f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
penulis RahmaID

Cetak Penulis Muda, RahmaID Giatkan Dakwah Digital

Dakwah di era digital menjadi tren di kalangan generasi muda saat ini. Mulai dari dakwah di media sosial hingga di platform website. Bentuk kontennya juga sangat beragam, ada video pendek, film inspratif, kutipan-kutipan tokoh dan juga tulisan. Konten dakwah dengan bentuk tulisan-tulisan ini menjadi salah satu konten dominan yang ada di RahmaID.

Memasuki tahun ke-3 RahmaID terus berbenah dan meningkatkan kualitas, terutama peningkatan kapasitas bagi para kontributornya. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan menulis esai bagi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) secara daring pada Sabtu, 13 Agustus 2022. Kegiatan ini bekerja sama dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Prof.Dr Hamka (FISIP UHAMKA) ; yang digawangi oleh Rita Pranawati dan Abdul Khohar. Ada 40 peserta dari berbagai wilayah yang mengikuti kegiatan ini dan semuanya sudah menyiapkan tulisan sebagai syarat menjadi peserta.

Dalam sambutannya, Mona Atalina, Pimred RahmaID mengatakan bahwa jumlah kontributor RahmaID sudah mencapai 1500an kontributor. Dengan jumlah ini RahmaID optimis untuk terus bisa meramaikan dakwah digital melalui tulisan para kontributornya.

“RahmaID ingin mencetak penulis-penulis Muhammadiyah yang akan mewarnai dunia kepenulisan secara umum; dan juga menciptakan generasi berkemajuan yang menyebarkan nilai-nilai Islam Wasathiyah melalui tulisan,” tutur Mona.

Pembicara pertama pada kegiatan ini adalah Anita Yossihara, Jurnalis Kompas yang mengangkat tema mengenal esai dan jenisnya. Anita mengatakan bahwa esai pada dasarnya sama dengan artikel, opini, berita, dan feature yakni sama-sama tergolong dalam tulisan non fiksi. Perbedaannya ada pada cara atau gaya penulisannya.

“Esai bisa berbentuk prosa atau karangan bebas, singkat, namun padat dan jelas, memiliki ciri khas atau gaya pembeda”, pungkas Anita.

Baca Juga  Perbanyak Ruang untuk Perempuan Penulis, Saatnya Kolaborasi dan Membangun Jejaring

“Setiap penulis memiliki gaya penulisan yang bisa menjadi pembeda dengan gaya penulis lainnya, mempunyai nada pribadi atau bersifat individu, mengungkap pandangan, sikap, dan pikiran penulis kepada pembaca,” lanjutnya.   

Pembicara kedua adalah Rita Pranawati, dosen FISIP UHAMKA yang menyampaikan materi mengenai kiat menulis esai yang menarik. Rita mengatakan bahwa pelatihan ini melatih para penulis muda dalam menulis esai. Teknik menulis merupakan kemampuan yang sangat penting di era digital seperti sekarang ini. Di mana kita dapat mengelola blog pribadi untuk dapat menyebarkan ide-ide ke sebanyak mungkin pembaca.

Pada awal materinya, Rita mengajak para peserta sharing mengenai pengalaman menulis mereka, dan menurut peserta mana tema yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah tulisan.

“Dalam mencari tema yang menarik ada beberapa kiat yang bisa dilakukan; di antaranya, mencari tema apa yang sedang trend, mencari komparasi dengan tulisan lain, apa yang baru dari gagasan kita, merefleksikan ide, dan mengeksekusi tulisan,” pungkas Rita.

Selain itu, kegiatan hari ke-2 akan dilanjutkan keesokan harinya dengan materi pendampingan menulis untuk peserta yang akan dimentori oleh tim PKM FISIP UHAMKA dan redaksi RahmaID.

penulis RahmaID
Bagikan
Post a Comment