Balada Seorang Penjahit
Bercumbu mesra pagi hingga siang
Bersama jarum, gunting dan benang
Di kepalamu berkerumun angan
Di hatimu bersemayam kenangan
Harus ada senyum manis di bibirmu
Meski punggungmu kaku kakimu ngilu
Demi hadirnya seorang tamu
Yang hendak menjahitkan baju
Selalu ada kisah di setiap pelanggan
Kala mengukur badan dengan sebuah meteran
Tak semua berbayar ada juga gratisan
Bagimu kepuasan mereka, sebongkah hiburan
Seribu lelah tak kau rasa
Sejuta letih sudah biasa
Kau himpun sejumlah asa
Sadar diri di titik kasta
Suatu hari sekeping hati terkhianati
Kekasihmu berlabuh ke lain hati
Pada gadis manis, kaya, ayu dan seksi
Putri mahkota seorang juragan sapi
Pujaan hatimu gemar mengerlin
Pada setiap yang terlihat bening
Tak kau sangka dia tega berpaling
Ikhlaskan diri mustahil bersanding
Kata kekasihmu: itu emosi sesaat
Padahal putihnya cintamu kian merambat
Kau bangkit tebalkan tirakat
Karena jiwamu tak ingin sekarat
Setiap menggunting blacu maupun satin
Serasa menggunting harapan semu, penuh angan dan ingin
Ketika menjahit kembali potongan kain
Kau jahit pula sisa-sisa luka dalam batin
Ingin kakimu berjalan tanpa beban
Yakin yang bisa makan bukan hanya juragan
Tak guna sejumlah dendam kau simpan
Sampai mati pun tak kan terpuaskan
Bagi jiwa lain mungkin terasa sakit
Saat sembunyikan duka sembari menjahit
Pun tak lupa kau rapalkan beberapa wirid
Berharap keping hatimu mulus tanpa keloid
Tiada aral bagimu merajut mimpi
Bersama riak rindu yang tak bertepi
Dan bulir cinta melebihi butiran padi
Andai badai datang kau pun tak peduli
Merasa sakit tak harus kau menjerit
Kendati luka hatimu sangat menggigit
Kau tegarkan diri tetap lincah dan gesit
Agar yang memandangmu tanpa mata menyipit
Ada seratus ribu tatapan sinis
Ketika nyalimu nyaris menipis
Bak luka lama kembali teriris
Kau tetap tegak tanpa rasa miris
Menyadari hanya sebagai kawula alit
Doamu mengalir di setiap menit
Kau bisikkan lirih pada pemilik langit
Mohon dimudahkan dari segala yang sulit
Tidak ingin larut dalam kesedihan
Kau tata hati kau semai harapan
Kau latih emosimu untuk selalu memaafkan
Demi bahagiamu di masa depan

Seorang ibu rumah tangga dengan 3 anak, masih aktif di ‘Aisyiyah Donorojo Jepara.
