f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
speech delay

Speech Delay pada Batita, Rajinlah Berkonsultasi!

Ada satu hal yang selalu saya rindukan ketika hari sedang hujan. Yakni si kecil Bebe (30 bulan) yang otomatis bernyanyi ‘tik-tik-tik bunyi hujan’ sambil megal-megol. Hal yang sebenarnya lumrah bagi kebanyakan parents, namun menjadi istimewa bagi saya karena sebelumnya dia terindikasi mengalami speech delay.

Sekitar 6 atau 8 bulan silam saya belum bisa membayangkan Bebe akan bisa menyanyikan sebuah lagu. Jangankan bernyanyi, untuk berbicara saja dia masih kesulitan. Bebe yang ketika itu berumur 24 bulan terindikasi mengalami speech delay. Di usia segitu dia baru bisa berucap 3 kata dengan jelas, yaitu kata Ayah, maem dan no no no. Selebihnya hanya kata-kata mumbling yang belum bisa saya pahami.

Padahal menurut para ahli, anak usia 2 tahun seharusnya sudah menguasai sekitar 50 kosakata. Si anak seharusnya juga sudah mampu merangkai 2 kata menjadi sebuah kalimat sederhana seperti ‘aku lapar’, ‘mau maem’, ‘mau minum’ dan semacamnya. Nah, keterlambatan bicara yang dialami Bebe mengakibatkan dia jadi lebih emosional. Hal ini karena dia tidak bisa mengungkapkan keinginannya. Misalnya ketika dia ingin minum susu, makan, atau apapun, dia hanya akan bilang ‘ayah’ sambil menunjuk-nunjuk.

Rajin Konsultasi tentang Terapi Speech Delay

Jika saya tidak bisa menangkap pesannya maka dia akan emosi. Situasi tersebut memaksa saya untuk rajin mengikuti grup terapi anak speech delay di FB. Ada banyak manfaat yang saya peroleh dari ortu lain di grup tersebut. Saya juga berkonsultasi dengan rekan kerja yang pernah mengalami masalah serupa pada anaknya.

Dari konsultasi tersebut saya mendapatkan beberapa saran. Salah satu saran terbaik adalah agar kita tidak panik, dan menikmati semua proses. Kita harus yakin bahwa keterlambatan bicara ini bisa diatasi. Saran berikutnya adalah untuk mencari penyebab speech delay pada Bebe, apakah karena faktor fisik ataukah psikis.

Baca Juga  Dampak Game Online terhadap Pemuda dan Pelajar

Mengidentifikasi penyebab gangguan lambat wicara ini sangat penting karena akan menentukan langkah terapi apa yang akan kita ambil. Dalam kasus Bebe ternyata penyebabnya bersifat fisik dan psikis sekaligus. Waktu itu dia bahkan kesulitan untuk sekedar menjulurkan lidahnya. Sedangkan secara psikis penyebabnya adalah kurang bergaul dengan lingkungan.

Berdasarkan identifikasi penyebab speech delay tersebut maka saya melakukan beberapa langkah untuk mengatasinya, dengan hati yang woles dan niatan untuk menikmati segala prosesnya.

1. Terapis pijat wajah

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mencari terapis pijat wajah. Hal ini perlu dilakukan untuk melemaskan otot rahang dan otot-otot di sekitar bibir. Sebenarnya banyak panduan pijat wajah di youtube, namun saya merasa tidak kompeten untuk melakukannya sendiri.

Beruntung di kampung sebelah ada bidan yang bisa melakukannya. Awalnya Bebe diterapi pijat wajah 3 hari sekali. Di minggu kedua menjadi 5 hari sekali, kemudian berlanjut menjadi seminggu sekali. Hasilnya bisa terlihat setelah 3 bulan dilakukan secara rutin, dia menjadi banyak omong.

2. Mengajak Bernyanyi

Langkah berikutnya yang saya lakukan setiap hari adalah mengajaknya bernyanyi. Urusan menyanyi ini sebenarnya bukan saran dari teman maupun para ahli sih, melainkan lebih karena hobi. Sejak Bebe bayi saya memang terbiasa menyanyikan lullaby menjelang tidur. Saya pikir kalau dalam berbagai aktivitasnya dia diajak bernyanyi tentu akan bagus, bisa membawa suasana yang menyenangkan.

Awalnya sih lagu-lagu sederhana yang hanya berisi 1 kalimat seperti “ayo ayo yuk ke toilet”. Eh dia-nya kok mau menirukan nadanya dengan ha ha ho ha ho hu he hehehe. Semakin lama semakin banyak kalimat yang bisa diucapkan dengan nada bernyanyi.

Selanjutnya saya lebih sering mengajaknya membicarakan sesuatu yang menarik perhatiannya. Karena dia sangat ngefans terhadap sapi. Jadi pembicaraannya ya tidak jauh-jauh dari sapi, rumput, susu, kandang dan pak tani. Oh ya, dia juga suka sekali sama truk dan excavator. Ya itulah yang saya bicarakan.

Baca Juga  7 Tips agar Menjadi Menantu Idaman

Pada awalnya pembicaraan yang saya lakukan seperti satu arah saja karena dia hanya bisa menanggapi dengan mangap-mangap saja. Namun lama-kelamaan seiring dengan terapi pijat wajah dan aktivitas bernyanyi, tanggapan yang dia berikan juga semakin banyak. Sekarang dia bisa memberikan tanggapan dalam dua atau tiga kalimat utuh.

3. Mengajak Bergaul dengan Tetangga dan Teman Sebaya

Aktivitas lain yang saya lakukan setiap hari adalah mengajaknya bergaul dengan tetangga dan teman sebayanya. Hal ini juga berkaitan dengan psikisnya dia. Awalnya dia seperti kurang PD ketika bertemu orang lain. Karena kurang PD ya otomatis tidak akan ada kata yang terucap dari mulutnya.
Bergaul dengan tetangga dan teman sebaya juga menjadi sangat penting sebagai bentuk ‘penghiburan’ baginya. Ihwalnya karena sejak usia 16 bulan dia sudah harus berpisah dengan Bundanya yang bekerja di HongKong. Kemudian 3 bulan berikutnya dia juga mesti berpisah dengan kakaknya yang melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.

Hal ini tentu membuatnya sedih. Lebih sedih lagi karena dia belum bisa mengungkapkan perasaannya. Ketika sebenarnya dia ingin mencari Bunda atau Kakaknya namun tidak bisa mengungkapkan, maka jalan satu-satunya adalah mengamuk.

Nah, berinteraksi dengan lingkungan bisa menjadi semacam slimuran baginya. Namun lebih dari itu, dia juga bisa belajar menyerap banyak kata dari para tetangga dan teman sebayanya. Selain itu juga bisa melatih kepercayaan dirinya. Saya selalu meluangkan waktu, biasanya 1-2 jam setiap hari untuk mengajak Bebe nangga, anjangsana ke tetangga.

Alhamdulillah dengan beberapa langkah tersebut kemampuan bicara Bebe bisa berkembang. Meskipun masih belum selevel kebanyakan anak seusianya, namun bagi saya sudah sangat menggembirakan. Bagi saya dia adalah batita dengan mental terkuat di dunia. Batita yang tegar berproses mengatasi kelambatan wicara, dalam kondisi berjauhan dengan Bunda dan Kakaknya.

Baca Juga  Akhirnya Fatih Menang Melawan Keterlambatan Bicara dan Kemampuan Motorik

Begitulah pengalaman saya menikmati proses dalam mengatasi speech delay yang dialami Bebe. Semoga bisa memberi inspirasi bagi Ayah Bunda yang lain. Kini ijinkan saya menikmati suara hujan di luar. Ditingkahi lagu ‘tik-tik-tik bunyi hujan’ yang dinyanyikan Bebe sambil megal-megol.

Editor: Muhammad Afiruddin

Bagikan
Comments
  • Rois Pakne Sekar

    Terima kasih Mbak/Mas admin

    April 11, 2022
Post a Comment