f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
insecure

Fenomena Insecure Menurut Fahruddin Faiz

Setiap manusia pasti merasakan insecure, apalagi di kalangan anak muda jaman sekarang. Insecure yang dialami tiap manusia pasti berbeda-beda. Ada yang insecure karena kecantikan, ada yang insecure karna postur tubuhnya, dan ada pula yang insecure karena merasa dirinya tidak seberuntung orang-orang yang lainnya.

Sebenarnya terlalu sering insecure itu tidak baik, insecure sama dengan kita tidak mensyukuri nikmat apa yang telah Allah berikan. Kita terlalu sering melihat ke atas, hingga kita lupa bahwa masih banyak orang yang hidupnya tidak seberuntung kita di dunia ini.

Seharusnya kita banyak-banyak bersyukur, karena masih diberi anggota tubuh yang lengkap, orang tua yang masih utuh, masih bisa makan nasi setiap hari meskipun lauknya hanya tahu tempe. Dan masih banyak lagi nikmat yang telah Allah berikan kepada para hambanya.

Bapak Dr. H. Fahruddin Faiz, S. Ag., M., Ag. salah seorang dosen filsafat  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus penulis yang cukup aktif. Beberapa karya buku yang beliau terbitkan antara lain: Perempuan dalam agama-agama dunia, Filosofi cinta Khalil Ghibran, Bertuhan ala Filosof, Aku bertanya maka aku ada, Risalah patah hati, dan beberapa judul buku yang lainnya. Beliau juga aktif untuk memberikan kajian keagamaan, khususnya tentang filsafat melalui akun media youtube nya.

5 Ciri Insecure dalam Keseharian

Menurut pandangan beliau, biasanya orang-orang insecure itu mempunyai lima ciri-ciri ini dalam kesehariannya :

Pertama, tidak ingin keluar dari zona nyaman. Sudah terlalu nyaman dengan keadaan, hingga susah untuk diajak bangkit. Sehingga dia merasa hidup begini-begini saja.  Diajak beraktivitas oleh temannya tidak mau, karena dia takut gagal, takut tidak mampu untuk menjalaninya. Sehingga hal itu menyebabkan dia tidak ingin keluar dari zona nyamannya.

Baca Juga  Bersyukur dan Menghargai Setiap Kesempatan

Kedua, gemar memandingkan diri dengan orang lain.

Ketiga, memandang rendah diri sendiri. Di poin kedua dan ketiga ini saling berhubungan. Jadi, setelah gemar membanding-bandingkan diri, biasanya sering memandang diri sendiri itu rendah. Seperti “Ah, aku dibandingkan dengan kamu tidak ada apa-apanya”. Sebenarnya hal semacam itu tidak baik. Kita harus percaya pada diri kita sendiri. Karena percaya diri itu nanti akan menjadi kunci kesuksesan, dan keberhasilan.bagi diri kita.

Nah, kesuksesan dan keberhasilan itu akan menjadi prasyarat kita untuk menuju kedalam ranah yang lebih besar. Diri kita akan menjadi lebih manfaat untuk agama, keluarga, masyarakat, dan sekitarnya. Jadi semua itu harus kita awali dari diri kita masing-masing. Kalau kita sendiri menganggap diri ini bukan apa-apa, menganggap diri ini terlalu lemah dan rendah, ya kita akan sulit untuk menggapai kesuksesan dan keberhasilan itu.

Keempat, haus pujian dan pengakuan dari orang lain. Biasanya, orang yang memiliki ciri insecure ini suka dipuji, suka mencari cara agar kehadirannya diakui. Jadi, dia akan melakukan hal-hal yang menarik perhatian orang sekitarnya supaya dipuji, seperti “Wah, kamu cantik  sekali”, “Wah,kamu baik banget”, dan pujian yang lainnya. Karena dia tidak yakin bahwa dirinya mampu, jadi dia menunggu pengakuan dari orang di sekitarnya.

Terkadang pengakuan itu sering diakui secara negasi, misalnya tiap manusia memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Nah, untuk menegaskan bahwa cara hidupku lebih benar yaitu “Aku akan berusaha mati-matian untuk menunjukkan betapa salahnya cara hidup temanku”. Hal ini sama sebenarnya, sama-sama butuh pengakuan meskipun dengan cara negasi (negatif).

Kelima, menghindari interaksi dengan lingkungan sekitar. Karena dia merasa minder, jadi dia menarik diri dari keramaian.

Baca Juga  Dua Penulis Pembakar Semangat
Dampak dari Insecure

Dampak atau efek dari insecure sebenarnya sudah bisa ditebak. Yang jelas dia akan merasa cemas, pesimis, tidak berharga, dan tidak bahagia. Mengapa demikian? Karena terhadap dirinya sendiri dia tidak nyaman, dan tidak merasa bisa.

Akhirnya dia serba pesimis, merasa rendah, tidak percaya diri, kesepian, depresi, bahkan dia merasa apa gunanya aku di dunia ini, sampai-sampai dia merasa ingin mati, karena fisik dan bathinnya merasa lelah sehigga ingin lari dari kenyataan. Merasa tertekan karena ekspektasi tidak sesuai dengan realitanya dan terobsesi untuk mencapai standar tertentu.

Strategi (Cara) Agar Kita Tetap Percaya Diri

Pertama, fokus mencintai diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri, kita sudah sama seperti mencintai Allah. Kita cintai anugerah Allah pada diri kita. Sebenarnya, Dalam diri kita ini  menyimpan banyak potensi, hanya saja kita tidak pernah menengoknya.

Kita terlalu sibuk melihat kurangnya diri sendiri. Akhirnya hidup ini jadi murung, tidak ceria. Mari kita hidup bahagia. Kita sadari bagaimanapun situasi kehidupan ini kita harus banyak bersyukur, karena masih banyak hal yang patut untuk kita syukuri.

Kedua, jangan membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang pasti memiliki keunikannya masing-masing. Jangan terus-terus an membandingkan kesuksesan diri dengan orang lain. Setiap orang memiliki standard kesuksesannya sendiri. Mungkin kita tidak sukses sekarang, tapi yakinlah suatu saat kita juga bakalan sukses.

Jangan beranggapan, “Wah dia kok bisa sukses ya, sedangkan aku engga”. Ya mungkin itu karena kerja keras dan usahanya mereka untuk meraih kesuksesan, sedangkan kita hanya diam, termenung, dan mengeluh saja. Kalau saja kita melakukan usaha seperti mereka, pasti kita juga bisa menyusul kesuksesannya.

Baca Juga  Masakan Lebaran Nenek adalah Karya Abadi bagi Anak dan Cucunya

Ketiga, kelilingi dirimu dengan orang-orang yang supportif. Cari teman yang bisa mendukung kamu, jangan teman yang suka menjatuhkan harga diri, menjatuhkan rasa percaya diri kita. Jika terpaksa punya teman yang suka julid, yang nyinyiran, suka nyela, tidak mendukung rasa percaya diri kita ya tidak apa-apa, tetapi jangan sering dekat-dekat dengannya. Biar kita tetap punya kebanggan pada diri sendiri dan tidak jatuh pada insecure.

Keempat, temukan kelebihan dan keunikan pada diri sendiri. Hal ini bisa membuat diri kita lebih nyaman, membuat kita lebih menerima diri sendiri. Contohnya, jika dalam kuliah saya ngga lulus-lulus, nilai saya jelek, tapi Alhamdulillah saya sudah punya pekerjaan lebih mapan. Mungkin teman saya yang lulusnya cepat nilainya paling tinggi, tapi setelah lulus bingung buat nyari pekerjaan. Jadi kita melihat dari sisi positifnya diri kita. Kita melihat kelebihan kita yang tidak orang lain miliki.

Kelima, selalu bersyukur. Ini poin yang paling penting dalam kehidupan. Orang yang banyak bersyukur akan sangat mudah untuk bahagia.

Quotes dari Bapak Fahruddin, “Bahwa kita semua ini manusia yang sama-sama berharga”. Jadi sayang banget kalau waktu kita sudah banyak yang terbuang sia-sia hanya untuk menjelekkan dan menjatuhkan diri sendiri. Tidak ada gunanya. Yang ada malah membuat diri kita sendiri down.

Bagikan
Comments
  • Tahta Alfina

    Keren 😍

    Juni 9, 2022
Post a Comment