Peran Pendidikan Anak Bukan Hanya pada Guru
Oleh : Lusy Trianggraini*
Terdapat pandangan bahwa seorang anak yang sudah masuk ke sekolah, maka segala hal yang berhubungan dengan pembelajaran serta pendidikan akan menjadi tanggung jawab dari guru dan sekolah itu sendiri. Pemikiran semacam ini sering ditemukan pada para orang tua, terutama mereka yang sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Mereka hanya akan tahu bahwa anak mereka telah mendapatkan pembelajaran yang baik di sekolah. Mereka juga hanya akan mempedulikan saat anaknya berprestasi dan mendapat nilai yang bagus di kelas. Para orang tua akan membangga-banggakan anaknya yang berprestasi di kelas, memberi anak mereka hadiah, hingga memuji-mujinya.
Hal-hal seperti itu tidaklah salah, dan tentunya akan sangat baik bagi si anak. Namun, akan sangat buruk jika hal tersebut berbanding terbalik saat si anak justru mendapat nilai yang jelek dan prestasi mereka menurun atau bahkan tidak berprestasi sama sekali di kelas. Dalam artian, tidak ada peningkatan sama sekali dari awal hingga akhir dari masa pembelajaran di kelas tersebut.
Kemudian Apa yang akan Dilakukan Orang tua ?
Kebanyakan orang tua akan menyalahkan guru yang mengajari anaknya di kelas, dengan mengatakan bahwa guru tersebut tidak benar dalam mengajari anaknya. Terlebih disertai dengan alasan bahwa ia telah bersusah payah menyekolahkan anaknya bahkan dengan mengeluarkan biaya yang cukup banyak lalu menuduh sang guru tidak mampu mengajari anaknya di kelas.
Lebih parahnya lagi, selain menyalahkan sang guru, orang tua biasanya akan mulai menyalahkan anaknya juga. Tentu saja tidak ada orang tua yang tidak akan merasa kecewa ketika mengetahui hal tersebut terjadi pada anaknya.
Tugas Mendidik Anak Tidak Hanya pada Guru
Pada dasarnya yang harus kita semua ketahui dan pahami adalah, tugas untuk mendidik dan mengajari anak bukan hanya menjadi tanggung jawab dari guru saja. Bukan berarti pula bahwa setelah memasukkan anak ke sekolah maka orangtua akan lepas dari tanggung jawab untuk mendidik anaknya sendiri. Hal tersebut merupakan pandangan yang sangat salah.
Pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah saja, melainkan di kehidupan sehari-hari dalam keluarga juga terjadi proses pendidikan. Jika dibandingkan, waktu anak di sekolah lebih sedikit daripada di rumah. Maka dari itulah, peran dalam mendidik seorang anak yang sebenarnya lebih besar dipegang oleh keluarga, dalam hal ini yang paling utama adalah orang tua. Namun, bukan berarti bahwa orang tua akan mengajari anak untuk menghitung, menghafalkan, atau yang lain-lain seperti yang terjadi di sekolah.
Lebih dari semua itu, orang tua bertugas untuk memberikan motivasi serta dukungan agar anaknya mampu menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Orang tua juga memiliki peranan yang sangat besar untuk mengajarkan tentang norma-norma serta moral dalam kehidupan. Walaupun di sekolah pastinya hal ini telah diajarkan, namun teori saja tidak akan cukup dan tidak akan seimbang apabila tidak dibarengi dengan praktik secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Memastikan Anak Paham
Tidak hanya memberikan contoh dan mempraktikannya saja, orangtua juga harus memastikan bahwa anaknya dapat memahami serta menjadikan si anak terbiasa untuk melakukannya. Selain itu, orang tua juga harus mengajari anaknya tentang nilai dalam sebuah kehidupan dan bagaimana cara menjalani kehidupan itu sendiri.
Hal semacam ini bisa diajarkan melalui bagaimana cara kita untuk memecahkan sebuah masalah yang menghampiri kita, lalu apa saja dampak serta apa saja yang dapat kita ambil dari masalah tersebut. Mungkin pembelajaran seperti itu dapat dilakukan dari hal-hal kecil yang terjadi disekitar kita dan dapat disesuaikan dengan kemampuan si anak dalam menerima apa yang telah orang tua ajarkan kepadanya.
Orang Tua Perlu Berperan pada Proses Pembelajaran di Rumah
Dapat disimpulkan bahwa, tanggung jawab pendidikan tidak hanya diperuntukan bagi para guru atau pendidik saja. Orangtua juga perlu berperan bagi pengembangan proses pembelajaran anak di rumah serta pengembangan karakternya.
Bagaimana cara orang tua agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan kepada anaknya untuk memberikan pendidikan yang baik?. Sementara mereka sendiri banyak yang tidak sadar bahwa pendidikan anak juga merupakan tanggung jawab mereka. Inilah tantangan terbesar bagi semua orang tua. Tanggung jawab orang tua justru akan semakin besar bahkan setelah mereka memasukkan anaknya ke Sekolah. (s)
*)Penulis adalah mahasiswa psikologi UMM
