f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
normal

Online Resilience : Keterampilan Penting Menghadapi Norma dan Normal Baru (Part 2)

Online Resilience : Keterampilan Penting Menghadapi Norma dan Normal Baru (Part 1)

Oleh : Ahmad Yunus*

Lalu kenapa hoax dan teori konspirasi mudah menyebar selama COVID-19? Alasan utama adalah karena kita belum cukup informasi mengenai COVID-19, sementara informasi menjadi hal yang penting bagi kita. Kita memerlukan informasi untuk mendapatkan data yang kemudian dapat kita jadikan pedoman dalam mengambil keputusan. Kita berupaya mencari alasan yang paling kuat dan paling “rasional” bagi diri kita. Kadang rasional bagi diri kita belum tentu memenuhi kaidah rasional secara fakta, dengan kata lain mungkin saja yang kita anggap rasional itu sesungguhnya adalah hal yang irrasional. Hoax juga mudah tersebar saat ini karena kita sudah terhubung dengan internet secara personal sebagai identitas mandiri. Oleh karenanya, semua orang dari kita memiliki kebebasan untuk membangun narasi pribadi yang dengan mudahnya dapat disebarluaskan kepada publik.

Informasi yang tersebar akan semakin kuat jika kemudian disebarkan oleh “public figure” atau yang kita kenal sebagai influencer. Kita cenderung lebih percaya kepada informasi yang bersumber dari mereka, informasi dari mereka juga menyebar lebih cepat (O’Brien, 2020 April 8). Padahal kita harus menyadari bahwa public figure tidak selalu menguasai topik yang mereka perbincangkan. Informasi yang berlebih didalam gawai kita juga bisa menjadi tantangan lain. Kita tentu akan semakin sulit untuk memilih jika informasi itu terlampau banyak. Apakah prinsip mengumpulkan banyak informasi ini keliru? Tentu saja tidak. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa komparasi informasi penting, namun seleksi sumber dalam mengkomparasi itu juga hal yang penting. Kemapauan berpikir kritis disini menjadi hal penting bagi kita (Gerogiadou, et al. 2018). Pemikiran kritis ini dibangun diatas sikap skeptis yang wajar. Skeptis ini membuat kita tidak begitu saja percaya dan senantiasa membuat kita waspada akan pemberitaan yang ada (Dunning; Schmaltz, Jansen, and Wenckowski, 2017).

Kemampuan yang penting juga untuk mengantisipasi hoax adalah resiliensi online (online resilience). Resiliensi online ini merupakan skill yang perlu dikuasai. Resiliensi online dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk secara efektif meregulasi diri sendiri dalam penggunaan media dengan meningkatkan ketahanan mereka ketika menghadapi konten yang berpotensi berbahaya atau tidak pantas secara online (Pryzbylski, 2014). D’Haenens, et al. (2013) mengemeukakan bahwa resiliensi online dibangun atas komponen literasi digital, literasi emosi, dan coping strategy. Resiliensi online ini sangat penting dikuasai kita semua mengingat bahwa akses internet yang luas menyediakan banyak sisi positif yang diiringi dengan beragam risiko negatif termasuk berita bohong. Selain itu konsumsi kita terhadap internet yang meningkat seiring dengan penerapan norma dan normal baru, mendorong pentingnya penguasaan resiliensi online.

 Literasi digital sebagai salah satu komponen dalam resiliensi online didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan informasi dan komunikasi teknologi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, mengkomunikasikan informasi, yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis (American Literacy Associations, 2020). Literasi digital dibanguan di atas delapan komponen yaitu keterampilan fungsional, kreativitas, pemikiran kritis dan evaluasi, pemahaman budaya dan sosial, kolaborasi, kemampuan untuk menemukan dan menyeleksi informasi, komunikasi efektif, dan keamanan elektronik (e-safety) (Shively, 2017). Digital literasi ini dalam resiliensi online berfungsi sebagai keterampialan-ketarampilan dasar yang diperlukan seseorang untuk bertahan “survive” di dunia digital. Literasi digital bermuara pada individu yang “terampil” dalam mengoperasikan askses di dunia digital.

Baca Juga  Hak Asasi Manusia di dalam UUD 1945

Literasi emosi pada diri seseorang merujuk kepada kemampuan untuk mengenali, memahami, menangani, dan mengekspresikan emosi dengan tepat (Hendriani, 2018). Orang yang menguasai literasi emosi mampu memahami emosi diri dan orang lain sehingga tumbuh sikap hormat, penghargaan, dan empati. Hal ini mengarah kepada tujuan membanguan pribadi yang “mawas dan awas”. Kenapa literasi emosi menjadi aspek penting dalam resiliensi online? Jawabannya adalah karena saat ini, wahana digital telah begitu bias mencampur adukan ranah pribadi dan publik, sehingga penghargaan personal maupun secara umum perlu dilakukan. Bukankah banyak kita saksikan banyak orang yang “keliru” menggunggah konten digital dan pada akhirnya berujung pada rasisme, sexism, serta tidak jarang memicu pergesekan sosial yang merugikan, bahkan berujung pada tindakan agresif yang mengancam stabilitas sosial. Literasi emosi bertujuan membentuk bukan saja manusia terampil namun, juga manusia yang etis dan harmonis.

Bagian ketiga dari komponen resliensi online adalah coping strategy. Coping strategy dalam resiliensi online mencakup berbagai upaya spesifik yang dilakukan oleh individu dalam bentuk kognitif maupun perilaku, untuk menghilangkan atau mengurangi ketidaknyamanan serta berbagai tekanan yang ditemuai dalam aktivitasnya di dunia digital (Hendriani, 2018). Jika dua komponen sebelumnya bertujuan membangun pribadi yang “terampil dan mawas”, maka bagian ini bertujuan untuk membangun pribadi yang “tangguh”. Risiko-risiko dan ancaman di dunia digital begitu berserakan bagai ranjau. Mulai dari peretasan, hoax, pelanggaran privasi, criminal siber, dan sebagainya. Oleh karenanya penguasaan kemampuan untuk tangguh menghindari ragam potensi buruk yang dapat mengancam kesejahteraan kita adalah hal mutlak. Ketiga komponen ini menjadi satu kesatuan yang penting dikuasai dalam menjalani norma dan normal baru dengan berbekal resliensi online.

Perubahan utama sebagai norma dan normal baruselama COVID-19 berkaitan dengan perilaku hidup sehat. Kita mulai hidup dan membiasakan diri untuk menerapkan penjarakan fisik, menghindari sentuhan fisik seperti bersalaman dan berpelukan, menghindari kerumunan, mebiasakan mencuci tangan, menggunakan masker, dan sebagainya. Hal-hal demikian merupakan norma dan normal baru yang perlu diterapkan menjadi kebiasaan harian. Namun sesungguhnya selain norma dan normal baru yang berkaitan dengan pencegahan penyebaran virus COVID-19, momen ini harusnya mampu kita manfaatkan sebagai titik balik untuk juga membangun norma dan normal baru lainnya yang jauh lebih positif, khusunya penguasaan keterampialn tertentu. Jadi penyesuaian dengan norma dan kebiasan baru tidak selalu buruk. Terlebih jika kehadiran norma dan normal baru membuat kita terus senantiasa untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Saat ini adalah saat yang tepat, untuk kita kembali membentuk kebiasaan positif, menguasai keterampilan baru yang penting bagi hidup dan mendukung kita siap berkompetisi ke depannya.

Baca Juga  Hardiknas: Pentingkah Gender Mainstreaming and Family Studies Menjadi Mata Kuliah Universitas di Perguruan Tinggi?

*)Ahmad Yunus adalah Mahasiswa dalam Program Master of Counseling (Substance Abuse) – Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Juga merupakan alumni BK-FKIP UHAMKA Jakarta.

Referensi

Adam, Terri M. dan Anderson, Leigh R. (2019). Policing in Natural Disasters: Stress, Resilience, and the Challenges of Emergency Management. Philadelphia: Temple University Press.

Arruma, E. O and Melvins Enwuvesi Hanchor. (2017). Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs and Assessment of Needs in Community Development. International Journal of Development and Economic Sustainability. Vol. 5, No 7, 15-27, December 2017 Published by European Center for Research Training and Development UK (www.eajournals.org).  

American Library Association. (2020). Digital Literacy. Website: https://literacy.ala.org/digital-literacy/

Boddy, Jennifer, Amy Young, and Patrick O’Lary. (2020 March 13). ‘Cabin Fever’: Australia must prepare for the social and psychological impacts of a coronavirus lockdown [Online Article] Retrieved from The Conversation website: https://theconversation.com/cabin-fever-australia-must-prepare-for-the-social-and-psychological-impacts-of-a-coronavirus-lockdown-133353    

Central for Disease Control and Prevention (CDC). (2020, March 17). Coronavirus Disease 2019: Social Distancing. Retrieved from Central for Disease Control and Prevention (CDC) website: www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/social-distancing.html

Christensen, Russ. (1984). Cabin Fever: A Folk belief and the misdiagnosis of complaints. Journal of Mental Health Administration 11, 2-3 (1984) DOI: https://doi.org/10.1007/BF02829015

Clapp, Rob. (2020, March). E-commerce shopping more frequent because of COVID-19. Retrieved from WARC website: https://www.warc.com/content/paywall/article/WARC-DATAPOINTS/Ecommerce_shopping_more_frequent_because_of_COVID19/132077   

Columbus, Louis. (2020, April 28). How COVID-19 is Transforming E-commerce [Online Article] Retrieved from Forbes website: https://www.forbes.com/sites/louiscolumbus/2020/04/28/how-covid-19-is-transforming-e-commerce/

D’haenens, Leen, Sofie Vandoninck, dan Veronica Danoso. (2013, January). How to Cope and Build Online Resilience? http://www.eukidsonline.net ISSN 2045-256X

Dunning, Brian. (–). What is Skepticism? [Online Article] Retrieved from Skeptoid with Brian Dunning. Website: https://sekptoid.com/skeptic.php

Fighting Cabin Fever in February: How to Stay Sober and Sane. Recovery Center of America [Online Article] Website: https://recoverycenterofamerica.com/blogs/fightin-cabin-fever-in-february-how-to-stay-sober-and-sane

Fritz, C., and E. Marks, (1954). The NORC studies of human behavior in disaster. Journal of Social Issues 10:26–41.

Gerogiadou, Elli, et al. (2018, June 21-22). Fake News and Critical Thinking in Information Evaluation. Proceeding International Scientific Conference. “Western Balkan Information Literacy Conference (WBILC): Alternative facts, Fake News, Getting to The Truth with Information Literacy, 21-22 June 2018, Bihac Bosnia and Herzegovina. Website: https://www.wbimlc.org/proceedings

Hendriani, Wiwin. (2018). Resiliensi Psikologis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Prenamedia Group.

James, Susan Donaldson. (2014). ‘Cabin Fever’ in Cold Weather Can Cause Uptick in Domestic Violence, Expert Say. [Online News] Retrieved from abc New website: https://abcnews.go.com/Health/cabin-fever-cold-uptick-domestic-violence/story?id=21454386

Kidd, Celeste and Benjamin Y. Hayden. (2015). The Psychology and Neuroscience of Curiosity. Neuron 88. 2015 November 4; 449-460. DOI: http://dx.doi.org/10.106/j.neuron.2015.09.010

Baca Juga  3W sebagai Wujud ‘Syukur’ Saat Pandemi

Lau, Joyce. (2020, March 23). Coronavirus Sparks a Rising Tide of Xenophobia Worldwide [Online News] Retrieved from Times Higher Education (THE) website: https://www.timeshighereducation.com/news/coronavirus-sparks-rising-tide-ofxenophobia-worldwide

Leotti, Lauren A., Sheena S. Iyengar, and Kevin N. Ochser. (2010). Born to Choose: The Origins and Value of the Need for Control. Trends Cogn Sci. 2010 October; 14(10): 457-463. DOI: 10.1016/j.tics.2010.08.001

Lockdown Raises Fears of Rise in Alcoholism, addiction. (2020, March 27). New Straits Time [Online News] website: https://www.nst.com.my/lifestyle/heal/2020/03/578508/lockdown-raises-fears-rise-alcoholism-addiction

O’Brien, Chris. (2020, April 8). Celebrities and Politicians are Rapidly Spreading Coronavirus Misinformation. Retrieved from Venture Beat (VB). Website: https://venturebeat.com/2020/04/08/celebrities-and-politicians-are-rapidly-spreading-coronavirus-misinformation/amp/ 

Ofcom: COVID-19 5G Theories are ‘most common’ misinformation. (2020, April 21). [Online News] Retrieved from BBC NEWS http://www.bbc.com/news/technology-52370616

Przybylski, Andrew K., Allison Mishkin, Vicki Shotbolt, dan Sophie Linington. (2014). A Sahred Responsibility Building Children’s Online Resilience: An Independent Research Paper Commissioned. Diakses pada  18 Mei 2020 dari laman online http://about.virginmedia.com/media_library/Building_Children_Online_Resilience_Research_2014.pdf

Rana, Akanksha and Arriana McLymore. (2020. March 17). Teleconference apps and new tech surge in demand amid COVID-19 outbreak [Online News] Retrieved from The Star Malaysia website: https://www.thestar.com.my/tech/tech-news/2020/03/17/teleconference-apps-and-new-tech-surge-in-demand-amid-covid-19-outbreak

Reichert, Corinne. (2020, May 7). 5G Coronavirus Conspiracy Theory Leads to 77 Mobile Towers Burned in UK, Report Says [Online News] Retrieved from CNET website: https://www.cnet.com/google-amp/news/5g-coronavirus-conspiracy-theory-sees-77-mobile-towers-burned-report-says/

World Health Organization (WHO). (2020, 16-24 February) Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Online Report] Retrivied from WHO website http://www.who.int/

Reuters. (2020, May 13). Coronavirus outbreak changes work culture, Twitter allows employees to WFH ‘forever’ [Online Article]. Retrieved from Economic Times (ET) website: https://m.ecomonictimes/magazines/panache/coronavirus-outbreaks-changes-work-culture-twitter-allows-employees-to-wfh-forever/articleshow/75708604.cms

Robson, David. (2020, April 7). Why Smart People Believe Coronavirus Myth. [Online Article] Retrieved from BBC website: https://www.bbc.com/future/article/20200406-why-smart-people-believe-coronavirus-myths

Rosenblatt, Paul C., Roxanne Marie Anderson, and Patricia A. Johnson. (1984). The Meaning of “Cabin Fever”. The Journal of Social Psychology, 123:1, 43-53 DOI: http://dx.doi.org/10.1080/00224545.1984.9924512

Schmaltz, Rodney M, Erik Jansen, and Nicole Wenckowski. (2017). Redefining Chritical Thinking: Teaching Students to Think like Scientist.

Shively, K. L, (2017). Reflection from the field: Creating an Elementary Living Learning Makerspace. Learning Communication Research and Practice, 5(1), Article 3.

Tierney, Kathleen, J., Michael K. Lindell, and Ronald W. Perry. (2001). Facing the Unexpected: Disaster Preparedness and Responses in the United States. Washington, DC: John Henry.

Unite Against COVID-19. (2020, April 16). New Zealand COVID-19 Alert Levels Summary [Online Flyer]. Retrieved Unite against COVID-19 website: www.COVID19.govt.nz

Yong, Charissa. (2020, April 27). Growing Wave of Racism and Hate Crimes as Coronavirus Spreads [Online News]. Retrieved from The Straits Time website: https://www.straitstime.com/world/united-states/growing-wave-of-racism-and-hate-crimes-as-virus-spreads

Bagikan
Post a Comment