk memberikan kasih sayang yang tulus kepadanya. Mungkin orang melihatnya berat, apalagi dari sisi ekonomi. Namun, dengan bekal iman dan kemauan, semua pasti ada jalan.
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti akan memberikan rezeki, yang mungkin dari arah yang tidak kita sadari. Semoga yang berkeinginan untuk memiliki momongan segera dikabulkan oleh Sang Maha Berkehendak, kalaupun nanti DIA memberikan amanah kita buah hati seperti apapun keadaannya. Kita syukuri dan kita jaga amanah itu, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu ada bersama kita (QS. At-Taubah: 40). (*)

Guru, jurnalis, kader Muhammadiyah dan penikmat sepakbola asal Lamongan.
