Online Support Group bagi Ibu Muda Masa Kini
Kehamilan dan melahirkan menjadi salah satu tahap perkembangan yang dilalui oleh kebanyakan perempuan. Kehamilan juga turut memberikan dampak emosional, karena mendapatkan identitas sosial baru, baik sebagai ibu ataupun orang tua. Tentunya hal tersebut dapat memunculkan perasaan bahagia terutama bila kelahiran telah direncanakan atau diharapkan selama ini dari kedua orang tua.
Dibalik perasaan bahagia, hal yang tidak bisa di pungkiri bagi seorang ibu terutama ibu baru adalah mengalami beragam tantangan. Dari sebelum hingga setelah proses kelahiran yang disebabkan dari beragam perubahan, baik secara fisik, psikis, dan sosial.
Beragam perubahan yang dialami oleh ibu menimbulkan konsekuensi lain seperti munculnya kecemasan, ketakutan, hingga stres. Stress yang dialami ibu setelah melahirkan biasanya berkaitan dengan masalah penyesuaian diri seperti kelelahan, baby blues, kesulitan menyusui, bahkan tak jarang yang mengalami depresi pasca melahirkan.
Perlunya Penguatan bagi Ibu Pasca Melahirkan
Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kondisi ibu pasca melahirkan sangat rentan mengalami permasalahan psikis maupun fisik. Seperti hasil riset yang telah dilakukan Evans dkk (2012), bahwa sekitar 10-16% ibu sangat rentan mengalami stres bahkan depresi pasca melahirkan.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak secara medis hingga sosio-ekonomi seperti mengganggu kemampuan ibu dalam menyusui bayi, merasa rendah diri, hingga munculnya perilaku maladaptive. Sehingga berdampak pada rendahnya membangun bonding atau kedekatan dengan bayi. Mengganggu keharmonisan dengan suami, bahkan relasi sosial dengan keluarga lain dan teman dapat terganggu. Kondisi tersebut juga semakin diperparah dengan ketidaktahuan ibu mengenai kondisi yang umum dialami oleh ibu pasca melahirkan.
Begitu banyak dampak yang dirasakan ibu pasca melahirkan. Sehingga diperlukan penguatan kepada ibu terutama ibu baru baik sebelum bahkan sesudah melahirkan atau masa pengasuhan anak. Penguatan tersebut sering kita sebut sebagai dukungan sosial.
Hasil tinjauan literatur yang telah dilakukan, menyebutkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ibu dan kemampuannya mengatasi masalah kesehatan mental.
Sumber dukungan bagi ibu tidak hanya bersumber dari lingkungan keluarga namun juga melalui lingkungan pertemanan. Bagi ibu masa kini lingkungan pertemanan tidak hanya berlangsung secara langsung namun juga bisa secara online. Karena, sebaian ibu masa kini merupakan digital natives atau generasi yang lahir dan besar di era teknologi digital. Pengejawantahan dukungan sosial pun mulai mengalami perubahan dari dunia nyata ke dunia maya. Atas dasar ini memunculkan istilah online support group.
Dukungan Sosial dan Online Support Group Bagi Ibu Pasca Melahirkan
Secara umum, dukungan sosial merupakan dukungan yang diberikan oleh lingkungan sosial kepada individu bertujuan untuk menguatkan dan mengurangi beban yang dirasakan individu dari sebuah kondisi atau permasalahan.
Dukungan sosial ini memberikan pengaruh positif terhadap individu sehingga memunculkan perasaan nyaman, perhatian, dan bahagia. Terkadang seseorang berniat untuk memberikan dukungan sosial. Namun, tak jarang output yang diterima justru menimbulkan efek negatif bahkan semakin memperparah kondisi. Seperti banyak ditemui, pengalaman dari ibu setelah melahirkan dari para penjenguk yang terkadang memberikan komentar negatif atas kondisi ibu atau sang bayi.
Hal ini menjadi peringatan juga bagi kita yang hendak membesuk ibu dan bayi yang baru melahirkan. Setidaknya harus menyiapkan dan memperhatikan setiap tutur dan perilaku kita pada ibu jangan sampai melukai bahkan memperparah kondisi mereka yang masih dalam proses pemulihan serta penyesuaian menjalani peran baru sebagai ibu.
Trend dukungan sosial online atau online support group sudah mulai berkembang sejak awal tahun 2000 an. Online support group (OSG)ini menjadi perhatian menarik bagi para peneliti cyber terutama di bidang teknologi dan kesehatan. Komunitas ini banyak tumbuh dari individu yang mengalami permasalahan kesehatan (fisik maupun mental) terutama yang berkaitan dengan stigma dan stereotip dari masyarakat.
Henry Potts seorang peneliti di bidang cyber psychology mengemukakan bahwa OSG merupakan jenis komunitas virtual atau perkumpulan bagi mereka yang memiliki permasalahan yang sama. Khususnya, berkaitan dengan masalah kesehatan atau permasalahan sosial yang dikomunikasikan melalui dunia virtual atau maya. Sehingga, komunikasi yang terjalin sesama anggota OSG lebih terpusat pada kondisi itu sendiri. Akan tetapi juga, tidak menutup kemungkinan untuk meluas ke topik lain seperti ekonomi, politik, dan relasi sosial.
Manfaat OSG bagi Ibu dan Ibu Muda
Beragam manfaat yang dapat diperoleh ibu jika terlibat dalam OSG. Seperti menunjukkan proses pemulihan terhadap kondisi dengan lebih cepat, lebih siap dalam memasuki masa pengasuhan, memiliki harapan hidup lebih lama, kemampuan dalam penanganan stres cenderung lebih baik, dan memiliki kondisi kesehatan mental yang lebih baik (Evans dkk, 2012; Stana & Miller, 2019).
OSG menjadi langkah konkrit dalam sebuah jalinan komunikasi masa kini yang dapat berfungsi dalam mengelola ketidakpastian dan penyelesaian masalah. Saat ini OSG sangat memungkinkan untuk diakses oleh ibu muda milenial yang memiliki perangkat digital serta akses internet.
Keterbatasan dalam mobilisasi ibu setelah melahirkan memberi kemungkinan mereka untuk memperoleh dukungan di dunia nyata. Terlebih jika ibu tinggal merantau atau jauh dari keluarga dekatnya. Sehingga sangat memungkinkan mereka akan mengakses dukungan secara virtual.
OSG juga menawarkan keuntungan lain seperti lebih informatif, spesifik, fleksibel, dan kemudahan mengakses karena unsur anonimitas terjaga. Para ibu dapat lebih leluasa membagikan permasalahannya tanpa diikuti rasa takut atau malu.
Saat ini akses atas OSG sangat mudah diperoleh, telah banyak gerakan non-profit bahkan dari instansi resmi yang merilis OSG. Kita dapat menemukannya di Instagram, FB, telegram, dan WA grup. Kampanye dan kerja sama dari OSG semakin meluas. OSG ini banyak dibentuk dari sekelompok ibu dan bertujuan untuk menyejahterakan ibu lain atas dasar kesamaan permasalahan, membutuhkan ruang untuk mengungkapkan keluh kesah, mencari alternatif bantuan serta informasi dari ibu lain sesama anggota.
Namun dibalik keuntungan yang ditawarkan terdapat juga limitasi dari OSG itu sendiri. Seperti; sifatnya tidak berlangsung lama, tidak adanya isyarat sosial, kurangnya keintiman sesama anggota, dan memungkinkan para anggota memiliki perilaku berbeda ketika bertemu di dunia nyata.
Dengan demikian, beragam manfaat dan juga keterbatasan dalam OSG tentunya menghasilkan karakteristik dukungan yang interaktif dan memungkinkan terjadinya perubahan perilaku bagi individu, baik secara langsung maupun termediasi secara sosial. Perlu menjadi perhatian bahwa, konten serta informasi yang diperoleh dapat mempengaruhi individu secara kognitif sehingga dapat berdampak terhadap perubahan perilaku sehari-hari.
Temuan Penelitian OSG
Tulisan ini merupakan ringkasan dari hasil penelitian yang saya lakukan mengenai Peran OSG pada ibu pasca melahirkan anak pertama pada tahun 2020. Beberapa temuan yang diperoleh seperti, perempuan cenderung lebih terlibat dalam OSG dibanding laki-laki untuk itu tulisan ini memfokuskan OSG pada perempuan.
Penelitian lain juga menyebutkan perempuan dalam hal ini memiliki keterlibatan yang lebih banyak dalam mencari dukungan sosial dan berbagi mengenai permasalahannya dibanding laki-laki (Mo et al, 2009). Kemudian OSG ini turut membantu perempuan dalam mempersiapkan kehamilan dan mengurangi faktor risiko serta stress pasca melahirkan.
Tingkat kepercayaan para setiap informasi yang diperoleh dari OSG cenderung tinggi. Kebanyakan bentuk dukungan yang diperoleh seperti dukungan informasi, dukungan emosi, serta dukungan instrumental. Hal baik yang dapat diperoleh dari OSG ini yaitu tidak ada perbedaan kelas sosial sesama ibu atau bersifat lebih inklusif, sehingga setiap anggota OSG murni menjalin relasi atas dasar kebutuhan untuk saling menguatkan dan berbagi sesama ibu.
OSG juga sangat bermanfaat bagi ibu di masa pandemi seperti saat ini, kondisi rentan sebagai efek dari pandemi menjadi stressor menekan bagi ibu. Mengoptimalkan teknologi daring atau online dapat menjadi alternatif bagi ibu sebagai salah satu upaya dalam menjaga kesehatan mental dan wadah bagi ibu untuk tetap bisa mengaktualisasikan diri
Jadi, buat para ibu muda tidak ada salahnya dapat bergabung di online support group yang tersedia, namun sebelum bergabung perlu untuk mencari tahu terlebih dahulu mengenai komunitas yang hendak dituju apakah sudah sesuai dengan kebutuhan ibu.
*Penulis adalah Magister Psikologi UGM peminatan Relasi Sosial
