Pengaruh Fast Food terhadap Kesehatan Remaja
Sebagai salah satu kebutuhan primer bagi manusia, makanan berkontribusi dalam mempertahankan kelangsungan hidup. Saat ini, fast food seakan menjadi pilihan utama makanan manusia. Kecanggihan teknologi dan adanya tuntutan serba cepat membuat masyarakat kini bergantung pada fast food. Globalisasi memengaruhi kebiasaan makan masyarakat dan memaksa mereka untuk mengonsumsi fast food yang berkalori tinggi.
Di zaman modern ini, pengaruh media sosial yang mempromosikan berbagai jenis fast food membuat remaja dengan mudah tergiur dan mengonsumsi fast food. Beberapa alasan remaja gemar mengonsumsi fast food yaitu rasa fast food yang cenderung enak, restoran fast food yang aksesnya sangat terjangkau, ketersediaan pilihan fast food yang lebih bervariatif jika kita bandingkan dengan makanan rumahan, serta makan fast food bersama teman merupakan salah satu bentuk hiburan bagi remaja. Selain pandangan pribadi, ternyata faktor sosial juga menjadi alasan banyak remaja mengonsumsi fast food. Konsumsi fast food memberikan remaja rasa modernisme dan rasa memiliki terhadap kelas sosial yang lebih tinggi.
Fast food memiliki rasa yang enak serta penyajiannya yang instan, praktis, dan cepat membuat remaja kerap kali mengonsumsinya. Namun, mereka tidak sadar bahwa Fast food memiliki kandungan lemak jahat yang jika dikonsumsi terus menerus dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Salah satu kondisi yang disebabkan konsumsi fast food berlebih dalam jangka waktu panjang adalah obesitas. Obesitas inilah yang menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit jantung, diabetes, hingga kanker.
Fast food sendiri merupakan makanan cepat saji dengan kandungan kalori yang tinggi, lemak yang tinggi, serta serat yang rendah. Konsumsi fast food dalam jumlah tinggi dan terus-menerus merupakan pencetus terjadinya obesitas. Ketidakseimbangan antara energi yang masuk ke dalam tubuh dengan energi yang digunakan tubuh untuk beraktivitas sehari-hari menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas atau kegemukan merupakan suatu kondisi di mana terdapat penimbunan jaringan lemak dalam tubuh yang berlebihan.
Umumnya fast food mengandung natrium untuk mengawetkan dan meningkatkan rasa. Natrium inilah yang akan memberi tekanan kardiovaskular jika konsumsinya terlalu banyak. Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi akan menyebabkan aterosklerosis, yaitu pembuluh darah menjadi kaku atau menyempit. Ateroskelrosis nantinya akan menjadi faktor risiko utama penyakit mematikan seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal jantung.
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa fast food dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Fast food sebagai makanan dengan kalori yang tinggi dan rendah nutrisi akan cepat terurai di dalam tubuh sehingga menyebabkan kenaikan kadar gula darah dengan cepat. Fast food juga dapat meningkatkan kadar trigliserida karena tingginya kandungan lemak trans dan lemak jenuh. Kadar trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 atau non-insulin dependent diabetes mellitus.
Kanker merupakan penyakit mematikan yang umumnya dipicu oleh faktor keturunan, tingkat stress yang tinggi, kebiasaan hidup yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak teratur, dan makan makanan yang tidak bernutrisi. Fast food merupakan makanan yang cenderung memiliki kalori yang tinggi, lemak yang tinggi, serta serat yang rendah. Serat yang rendah inilah yang menyebabkan ketidakseimbangan asupan gizi, sehingga dalam jangka waktu yang lama akan memicu ketidaknormalan pekembangan sel jaringan tubuh sehingga nantinya akan berkembang menjadi sel kanker. Peneliti mengungkapkan bahwa konsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi akan meningkatkan angka kematian pada wanita yang mengidap kanker payudara.
Menurut Dewita (2021) pemantauan berat badan ideal pada remaja harus dilakukan agar obesitas dapat dicegah. Fase remaja yang merupakan masa peralihan anak-anak menjadi dewasa masih harus mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Terdapat banyak risiko penyakit, akibat mengonsumsi makanan yang tidak bergizi. Karena masalah kesehatan, akibat konsumsi fast food tersebut tidak akan langsung terasa saat masa remaja tetapi dampak negatif tersebut akan mereka rasakan saat mulai memasuki usia dewasa. Oleh karena itu, perlu adanya peran aktif orang tua dalam mengawasi dan mengedukasi pentingnya konsumsi makanan atau minuman yang bergizi untuk dikonsumsi oleh anaknya. Hal ini menjadi faktor penting yang harus diperhatikan agar kondisi kesehatan remaja dapat terjaga.
Selain peran aktif orang tua dalam mengawasi dan mengedukasi pentingnya konsumsi makan dan minuman bergizi pada remaja, terdapat satu faktor penting yaitu kesadaran dirinya sendiri. Remaja harus sadar betapa bahayanya konsumsi fast food dalam jangka waktu lama dengan jumlah yang tinggi. Remaja harus sadar pentingnya mengonsumsi makanan tinggi serat. Selain mengurangi konsumsi fast food, remaja juga harus memerhatikan waktu istirahat yang cukup serta berolahraga.
Referensi:
Alfora, D., Saori, E., & Fajriah, L. N. (2023). Pengaruh Konsumsi Makanan Cepat Saji terhadap Gizi Remaja. FLORONA: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 2(1). https://doi.org/10.55904/florona.v2i1.688
Askari Majabadi, H., Solhi, M., Montazeri, A., Shojaeizadeh, D., Nejat, S., Khalajabadi Farahani, F., & Djazayeri, A. (2016). Factors Influencing Fast-Food Consumption Among Adolescents in Tehran: A Qualitative Study. Iranian Red Crescent medical journal, 18(3), e23890. https://doi.org/10.5812/ircmj.23890
Dewita, E. (2021). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di SMA Negeri 2 Tambang. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(1):7–14.
Fitriani, Eliya, Rosalina, F. W. (2020). Hubungan Konsumsi Fast food (Fast Food) dengan Pertumbuhan pada Anak Usia Sekolah di SDN Sidomulyo 04 Ungaran Kecamatan Ungaran Timur. In Molecules (Vol. 2, Issue 1).
Fuhrman J. (2018). The Hidden Dangers of Fast and Processed Food. American journal of lifestyle medicine, 12(5), 375–381. https://doi.org/10.1177/1559827618766483
Laksono, R. A., Mukti, N. D., & Nurhamidah, D. (2022). Dampak Fast food terhadap Kesehatan pada Mahasiswa Program Studi “X” Perguruan Tinggi “Y.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 14(1). https://doi.org/10.52022/jikm.v14i1.282
Utari, N. K. (2018). Perilaku Konsumsi Fast Food pada Remaja: Aplikasi Theory of Planned Behavior. Pakistan Research Journal of Management Sciences, 7(5).
