f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
generasi berilmu

Generasi Berilmu Penyelamat Bangsa

Generasi muda identik dengan sikap malas, praktis, dan tidak bisa lepas dari kehidupan di dunia maya. Padahal banyak hal yang harus dipersiapkan oleh generasi muda saat ini untuk mewujudkan bangsa yang lebih baik di masa depan. Hakikatnya, generasi muda yang saat ini  masih menikmat kebebasan bergaul adalah calon pemimpin Indonesia di masa depan.

Tentunya dengan tugas yang cukup berat tersebut diperlukannya persiapan yang matang oleh generasi muda. Fisik, mental, dan yang terpenting adalah ilmu pengetahuan sebagai bekal utama yang harus disiapkan. Sebagai umat Islam, Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita sudah memberikan keutamaan menuntut ilmu dalam QS. Al-Mujadilah/58:11.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan kepada majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Alloh akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Alloh akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Alloh Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.”

Pada ayat tersebut menunjukkan bahwa menuntut ilmu adalah suatu anjuran. Namun ternyata, banyak dari kita yang belum menyadari bahwa ilmu dan pengetahuan adalah dua hal yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan. Seseorang akan dikatakan berilmu apabila ia memiliki pengetahuan, dan seseorang dikatakan berpengetahuan apabila ia berilmu.

***

Menuntut ilmu dan berpengetahuan sendiri diwajibkan oleh Allah Swt. tanpa adanya batasan. Tua-muda, kaya-miskin, dimana saja dan kapan saja. Bahkan jarak dan waktu tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak menuntut ilmu. Seperti dalam pepatah

Baca Juga  Pemulihan Ekonomi Kesehatan di Masa Pandemi

اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”

اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

“Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”

Bayangkan saja, sejak dalam gendongan ibu saja kita sudah diperintahkan untuk menuntut ilmu, bahkan ketika ajal menjelang ajal menjemput saja menuntut ilmu masih diperintahkan untuk kita. Ilmu bukan hanya sebatas pengetahuan tentang hal-hal formal yang diajarkan di sekolah, berbagai aspek kehidupan sehari-hari kita jika direnungkan akan menjadi sumber belajar paling luas.

Ketika baru lahir, kita harus belajar banyak hal. Bernafas, menangis, tertawa, menggerakkan tubuh, adalah pelajaran pertama yang kita dapatkan untuk bertahan hidup. Beranjak anak-anak kita mulai dikenalkan dengan sekolah dan ilmu pengetahuan dasar dengan beragam metode. Kemudian ketika dewasa, kita harusnya semakin belajar banyak hal dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan.

***

Ada sebuah syair yang menarik untuk kita kupas sebelum membahas mengenai ilmu lebih lanjut. Dalam kitab Alala karangan Syech Ahmad bin Muhammad Nabahan menyebutkan ada beberapa syarat untuk menuntut ilmu.

ذكَاءِوَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ  #  وَإِرْشَادِأُسْتَاذِوَطُوْلِ زَمَانِ

Dalam syair tersebut, disebutkan bahwa ada 6 syarat yang harus dipenuhi yaitu, pertama adalah pandai atau berakal. Orang yang berakal wajib hukumnya untuk menuntut ilmu. Seperti halnya pisau yang tajam akan tumpul dan berkarat jika lama tidak digunakan, sehingga perlu alat untuk mengasahnya agar tetap tajam, begitu juga otak.

Kedua adalah rajin. Belajar merupakan suatu hal yang mudah, namun konsisten adalah hal yang sulit untuk diterapkan. Namun bila kita rajin dan konsisten dalam menuntut ilmu kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa. Otak akan mudah membuang informasi yang kita dapatkan, tetapi jika kita mengulangnya selalu maka akan tertanam di dalam otak.

Baca Juga  Internet of Things konsep pengganti Peran Pendidik!?

Ketiga adalah sabar. Dalam setiap elemen kehidupan pasti tidak lepas dari ujian. Sehingga kesabaran menjadi kunci utama untuk melewatinya. Begitu juga dengan menuntut ilmu, pasti ada saja hal yang menghambat serta menghalangi niat untuk belajar. Sehingga kesabaranlah yang menjadikan penguat niat.

Keempat adalah biaya. Tidak dapat dipungkiri jika semua hal memerlukan biaya termasuk pendidikan. Meskipun biaya menjadi syarat menuntut ilmu, bukan berarti Alloh menyulitkan hambanya. Setiap manusia telah diberikan rezeki yang adil melalui banyak cara. Di Indonesia sendiri, pemerintah memberikan kemudahan pendidikan dengan beasiswa yang beragam.

Kelima adalah patuh pada guru. Guru sebagai perantara ilmu yang wajib kita hormati karena melalui beliau kita dapat mengetahui berbagai hal yang ada di dunia ini. Keberkahan ilmu yang kita dapatkan adalah pengaruh dari ridho guru sebagai sumber ilmunya.

Keenam adalah dalam waktu yang lama. Sebuah pepatah yang disebutkan diawal adalah bukti bahwa ilmu tidak bisa didapatkan secara singkat. Ada banyak hal yang perlu kita ketahui dan pelajari. Tentunya semua hal itu membutuhkan proses serta rencana yang memerlukan waktu yang tidak singkat.

Maka dari itu, tidak bosan-bosan ajakan untuk menuntut ilmu digaungkan. Ilmu pengetahuan harus dicari, digali, dan diselami. Seperti halnya menggali tanah untuk menemukan mata air, jika kita hanya menggali di permukaan saja kita hanya akan merasa lelah tanpa mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sama dengan menuntut ilmu, meskipun mencari ilmu di banyak tempat bahkan hingga ujung dunia tapi hanya sebentar tanpa mendalaminya maka akan percuma. Tetapi jika kita tekun dalam menuntut ilmu hingga mendalaminya bahkan hingga bertahun-tahun dengan kesabaran dan ke-tawadlu’an pada guru maka kita akan mendapatkan limpahan ilmu dan keberkahan.

Baca Juga  Air, Politik, Kebudayaan dan Kehidupan

Jika kembali membahas generasi muda yang terjebak dalam dunia maya, mungkin itu tidak sepenuhnya benar. Melalui perkembangan teknologi generasi ini akan belajar lebih banyak dengan berbagai cara untuk mengenal dan memahami dunia tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Namun perlu diingat bahwa pembatasan perlu dilakukan agar tidak menjadi candu dan berakibat buruk bagi masa depannya. Anggapan buruk terhadap generasi muda saat ini akan dipatahkan oleh mereka yang berilmu. Generasi muda yang berilmu pengetahuan menjadi tonggak dimulainya sejarah Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Bagikan
Post a Comment